My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 99 : Sedikit Ingatan Kembali


__ADS_3

Evan keluar kamarnya dibantu oleh Arini. Walupun sedang hamil, Arini selalu siap saat Evan memerlukan bantuannya. Tidak ada keluhan dari kehamilan Arini, hanya saja nafsu makan yang semakin besar.


"Mama, Papa udah pulang Tante?" tanya Evan pada Arini.


"Udah, lagi di kamar bersih-bersih. Gimana tadi sama Kanaya?" tanya Arini menyelidik.


"Nggak gimana Tante, ngobrol biasa aja."


"Apa kamu udah ingat sesuatu tentang dia?"


Evan hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan Arini. Padahal Evan sedikit ingat memori saat dia mencium Kanaya, tetapi dia tidak akan mengatakan itu karena bisa menjadi petaka untuknya. Dia akan dicincang habis oleh ibunya.


"Kamu jahat banget Van, anak cantik gitu dilupain," protes Arini.


"Jangan salahin Evan, Tante. Salahin tuh memorinya, kenapa menghilang begitu aja."


"Ada-ada aja kamu iihh." Arini mencubit gemas pipi Evan dan langsung diprotes olehnya.


Makan malam akhirnya datang, semuanya berkumpul dan Kanaya juga ikut serta makan bersama keluarga Evan. Indi selalu menanyakan kabar Evan dari mulai keluar kamarnya sampai waktu makan malam tiba.


"Mama, Evan baik-baik aja. Mama tahu kan Evan anak yang kuat, jadi gak perlu khawatir," tegas Evan.


Indi hendak membuka suaranya lagi tapi dicegat oleh Arya.


"Udah, sekarang kita makan dulu. Kasihan Kanaya tuh, melihat Mama Evan yang cerewet." Arya memberitahu.


"Gak pa-pa kok Om, Tante. Kanaya malah senang kumpul lagi dengan kalian," satu butir air mata lolos begitu saja tanpa permisi.


"Udah, udah, yang lalu biarlah menjadi pelajaran kita kedepannya. Harus bisa lebih baik lagi. Ayo makan semuanya." Indi mengakhiri obrolan dan mengajak mereka semua makan.


Vania yang duduk di samping Kanaya, mengusap pelan punggung Kanaya untuk menenangkannya. Kanaya lalu tersenyum.


Evan selalu memikirkan ingatannya yang telah kembali. Dia yakin karena dia mencium Kanaya lagi, dia jadi menemukan sedikit ingatannya yang terlupakan. Evan akan melakukannya lagi dengan cara memancing hal-hal yang akan membuatnya ingat.


"Mah, Evan mau berangkat sekolah," ucap Evan yang langsung mengagetkan Indi.


"Kamu kan belum sembuh banget Van. Jangan sembarangan deh." Indi tidak setuju dengan permintaan Evan.


"Mungkin dengan Evan sekolah, Evan bisa kembalikan ingatan Evan Mah."

__ADS_1


"Ya tapi jangan sekarang Van. Kamu kan masih harus perawatan."


Evan mengerti maksud ibunya, tetapi dia ingin segera menemukan lagi ingatannya. Walaupun ingatan itu buruk dan menyakitkan.


"Udah biarin aja dia ke sekolah sayang." Arya ikut angkat bicara.


"Tapi sayang, dia masih harus bisa jalan sendiri tanpa kursi roda kan. Dia masih belum bisa sekolah seperti biasanya."


"Evan bisa kok Mah, kalau tetap pakai kursi roda. Evan bisa jalanin sendiri." Evan terus meyakinkan ibunya.


Indi diam memikirkan keinginan anaknya. Dia masih belum rela melepaskan Evan untuk sekolah kembali disaat keadaannya masih seperti itu. Di sisi lain Evan juga bisa menemukan ingatannya kalau dia bersekolah seperti biasanya dan juga sebentar lagi dia akan ujian.


"Baiklah, Mama ijinin kamu sekolah. Tapi kamu harus janji akan jaga diri dan langsung kabari mama atau papa kalau ada apa-apa." Indi akhirnya memberikan solusinya.


"Evan janji Mah. Makasih Mah, Pah." Evan memeluk pinggang ibunya.


Esok harinya, Evan dengan semangat bersiap-siap untuk kembali ke sekolah. Dia akan diantarkan oleh Arya sendiri karena sekaligus bicara pada kepala sekolah dan para guru tentang keadaan Evan.


"Udah siap ke sekolah Boy?" tanya Arya saat di jalan menuju sekolah Evan.


"Sangat siap Pah. Evan akan berusaha yang terbaik." Evan bersemangat.


Arya hanya bisa mendukung setiap keinginan anaknya dengan tetap mengawasinya dari jauh. Evan adalah anak laki-laki yang sudah remaja. Dia akan selalu menyampaikan banyak keinginannya dan akan melakukan protes kalau tidak bisa sesuai dengan dirinya.


"Pah, Kanaya sekolah lagi nggak sih di sini?" tanya Evan saat menuju kelasnya.


"Sepertinya belum Van. Nanti coba Papa tanya sama ayahnya Kanaya."


Belum sampai di kelas, Kanaya berdiri di dekat kelas Evan dan tersenyum saat melihat Evan datang.


"Naya," panggil Evan.


Kanaya tersenyum dan langsung mendekat ke arah Evan.


"Selamat kembali ke sekolah Kak," ucap Kanaya tulus.


"Kamu sekolah di sini lagi?" tanya Evan bingung.


"Iya Kak, karena niat mau di sini terus jadi sekalian daftar sekolah lagi di sini. Dengar Kak Evan mau sekolah lagi, jadi aku tunggu di sini."

__ADS_1


"Makasih ya, aku akan butuh banyak bantuan kamu," ucap Evan.


"Om Arya, aku bawa Kak Evan berkeliling ya." Kanaya meminta ijin.


Arya hanya mengangguk mengiyakan Kanaya. Kanaya membawa Evan ke taman belakang sekolah. Tempat yang sering Evan dan Kanaya datangi.


"Inget nggak Kak, ini tempat apa?" tanya Kanaya.


"Taman belakang sekolah?"


Kanaya tersenyum mendengar jawaban Evan. Ada sedikit sesak juga karena Evan benar-benar melupakan dirinya.


"Dulu, kita sering datang ke sini Kak. Kalau lagi pengen sendiri, aku sering datang ke sini dan Kak Evan ikut ke sini juga."


Evan mencoba mengingat apapun tentang taman belakang sekolah itu, tapi tidak ada yang terlintas di pikirannya.


"Pelan-pelan aja Kak, aku akan selalu bantu kamu kembalikan ingatan kamu tentang aku."


.


.


NOTE :


Intip karya teman author dears sambil nunggu author up ban selanjutnya.


Judul : My Wife Suggar Mommy


Author : HaruMini


Blurb


Akibat ulah jahil para sahabatnya saat sedang mengadakan perpisahan sekolah di sebuah ballroom hotel, Santosa remaja yang baru menginjak usia 20 tahun, akhirnya menghabiskan malam dengan sugar mommy dalam keadaan mabuk berat.


Camel Carter wanita berusia 40 tahun yang gemar menghabiskan malam dengan para brondong untuk melampiaskan nafsunya, akhirnya menjatuhkan hatinya pada Santosa.


Remaja yang pernah menghabiskan malam dengannya. Dan akhirnya Camel Carter bisa menjadikan Santosa suaminya dengan drama yang dirinya buat.


Bagaimana kisah keduanya akan berlanjut?

__ADS_1


Di saat banyak perbedaan antara keduanya bukan hanya usia tapi juga kasta.



__ADS_2