
Malam ini Evan akan mengikuti acara prom night di sekolahnya. Dia telah meminta Kanaya untuk menjadi pendampingnya di acara tersebut. Banyak murid perempuan yang menawarkan diri menjadi pendamping Evan, tetapi dia menolaknya. Maria salah satu orang yang sudah dia tolak juga.
"Evan, malam ini kamu sama Kanaya ke acara prom-nya?" tanya Indi saat sarapan sebelum dia dan Arya berangkat kerja.
"Iya Mah, kenapa?"
"Nggak pa-pa, Mama cuma mau ingetin jaga diri dan jga Kanaya juga. Acara-acara kaya gitu kadang banyak yang nakal kasih minuman beralkohol gitu. Kamu harus lebih teliti." Indi menasehati Evan karena khawatir.
"Siap Mah, Evan akan selalu hati-hati dan jaga Kanaya."
"Mah, hari Minggu kita jalan-jalan yuk. Vania dan Vano udah lama nggak jalan-jalan," ucap Vania protes.
Indi memandang sekilas ke arah Arya dan dibalas senyuman manis oleh Arya. Entah apa maksudnya senyuman itu.
"Oke cantik, besok Minggu kita jalan-jalan," ucap Arya memberikan senyumannya.
"Assiikk, Papa yang terbaik." Vania langsung berlari mencium pipi Arya.
"Mama nggak nih," gerutu Indi. Evan langsung mencium pipi Indi dan mendapatkan pelototan dari Arya.
"Pipi Mama cuma punya Papa," kata Arya posesif.
"Sama anak aja cemburu," ucap Evan tersenyum mengejek, lalu pergi ke kamarnya.
"Jangan kabur kamu, sini kalau berani." Arya menantang Evan dengan candaan.
"Bapak sama anak sama aja," ucap Indi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Vano juga mau cium pipi Mama," kata Vano lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri Indi. Arya tertawa melihat tingkah anak bungsunya.
Evan dan Kanaya telah sampai di hotel tempat acara prom night dilaksanakan. Di sebuah ballroom hotel bintang lima terkenal, karena sekolah Evan merupakan salah satu sekolah ellite di kotanya. Evan dan Kanaya masuk lalu langsung menuju ballroom hotel. Dress code untuk acara prom night malam ini adalah hitam putih. Para perempuan memakai warna putih, dan laki-laki memakai warna hitam.
Kanaya memakai off shoulder dress selutut yang pas menempel di tubuhnya dan dipadukan dengan sepatu heels setinggi 5 cm untuk memudahkan Kanaya berjalan. Baju Kanaya menampilkan kesan girly pada dirinya, sedangkan Evan memakai setelan jass warna hitam yang menampilkan ketampanannya dan membuat auranya semakin kuat.
Banyak mata yang tertuju langsung kepada Evan dan Kanaya saat mereka masuk ke dalam ballroom.
"Hai Evan, lo sangat tampan malam ini," ucap Maria yang langsung mendekati Evan.
"Makasih Mar, lo juga cantik dengan gaun itu," ucap Evan jujur. Maria memakai long dress dengan belahan sepanjang kaki jenjangnya. Selama ini Maria berusaha merelakan Evan untuk bisa bersama Kanaya. Semenjak kejadian dulu, Maria sadar diri kalau perasaan tidak bisa dipaksakan.
Acara prom night berjalan dengan lancar. Evan mengajak Kanaya untuk menikmati hidangan yang telah disediakan oleh panitia.
"Minum dulu, Nay," ucap Evan memberikan satu gelas minuman.
"Minuman apa ini?" tanya Kanaya.
Kanaya meminum minumannya dan merasa rasanya sedikit aneh. Tidak seperti softdrink biasanya.
"Nay, jangan minum itu," cegah Maria.
"Emang itu minuman apa, Mar?" tanya Evan langsung mengambil gelas dari tangan Kanaya.
"Itu udah dicampur sama anak-anak Van. Ada alko*holnya sedikit," ucap Maria merasa bersalah.
"Kepalaku kok muter-muter ya, Kak," ucap Kanaya sedikit ma*bok. Walaupun minum sedikit ternyata ada efeknya juga.
__ADS_1
"Kamu nggak pa-pa Nay?" tanya Evan cemas. Dia akan dimarahi Indi kalau sampai ketahuan membuat Kanaya ma*bok walaupun tidak sengaja.
"Kak Evan kok ada dua sih, Kak Maria juga," ucap Kanaya meracau tidak karuan.
"Gue bawa pulang Kanaya dulu ya, Mar, thanks udah kasih tahu tadi."
"Hati-hati, Van." Maria kembali bersama teman-temannya menikmati pesta.
Evan memapah tubuh Kanaya dan keluar ballroom hotel menuju parkiran mobil. Kanaya masih saja meracau tidak jelas dan kesadarannya mulai berkurang. Dengan cepat Evan membawa Kanaya pulang ke rumahnya. Dia tidak berani mengantarkan Kanaya ke rumahnya karena takut dengan Dion.
Sampainya di rumah, Kanaya sudah tak sadarkan diri dan Evan menggendongnya menuju ke kamarnya. Indi yang melihatnya langsung melotot dan bertanya dengan tegas.
"Naya kenapa?" tanya Indi sedikit cemas juga.
"Nanti Mah, Evan ke kamar dulu," jawab Evan.
Dengan cemas dan gugup, Evan keluar kamarnya dan sudah ditunggu oleh Indi dan Arya.
"Ceritakan sama Mama, Naya kenapa?" pinta Indi dengan menyilangkan tangannya di depan dada.
"Naya nggak sengaja minum minuman yang dicampur alkohol Mah," ucap Evan dengan gugup.
"Apa?" teriak Indi menahan kesal.
.
.
__ADS_1
NOTE :
Author gantung dulu ya. Jangan lupa tinggalkan jejak dears. love you dears. makasih