My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 113 : Hukuman untuk Evan


__ADS_3

"Apa?" teriak Indi menahan kesal.


"Maafin Evan Mah, Evan nggak tahu kalau minumannya ada alko*holnya," ucap Evan merasa sangat bersalah.


"Mama kan udah bilang, jagain Kanaya jangan sampai terjadi apa-apa," ucap Indi.


"Iya Mah, Evan salah. Evan minta maaf Mah."


"Sudahlah, kamu istirahat sana di kamar Vania. Biar Kanaya istirahat di kamar kamu dulu." Arya meminta Evan masuk ke kamar Vania. Indi hanya bisa menghela nafas untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Evan masuk kamar dulu Mah, Pah." Evan mencium pipi Indi sebelum masuk kamar.


"Anak kita udah bukan anak kecil sayang, jangan dimarahin terus," ucap Arya memeluk Indi dari samping.


"Justru itu Ar, kita harus tegas sama dia. Jangan sampai dia salah langkah nantinya."


"Iya, Mamah yang tegas tapi baik hati." Arya mengecup bibir Indi sekilas lalu tersenyum penuh arti.


"Ngapain senyum-senyum gitu?" tanya Indi curiga.


"Ayo kita juga istirahat di kamar," ajak Arya lalu menggandeng tangan Indi.


"Kamu harus telepon Pak Dion buat kasih tahu Kanaya tidur di sini."


"Iya sayang, nanti aja." Arya dan Indi masuk ke dalam kamar lalu melakukan kegiatan panas mereka sebelum terlelap dalam mimpi. Mereka berdua selalu bisa menambah rasa cinta mereka dan mempertahankan keutuhan rumah tangga. Arya benar-benar mencintai istrinya.

__ADS_1


Paginya, Kanaya bangun dan merasa kepalanya sedikit pusing. Dia ingat terakhir kali dia berada di pesta prom night bersama Evan dan minum minuman yang diberi oleh Evan. Kanaya kaget karena setelah sadar dia sedang berada di dalam kamar Evan sekarang.


"Kenapa gue ada di sini?" gumam Kanaya.


"Pagi, Naya. Gimana perasaan kamu?" tanya Indi yang masuk ke dalam kamar Evan untuk mengecek keadaan Kanaya.


"Naya baik-baik aja Tante, emang kenapa ya?" tanya Kanaya bingung.


"Apa kepala kamu pusing?" Indi mengecek dahi Kanaya.


"Iya, sedikit Tante. Ada apa sih?"


"Tadi malam kamu tidak sengaja minum minuman beralko*hol sayang. Jadi, sekarang kepala kamu sedikit pusing. Itu karena masih ada sedikit efeknya." Indi menjelaskan dengan santai.


"Kamu nggak salah sayang, Evan yang salah nggak bisa jaga kamu." Indi mengomel.


"Kak Evan juga pasti nggak tahu Tante, kalau tahu dia nggak akan kasih minuman itu ke Naya." Kanaya merasa bersalah juga.


"Iya Tante paham, tapi biarin aja Tante pengen hukum Evan." Indi tertawa sendiri. Kanaya hanya tersenyum melihatnya.


Kanaya diantar pulang oleh Arya dan Indi sekalian mereka berangkat ke kantor. Evan yang menawarkan diri untuk mengantar Kanaya, langsung ditolak oleh Indi. Evan akan diberi hukuman oleh Indi untuk tidak bertemu dengan Kanaya dulu sementara waktu. Evan langsung protes tidak setuju tetapi tidak diperdulikan oleh Indi.


"Evan kasihan sayang, masa nggak dibolehin ketemu Naya sih," ucap Arya saat perjalanan mengantar Kanaya pulang. Kanaya hanya tersenyum malu mendengar penuturan Arya.


"Biarin aja, Evan harus bisa belajar dari kesalahan. Dia harus bisa lebih menjaga dirinya dan orang di sekitarnya."

__ADS_1


"Tapi kan nggak harus dilarang ketemu dong, nanti kalau mereka kangen gimana?" tanya Arya meledek, Kanaya hanya diam dan memalingkan pandangannya ke luar kaca mobil.


"Video call aja kalau mau ketemu." Indi benar-benar niat untuk mengerjai anaknya sendiri. Arya juga tidak tahu kalau Indi sedang merencanakan sesuatu.


Di rumah keluarga Wijaya, Evan sedang uring-uringan karena diberi hukuman oleh ibunya. Setelah mobil Arya pergi untuk berangkat ke kantor sekaligus mengantar Kanaya pulang, Evan langsung meluncur ke rumah Kakek Neneknya. Dia bercerita dengan Arini dan Tantenya itu langsung tertawa terbahak-bahak.


"Makanya kalau Mama kamu udah kasih nasehat itu didengerin dan dilakukan, jangan cuma iya iya doang," ucap Arini membuat Evan semakin gelisah.


"Evan nggak tahu kalau itu minuman ada alko*holnya Tante," tegas Evan.


"Ya udah terima aja hukuman dari Mama kamu, daripada nggak dibolehin lagi kuliah di luar gimana." Arini menakut-nakuti Evan.


"Jangan dong, kan semua udah siap tinggal nunggu semester baru. Nggak pa-pa deh nggak ketemu doi dulu, yang penting semuanya lancar." Evan menghela nafasnya untuk menenangkan diri sendiri. Arini hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Ponakan aku udah dewasa ternyata," ucap Arini tersenyum.


.


.


NOTE :


sambil nunggu author up tiap hari, intip dulu karya teman author ya dear. jangan lupa tinggalkan jejak. makasih, love love 🤗❤


__ADS_1


__ADS_2