My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 42 : Masih Honeymoon


__ADS_3

Indi dan Arya menikmati momen berdua di pulau pribadi. Indi yang merasa kaget setelah melihat isi kopernya berubah, dan memikirkan siapa yang merubahnya. Dia tahu kalau Arini lah yang sudah membuat isi kopernya berubah menjadi lingerie semua.


"Sayang," teriak Indi memanggil Arya.


"Kenapa?" tanya Arya kaget mendengar teriakan Indi.


"Ini isi koper aku," kata Indi menunjukkan isi kopernya.


Arya langsung melotot dan menahan tawanya.


"Arini?" tanya Arya.


"Iya sepertinya," kata Indi menghela nafas lelah.


"Gimana kalau kamu coba salah satu, sayang," pinta Arya menggerak-gerakkan alisnya.


"Malu, sayang," kata Indi menutup wajahnya.


"Sama suami sendiri juga," kata Arya memasang wajah memohon.


"Oke oke, kamu tunggu ya, aku coba cari yang cocok buatku," kata Indi akhirnya.


Indi membawa kopernya ke dalam kamar mandi. Dia mencari satu yang pas dan cocok dengannya. Yang tidak terlalu vugar bagi dirinya. Setelah menemukan dan memakainya, Indi keluar kamar mandi dan mendapati Arya sedang menyandarkan tubuhnya di tempat tidur sambil menatap layar ipad-nya.


"Sayang," panggil Indi dengan sedikit malu.


Arya langsung menengok dan menatap Indi dari atas sampai bawah. Arya menelan ludah melihat bagaimana Indi dalam balutan lingerie warna hitam dengan belahan dada rendah memperlihatkan kulit putih payud*ra Indi yang menyembul keluar.


Indi berjalan menuju tempat tidur dengan perlahan. Seperti sedang berusaha menggoda suaminya itu. Arya yang sudah tidak tahan, langsung beranjak mendekati Indi dan mencium bibir Indi. Arya membawa Indi berjalan ke tempat tidur, masih dengan berciuman. Arya menekan tubuh Indi sampai terlentang di atas tempat tidur. Tidak menunggu lama Arya langsung menerjang Indi berkali-kali, sampai Indi merasa sudah tidak kuat lagi. Arya menatap wajah Indi yang berada dalam kungkungannya.


"I love you, sayang," kata Arya lalu mengecup kening Indi, setelah pelepasannya yang terakhir.


"I love you too, sayang," balas Indi, lalu menutup matanya, tertidur.


Arya merebahkan tubuhnya di samping Indi dan menutup badan mereka dengan selimut, lalu terlelap bersama Indi.


Satu minggu sudah Indi dan Arya honeymoon di pulau pribadi yang telah Arya sewa. Hari ini mereka kembali ke rumah baru yang diberikan orang tua Arya sebagai hadiah pernikahan. Rumahnya tidak jauh dari rumah keluarga Arya.


"Akhirnya kita pulang sayang," kata Arya pada Indi.


"Iya, aku kangen sama Evan," kata Indi berkaca-kaca.


"Kita istirahat dulu ya, nanti kita jemput Evan," kata Arya, lalu membawa Indi ke kamar.

__ADS_1


Mereka berdua tidak benar-benar langsung istirahat. Mereka melakukan lagi di dalam kamar barunya. Arya menggempur Indi berkali-kali.


"Maaf sayang, aku 'gak pernah bisa tahan kalau dekat kamu," kata Arya di atas tubuh Indi. Indi hanya tersenyum dengan mata sayu.


Di pelepasannya yang terakhir, Arya menghujamkan miliknya ke dalam milik Indi sampai yang terdalam. Dia berharap Indi bisa secepatnya memberikan Evan seorang adik.


Selesai permainan, Indi langsung tertidur. Arya menutupi tubuh Indi dengan selimut, lalu mengecup kening Indi dan beranjak ke kamar mandi.


Selesai mandi Arya pergi ke rumah orang tuanya untuk menjemput Evan. Dia ingin saat Indi bangun, sudah ada Evan di sana.


"Mah, Pah," panggil Arya saat sampai di rumah orang tuanya. Hanya berjarak lima menit menggunakan kendaraan.


"Papa," teriak Evan sambil berlari mendekati Arya.


"Hei anak Papa, gimana seneng 'gak main sama Nenek dan Kakek?" tanya Arya, menggendong Evan.


"Seneng Pah, tapi Evan kangen sama Mama dan Papa," jawab Evan polos.


"Loh Indi mana?" tanya Mama.


"Tidur Mah, kecape'an," kata Arya.


"Kamu gempur terus ya," tebak Papah. Arya hanya meringis salah tingkah.


"Gempur itu apa, Kek?" tanya Evan polos. Mama langsung mencubit pinggang Papa.


"Nanti main sama Evan juga ya Pah," kata Evan pada Arya.


"Iya sayang, sekarang kita pulang, nanti Mama nyariin," kata Arya menurunkan Evan dari gendongannya.


"Nenek, Kakek, Evan pulang dulu," pamit Evan. "Bilangin tante Arin," kata Evan lagi. Arini memang sedang bekerja saat ini. Sekarang dia bekerja di perusahaan Arya sebagai Manajer, untuk membantu Arya.


"Kita pulang dulu Mah, Pah," pamit Arya.


"Hati-hati kalian, nanti malam makan di sini ya," kata Mama.


"Iya Mah," kata Arya sambil mencium Mamanya dan berpamitan.


Arya dan Evan pun pulang ke rumah dengan menggunakan mobil. Walaupun dekat, tetapi Arya tetap menjemput Evan memakai mobil.


Sesampainya di rumah, Indi sudah bangun dan sedang memasak.


"Mama," teriak Evan sambil berlari ke arah Indi. Indi langsung mematikan kompor dan memeluk Evan.

__ADS_1


"Mama kangen sama Evan," kata Indi pada anaknya.


"Evan juga kangen sama Mama," kata Evan mengecup pipi Indi.


"Maaf ya aku tinggalin kamu, aku mau Evan di rumah saat kamu bangun," kata Arya mengecup pipi Indi juga.


"Iya sayang, tadi kaget aja 'gak ada orang di rumah," kata Indi.


"Lagi masak apa?" tanya Arya melihat bahan-bahan masakan di atas meja dapur.


"Mau masak pasta aja yang gampang dan cepat," jawab Indi.


"Evan mau Mah," kata Evan semangat.


"Ya udah, Evan tunggu dulu ya sama Papa," kata Indi.


Arya dan Evan menunggu Indi memasak di ruang TV. Rumah yang diberikan orang tua Arya sudah lengkap semua perabotannya, tinggal Indi dan Arya memindahkan baju-baju dan barang-barang yang penting saja. Rumah Indi niatnya akan dikosongkan saja, tidak akan dijual karena banyak kenangan Indi dan Evan dengan Papa kandungnya. Arya mengerti dengan hal tersebut.


Setelah Indi selesai menata masakannya di meja makan, dia memanggil Evan dan Arya untuk makan.


"Waahh, baunya enak sekali Mah," kata Evan berbinar.


"Udah makan aja, Mama udah lapar," kata Indi melirik pada Arya. Arya yang dilirik langsung paham.


"Maaf ya," bisik Arya di telinga Indi, sambil tersenyum.


Bagaimana tidak kelaparan, pulang dari honeymoon bukannya istirahat malah digempur lagi oleh Arya sampai ketiduran. Indi berjanji pada diri sendiri, akan menjadi istri yang selalu bisa membahagiaan suami dan menjadi ibu yang baik untuk Evan. Dia ingin memberikan adik untuk Evan, seperti keinginan Arya juga.


Suasana di meja makan membuat Indi tersenyum mengembang.


"Kenapa tersenyum?" tanya Arya.


"Aku bahagia karena bisa memberi Evan keluarga yang utuh lagi," kata Indi berkaca-kaca.


"Aku janji akan jadi ayah yang baik buat Evan dan anak-anak kita nanti," kata Arya.


"Kapan Evan punya adik Pah, kata tante Arin, Papa sama Mama liburan buat kasih Evan adik," kata Evan polos, "Kok adiknya belum ada?" tanya Evan.


Arya dan Indi saling memandang, bingung bagaimana harus menjelaskan pada Evan.


"Adiknya belum ada karena Mama belum diberi sama Tuhan. Kalau mau cepat dapat adik, Evan harus berdoa setiap hari," kata Arya mencoba menjelaskan sesederhana mungkin.


"Evan habis makan mau berdoa Pah," kata Evan, lalu melanjutkan makannya.

__ADS_1


"Anak pintar," kata Arya mengusap rambut Evan.


Indi tersenyum melihat Arya dan Evan. Dia bahagia sekarang, mendapatkan suami seperti Arya.


__ADS_2