My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 40 : Wedding Day


__ADS_3

Pernikahan adalah sebuah ikatan janji suci dua insan manusia yang akan berdampingan satu sama lain seumur hidup. Hari ini adalah hari pernikahan Indi dan Arya. Banyak tamu yang datang sesuai dengan yang Indi dan Arya undang. Ada teman-teman kuliah Indi, teman kantor, para rekan bisnis Arya, teman-teman Arya semasa kuliah dan dari keluarga besar Arya.


Pov Indira.


"Gue gugup banget Ta," kata Indi pada Sinta sahabat Indi, saat dia sedang dirias oleh MUA.


"Udah dua kali juga, masih gugup aja," kata Sinta mencoba mencairkan suasana.


"Justru karena yang kedua Ta, gue takut 'gak sesuai ekspektasi mereka," kata Indi khawatir.


"Gak usah pikirin mereka Ndi, yang penting lo, anak lo dan Arya bahagia bersama," kata Sinta, mengusap pundak Indi.


"Hufft, makasih ya udah mau nemenin gue," kata Indi tersenyum.


Indi meminta pada tukang riasnya supaya riasannya tidak terlalu menor, yang simpel tapi tetap berkesan seorang pengantin. Setelah memakan waktu sekitar dua jam, akhirnya Indi selesai dengan riasannya dan baju pengantinnya. Sekarang dia sedang menunggu untuk acara inti.


"Waahh, lo cantik banget Ndi," kata Sinta terpukau.


"Gue keringetan Sin, gugup banget," kata Indi menggenggam tangannya erat.


Evan masuk ke ruangan Indi bersama Arini dan Mama Arya.


"Mama," teriak Evan, langsung mendekat ke arah Indi. "Mama cantik sekali."


"Terima kasih sayang, kamu juga ganteng pakai baju kaya' gitu," puji Indi. Evan memakai baju tuxedo seperti yang dipakai Arya.


Tidak lama ada orang yang mengetuk pintu ruangan Indi, dan mengatakan kalau semua sudah siap. Indi menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya.


"Kamu udah siap, Nak?" tanya Mama Arya.


"Udah Mah," kata Indi gugup.


Indi keluar ruangan diikuti oleh Sinta, Arini, Mama dan Evan. Semua tamu yang datang untuk menyaksikan acara ijab qobul Indi dan Arya langsung menengok ke arah Indi. Tatapan Arya tidak lepas dari calon istrinya itu.


"Waahh Bu Indi cantik banget ya, Bu," kata Jessi pada Andin.


"Biasanya juga cantik, tapi ini lebih terpancar ya Jess," kata Andin menimpali.


"Bener kata Bu Andin," jawab Jessi.


"Gue terharu," kata Dimas menyeka air mata bohongan.


"Lebay lo," timpal Ardi.


Semuanya diam dan tenang, saat penghulu memulai berbicara. Arya terlihat berwibawa, tapi sebenarnya dia gugup bukan main. Indi mencoba tersenyum ke arah Arya untuk menenangkan dirinya dan juga Arya. Setelah Pak Penghulu menjabat tangan Arya, dalam satu tarikan nafas Arya melafalkan ijab qobulnya.


"Saya terima, nikah dan kawinnya Indira Pertiwi binti Almarhum Bapak Heri Sudrajat dengan mas kawin tersebut, tunai," kata Arya mantap.

__ADS_1


"Bagaimana para saksi?" tanya sang Penghulu.


"Sah," kata saksi 1.


"Sah," kata saksi 2.


"Saaahhh," kata semua orang yang berada di situ.


Air mata langsung menetes tak terbendung dari mata Indi. Begitu banyak kebahagiaan yang pernah dia alami selama ini, namun momen kali ini benar-benar membuatnya terharu. Indi mencium tangan Arya untuk pertama kalinya sebagai seorang istri, Arya mengusap air mata Indi lembut dan mencium keningnya.


"Bu Andin, Jessi nangis nih," kata Jessi mengusap air matanya.


"Bukan kamu aja, aku juga Jess. Tuh lihat Pak Dimas juga terharu," kata Andin menunjuk Dimas yang sedang mengucek matanya.


"Gue kelilipan," kata Dimas menutupinya.


"Semoga Indi bahagia ya Di," kata Sinta pada Ardi, menyandarkan kepalanya di bahu Ardi.


"Pasti dia bahagia Ta, selanjutnya kita," kata Ardi menggenggam erat tangan Sinta.


"Lo mesra-mesraan 'gak lihat tempat, bro," kata Dimas.


"Sirik lo," kata Ardi tertawa.


Setelah selesai pengurusan berkas pernikahan, dan Pak Penghulu sudah pergi, acara dilanjutkan. Evan langsung berlari ke arah Indi dan Arya.


"Makasih sayang, sekarang keluarga kita lengkap lagi," kata Indi meneteskan air mata lagi.


"Mama kok nangis?" tanya Evan.


"Ini air mata bahagia sayang," kata Indi mencium pipi Evan.


"Papa," panggil Evan pada Arya. Indi dan Arya sontak kaget mendengarnya. Terlebih Arya, dia benar-benar merasakan bahagianya mendengar panggilan Papa untuknya.


"Kamu panggil Om Arya apa?" tanya Arya meyakinkan diri.


"Papa," jawab Evan. "Sekarang kan Om, papanya Evan," kata Evan polos.


Arya langsung menggendong Evan dan menciuminya.


"Makasih ya sayang," kata Arya, lalu membawa Indi ke dalam pelukannya.


Satu per satu tamu mengucapkan selamat kepada Indi dan Arya. Ada yang terlihat kaget karena ternyata istri seorang Arya Wijaya sudah mempunyai anak, tetapi ada juga yang kagum dengan pilihan Arya.


"Selamat Bu Indi, Pak Arya," kata Jessi si ratu heboh. "Hai anak ganteng, main sama kakak yuk," sapa Jessi pada Evan. Teman kerja Indi sudah tahu kalau Indi punya anak, hanya baru melihat anaknya pada hari ini.


"Nanti ya Kak, Evan mau nemenin Mama sama Papa dulu," jawab Evan.

__ADS_1


"Auuwww pinter banget sih kamu," kata Jessi mencubit pipi Evan gemas.


"Bisa gantian 'gak, yang antri banyak nih," kata Dimas kesal. Jessi hanya memeletkan lidahnya.


"Selamat ya Bro, akhirnya nikah juga," kata Dimas pada Arya.


"Tinggal lo aja ya yang masih jomblo," ledek Arya.


"Udah jangan dilanjut, gue dibully terus," kata Dimas langsung ngeluyur pergi dari atas panggung pelaminan. Yang lainnya tertawa melihat tingkah Dimas.


"Selamat ya Ndi, Pak Arya, semoga bahagia selalu dan cepat beri adik buat Evan," kata Ardi.


"Selamat Pak Arya, bestie, semoga langgeng selamanya," kata Sinta memeluk Indi.


"Makasih ya kalian berdua, cepat nyusul," kata Indi pada Sinta dan Ardi. Sinta dan Ardi hanya tersenyum.


"Selamat Pak Arya, Bu Indi, bahagia selalu," kata Andin, Shinta dan Mila.


Acara ucapan selamat kepada kedua mempelai berlanjut sampai sore hari. Evan sudah berlarian kesana sini dan bermain bersama Arini dan Jessi.


"Kamu capek?" tanya Arya pada Indi.


"Sedikit, tapi 'gak seberapa dengan bahagianya," kata Indi tersenyum. Arya mengecup tangan Indi singkat.


"Wah anak Papa udah punya istri aja," kata Papa memberikan Indi dan Arya selamat.


"Bahagia selalu ya Nak, cepat kasih Mama dan Papa cucu lagi," kata Mama memeluk Indi dan Arya.


"Ini hadiah pernikahan kalian dari Papa sama Mama," kata Papa memberikan sebuah amplop.


"Waahh, kita 'gak perlu beli rumah sayang," kata Arya memperlihatkan isi ampopnya. Sebuah kunci rumah beserta sertifikatnya.


"Makasih Mah, Pah, kalian semua kado terindah buat Indi dan Evan," kata Indi tersenyum sambil meneteskan air mata.


"Sshh udah jangan nangis, nanti riasannya luntur," kata Mama mengusap punggung Indi.


"Ini waterproof Mah," kata Indi tertawa di sela tangisnya. Semua ikut tertawa.


"Mama sama Papa mau ajak Evan istirahat ya, takut Evan capek," kata Mama lalu menghampiri Evan.


"Aku benar-benar beruntung bisa ketemu kamu Ar," kata Indi menggenggam erat tangan Arya.


"Aku juga begitu sayang, mulai sekarang cobalah panggil suamimu ini dengan sebutan sayang atau baby mungkin," kata Arya mengerlingkan matanya.


"Iya akan aku coba ya, By," kata Indi memalingkan wajahnya malu.


Kini, Indi bisa memberikan keluarga yang lengkap untuk Evan. Dia juga bisa lebih membahagiakan Evan kelak. Dan memberikan kasih sayang yang lengkap untuk Evan.

__ADS_1


__ADS_2