My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 97 : Malam yang Panjang


__ADS_3

"Aku menginginkanmu malam ini, sayang," bisik Arya di telinga Indi menggodanya.


Indi memejamkan matanya dan tersenyum mendengar kata-kata Arya.


Memang benar, sudah lama sejak terakhir kali mereka bermesraan. Indi pun merasakan hal yang sama dengan Arya. Menginginkan hal yang lebih malam ini. Bukan hanya sekedar ciuman romantis.


"Kita tunggu semuanya pulang dulu sayang, masih ada mama dan papa di luar."


Indi dengan sengaja menelusuri dada bidang Arya dengan jari telunjuknya dan memainkannya di sana. Arya memejamkan matanya menikmati sensasi yang dibuat oleh permainan Indi. Tidak tahan dengan itu semua, Arya langsung menahan tengkuk Indi dan mencium bibirnya dengan rakus. Perlahan ciumannya berubah menjadi luma*an. Indi mende*ah disela ciumannya yang panas. Membuat gair*h Arya semakin meningkat.


"****, aku udah gak tahan sayang," ucap Arya dengan mata sayu.


"Tapi di luar masih ramai, sayang." Indi mencoba menghentikan Arya yang hendak membuka baju atasannya.


Belum sampai terbuka, di pintu terdengar suara ketukan. Indi tersenyum melihat raut wajah kecewa Arya yang tercampur dengan wajah terang*angnya.


"Aku keluar dulu," ucap Indi lalu mencium sekilas bibir Arya.


Indi keluar ruang kerja Arya, setelah merapikan sedikit bajunya yang terkoyak karena ciuman panas tadi.


Vania sudah berdiri di depan pintu dengan wajah mengantuknya.


"Kenapa sayang?" tanya Indi lembut.


"Vania dan Vano kangen sama Mama, mau tidur ditemenin Mama." Vania menguap untuk kesekian kalinya.


"Oke deh, ayo kita tidur. Kak Evan sama siapa?"


"Sama Tante Arin dan Om Dimas, Nenek dan Kakek udah pulang duluan."


Indi merasa tidak enak sendiri karena tidak mengetahui orang tua Arya pulang ke rumah. Dia juga tersenyum mengingat ulahnya tadi yang telah membangunkan macan tidur.

__ADS_1


Setelah menidurkan Vania dan Vano di kamar Vania, Indi keluar untuk menemui Arini dan Dimas. Indi melihat Evan masih asyik mengobrol dengan keduanya.


"Udah cukup untuk hari ini, Evan harus istirahat dulu," ucap Indi tegas.


"Kak Indi pelit," gerutu Arini.


"Kamu juga harus banyak istirahat sayangku. Supaya bayinya sehat, juga ibunya." Indi mengacak rambut Arini.


Dimas mengajak Arini pulang dan berpamitan pada Indi dan Evan. Dengan berat hati, Arini mengikuti ajakan suaminya. Evan mencium pipi sang tante tercinta untuk menyenangkan hatinya.


"Besok bisa ke sini lagi, Tante," ucap Evan membesarkan hati Arini.


Arini pun tersenyum dan pulang dengan senang hati. Indi melihat Arya masih belum keluar dari ruang kerjanya.


Indi membawa Evan masuk ke kamarnya dan membantunya naik ke atas tempat tidur.


"Evan bisa sendiri Mah," ucap Evan tersenyum.


"Iya mama tahu, kamu anak yang kuat. Istirahat ya, biar besok lebih sehat lagi." Indi tersenyum lalu mencium kening Evan.


Indi menghela nafas lega melihat anaknya sudah pulang dari rumah sakit dan terlihat sehat kembali.


Arya keluar dari ruang kerjanya dan melihat Indi berjalan menuju kamarnya. Arya langsung mengikuti Indi dan mengunci pintu begitu masuk ke dalam kamar mereka.


"Sayang, aku pikir masih di ruang kerja," ucap Indi kaget.


"Ayo kita selesaikan yang tadi, sayang. Aku udah gak kuat."


Arya mengangkat tubuh Indi ala bridal style sambil mencium bibir Indi. Perlahan, Arya meletakkan tubuh Indi di atas kasur tanpa melepaskan ciumannya. Arya naik ke atas tubuh Indi dan menjelajahi wajah cantik istrinya itu dengan jari tangan.


"Kamu cantik sekali sayang." Arya menggoda setelah melepaskan ciumannya.

__ADS_1


Indi hanya tersenyum dan tersipu malu mendengar pujian sang suami.


Arya menciumi setiap inci wajah Indi dengan lembut dan intens sambil tangannya melepaskan baju yang dikenakan oleh Indi. Ciumannya turun ke leher dan terus turun sampai di tempat favorit Arya, payu*ara Indi.


"Hhmmm ...," satu desa*an keluar dari mulut Indi.


Mendengar itu Arya langsung bertambah gair*hnya dan melu*at kasar payu*ara Indi.


Desa*an Indi meluncur begitu saja dan membuat Arya semakin panas. Dia sudah tidak bisa menahan gai*ahnya lagi. Dengan cepat dia memasukkan miliknya ke dalam milik Indi. Penyatuan mereka yang pertama kali setelah sekian lama, membuat keduanya bermain dengan sedikit kasar dan menggebu.


Arya belum merasa puas setelah pencapaiannya yang kedua kalinya. Indi hanya bisa menikmati semuanya dengan pasrah dan senyuman. Walaupun sudah mempunyai tiga anak, Indi tetap menyukai permainan Arya yang setiap kali membuatnya melayang.


Setelah pencapaiannya yang ketiga kali, Indi menutup matanya lelah. Arya menciumi wajah Indi dan berakhir luma*an di bibir Indi yang sedikit membengkak.


"Terima kasih sayang, good night. I love you," ucap Arya lalu mengikuti Indi ke alam mimpi.


.


.


NOTE :


oke, cukup untuk adegannya dears 🤭❤ jangan lupa tinggalkan jejak.


sambil nunggu up lagi, intip karya teman author ya dears.


Judul : Jerat Hasrat Sang CEO


Author : teh ijo


Blurb :

__ADS_1


Kerena tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, Daisy memilih kabur tepat di hari pernikahannya berlangsung. Namun, karena calon suami Daisy adalah orang yang berkuasa maka mereka mampu menemukan keberadaan Daisy. Daisy Quuereen : Jika aku hanya ingin kamu jadikan pelayanan di rumah mu, kenapa kamu harus menikahi ku? Excel Word : Kerena aku ingin mengikatmu dan membuatmu menderita hingga ma-ti perlahan. Daisy Quuereen : Jika kamu ingin aku mati, bunuh saja aku sekarang! Mampukah Daisy melewati hari-hari dalam genggaman Excel?



__ADS_2