My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 84 : Disekap


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu sejak Jacelyn tidak ditemukan dimanapun. David terus mengikuti Calista tapi dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Dia juga melepaskan drone untuk melihat dan mendengar lebih dekat dan jelas tetapi Calista tidak pernah berbicara tentang Jacelyn.


"Pah, gimana Jacelyn? Evan takut terjadi apa-apa sama dia," ucap Evan begitu gelisah.


"Jacelyn pasti baik-baik aja, dia anak yang kuat," kata Arya menenangkan Evan.


Arya tidak memberitahu Evan kalau dia berpikir Jacelyn ada bersama dengan Calista. Kalau Arya memberitahu Evan, pasti Evan akan langsung mencarinya sendiri. Dan Arya tidak mau terjadi apa-apa pada Evan.


"Udah dua hari Pah, kita gak tahu gimana nasib Jacelyn." Evan begitu khawatir dengan keadaan Jacelyn.


"Nanti Papa cari lagi dengan om Dimas, kamu tenang aja."


Arya memberitahu Dimas untuk bersiap-siap ke rumah Calista. Mereka akan langsung bertanya pada Calista tentang Jacelyn. Arya meminta ijin pada Indi dan sudah diperbolehkan dengan syarat tidak sendirian menemui Calista.


Di rumah yang tak berpenghuni di pinggiran kota, Jacelyn disekap oleh anak buah Calista. Selama dua hari ini dia dibiarkan kelaparan tanpa diberi makanan satu suap pun. Jacelyn merasa tubuhnya lemah tak berdaya, untuk membuka mata pun dia tidak bisa.


"Ya Tuhan, apakah ini akhir hidupku? Kalau memang benar, biarkan aku bertemu sekali lagi dengan orang-orang yang sudah baik terhadapku. Aku ingin mengucapkan terima kasih," ucap batin Jacelyn. Dan air mata mengalir dari matanya yang tertutup.


"Bagaimana keadaan anak itu?" tanya seorang pria terhadap sang penjaga Jacelyn.


"Tidak tahu Boss, Nona besar tidak menyuruh apa-apa. Terakhir dua hari yang lalu, suruh bawa ke sini dan diberi pelajaran sedikit." Sang penjaga menerangkan.


"Buka pintunya!" perintah pria tersebut yang sepertinya Boss di rumah itu.


Setelah dibukakan pintu, Boss itu masuk dan melihat keadaan Jacelyn. Wajahnya memar, tubuhnya juga tampak kebiru-biruan. Pria tersebut mendekat dan memeriksa Jacelyn. Betapa kagetnya dia karena badan Jacelyn panas tinggi dan kesadarannya mulai menurun.


"Apa kalian tidak mengecek anak ini?" teriak sang Boss.


"Ti, tidak boss, saya hanya disuruh menjaga pintu saja," ucap sang penjaga.


"Kalian tidak punya perasaan, saya akan membawa anak ini ke rumah sakit," ucap sang Boss lalu menggendong Jacelyn ala bridal style.


"Tapi Boss, kalau nona besar tahu pasti akan mengamuk," kata sang penjaga.


"Saya yang akan bertanggung jawab." Pria tersebut langsung pergi membawa Jacelyn ke rumah sakit.


Sang penjaga hanya menatap dengan ketakutan. Dia tidak mau disalahkan oleh anak buah nona besar, dia langsung pergi meninggalkan rumah tersebut.


Arya dan Dimas telah berada di rumah Calista selama satu jam. Tetapi Calista belum juga terlihat di rumahnya. David bilang dia dari rumah sakit tetapi sampai sekarang belum juga sampai di rumah. Dan David kehilangan jejak Calista.


"Kemana kira-kira perginya Calista?" tanya Dimas.

__ADS_1


"Menurut gue dia ke tempat dimana Jacelyn berada. Kalau saja David tidak kehilangan jejaknya, kita pasti sudah bisa menemukan Jacelyn," ucap Arya menyugar rambutnya kasar.


"Sepertinya Calista udah tahu kalau dia dibuntuti Kak," tebak Dimas.


"Gue juga berpikir begitu, karena sekarang dia sangat hati-hati dalam bertindak."


"Terus kita mau tetap nunggu di sini atau gimana?" tanya Dimas mulai jengah.


"Kita pulang dulu, biar David yang berjaga di sini. Kalau Calista udah pulang kita langsung meluncur ke sini," kata Arya lalu pergi meninggalkan rumah Calista bersama Dimas.


Dimas menelepon David untuk berjaga di rumah Calista. Arya ingin langsung menyelesaikan masalah Jacelyn hari ini juga dengan Calista.


Sampainya di rumah, Arya langsung diberondong pertanyaan oleh Evan.


"Gimana Pah Jacelyn, apa udah ketemu? Apa udah tahu dimana dia sekarang? Bagaimana keadaannya Pah?" Evan bertanya berturut-turut.


"Maaf Van, papa belum bisa menemukan Jacelyn. Tapi papa janji, hari ini juga Papa akan tahu dimana Jacelyn berada," ucap Arya membuat Evan menemukan harapan.


"Janji ya Pah, Evan tunggu kabarnya."


"Apa segitu khawatirnya kamu sama Jacelyn sayang?" tanya Indi pada anak sulungnya.


"Evan mimpi buruk Mah. Evan mimpi Jacelyn gak akan kembali lagi," ucap Evan lirih.


"Mimpinya kaya firasat gitu Mah."


"Kak Evan lebay," celetuk Vania yang jengah melihat kakaknya terlalu khawatir dengan Jacelyn.


"Diem kamu bocil," seru Evan yang membuat Vania tertawa.


"Baru kali ini kak Evan begini ya Mah," ucap Vania tersenyum geli.


"Kak Evan udah beranjak dewasa sayang, jadinya begitu. Walaupun tetap gak boleh pacaran dulu ya," ucap Indi tegas. Tetap dengan keputusannya untuk Evan tidak boleh pacaran sampai nanti kuliah.


"Terserah mama, yang penting Jacelyn ketemu." Evan menghela nafas dalam.


"Semoga lo baik-baik aja Jace," doa Evan dalam hati.


Di rumah sakit, seorang pria sedang menemani perempuan kecil yang tadi dia bawa untuk dirawat karena keadaannya yang memprihatinkan. Perempuan kecil itu adalah Jacelyn. Pria itu merasa iba dengan keadaan Jacelyn. Walaupun dia juga bukan orang baik-baik, tetapi dia masih punya perasaan. Dia berniat akan bertanggung jawab akan Jacelyn.


"Boss, nona besar menanyakan keadaan dia," kata anak buahnya sambil menunjuk ke arah Jacelyn.

__ADS_1


"Bilang saja sudah mati karena dua hari disekap tanpa diberi makan," jawab pria tersebut.


"Tapi Boss ...," kalimat anak buahnya tidak diteruskan karena mendapat pelototan tajam dari sang Boss.


"Aku yang akan bertanggung jawab atas dirinya mulai sekarang. Kalian juga harus menjaganya dan tidak boleh ada yang tahu keberadaannya," ucap pria tersebut memberikan titahnya.


"Baik Boss," ucap anak buahnya mantap.


Calista merasa kesal dan marah karena tidak menemukan Jacelyn di rumah tempat dia menyekapnya. Orang yang menjaganya bilang dia dibawa oleh Bossnya. Saat Calista hendak menelepon Boss tersebut, anak buahnya melapor pada Calista.


"Nona besar, ada berita dari boss katanya anak yang kemarin disekap sudah mati," kata anak buah itu dengan lantang.


"Apa, mati? Yang benar saja." Calista tidak percaya begitu saja.


"Benar nona besar, kemarin anak itu badannya panas sangat tinggi. Dia tidak diberi makan selama dua hari setelah diberi pelajaran waktu itu," ucap sang penjaga.


"Aarrgghhh, dasar g*blok kalian semua. Menjaga anak seperti itu saja tidak becus." Calista benar-benar emosi dan bingung.


Dia tidak berniat membunuh Jacelyn, hanya sedikit memberi pelajaran supaya Jacelyn menuruti lagi semua perintahnya.


"Kalian urus semua itu dengan boss kalian, saya tidak ada urusan lagi."


Calista langsung pergi dari rumah itu diikuti oleh anak buahnya. Anak buah pria itu langsung melapor kepada bossnya dan pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Aku akan merawat kamu mulai sekarang," ucap pria yang sedang menunggu Jacelyn di rumah sakit.


.


.


.


NOTE :


sambil nunggu up, baca juga novel karya teman author ya.


Judul : Mr. Arogant


Author : Rahayu Ningtiyas Bunga Kinanti


Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?



__ADS_2