My Boss My Berondong

My Boss My Berondong
Bab 28 : Kejutan Lagi


__ADS_3

"Ayo, ikut aku," ajak Arya pada Indi, setelah mengantar Evan ke rumah. Arya sudah meminta ijin pada Evan, untuk membawa Mamanya jalan-jalan alias nge-date. Indi sudah meminta Nina, untuk menemani Evan.


"Mau kemana kita Ar?" tanya Indi penasaran.


"Rahasia dong sayang, nanti 'gak surprise lagi." Arya menjawab sambil mengerlingkan matanya.


"Tapi jangan aneh-aneh ya," kata Indi, sedikit takut Arya akan menjahilinya.


"Gak lah sayang, aneh apa sih." Arya tersenyum mendengar kata-kata Indi.


Arya menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat di luar kota, karena ingin bertemu dengan Indi. Sekarang, Arya dan Indi dalam perjalanan ke tempat yang sudah disiapkan oleh Arya.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya Arya dan Indi sampai di sebuah restoran pinggir pantai.


Arya sudah menutup mata Indi dengan kain, karena Arya tidak mau Indi melihat kejutan yang disiapkan Arya.


"Kenapa harus tutup mata sih?" tanya Indi penasaran.


"Biar lebih greget sayang," kata Arya menuntun Indi jalan. "Hati-hati jalannya sayang."


Indi berjalan dengan pelan mengikuti Arya. Indi begitu penasaran dengan apa yang sudah disiapkan oleh Arya.


"Sudah sampai sayang," Arya membuka penutup mata Indi, dan memperlihatkan meja makan dengan lilin-lilin indah, serta bunga sebagai penambah kesan romantis. Di belakangnya view langsung menghadap ke pantai, disertai suara deburan ombak yang menambah suasana lebih romantis.


"Arya ...," kata-kata Indi tidak terselesaikan karena begitu kagetnya dia, dengan kejutan yang diberikan oleh Arya. Arya memeluk Indi dari belakang.


"Suka 'gak?" tanya Arya, meletakkan dagunya di bahu Indi.


"Suka banget, makasih ya sayang," kata Indi memanggil Arya dengan sebutan 'sayang'.


"Tumben panggil 'sayang'," ledek Arya.


"Ya udah, kalau 'gak mau dipanggil sayang," kata Indi merajuk.


"Aku suka, kamu panggil sayang." Arya mencium pipi Indi.


"Mmm, kapan kita makan Ar?" tanya Indi, sedikit merasa lapar.


"Hahaha, ayo kita makan. Kamu udah lapar ya?" tanya Arya, dengan sedikit tertawa.


Arya mengajak Indi untuk duduk, dan menikmati makanan yang sudah disiapkan Arya. Selain makan malam ini, Arya masih mempunyai kejutan yang lain.


"Makasih ya Ar, udah kasih aku makan malam romantis," kata Indi.


"Apapun, yang buat kamu bahagia sayang," kata Arya, membuat pipi Indi memanas.

__ADS_1


Setelah Indi dan Arya selesai makan malam, Arya mengajak Indi berjalan di tepi pantai dekat restaurant. Arya memeluk pinggang Indi dan menghadapkan Indi padanya.


"Aku punya satu kejutan lagi buat kamu," kata Arya, menatap mata Indi intens.


Syyuunng...pretak..pretek...duuaarrr...syuuung...duaarr


Tiba-tiba suara kembang api membahana di atas kepala Indi. Indi langsung mendongak ke langit, dan melihat betapa indahnya kembang api itu.


"Waahh, bagus banget Ar," kata Indi, tak melepaskan tatapannya dari langit


"Indi," panggil Arya, sambil berlutut di samping Indi.


Indi menengok, dan mendapati Arya tengah berlutut sambil memperlihatkan sebuah kotak, yang di dalamnya terdapat cincin berlian.


"Arya?" Indi bertanya kaget.


"Indi, will you marry me?" tanya Arya mantap.


Indi menutup mulutnya kaget dan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Ar, kamu?" Indi benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.


"Aku tidak akan memaksa kita menikah cepat, tapi aku ingin mengikat kamu, dan menjadikanmu calon istriku," kata Arya meyakinkan Indi.


"Indi," panggil Arya, menyadarkan Indi. "Gimana, maukah kamu menjadi calon istriku, pendamping hidupku?" tanya Arya sekali lagi.


Indi hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan air mata langsung jatuh ke pipinya. Arya memakaikan cincin di jari Indi, lalu mengusap air mata Indi.


"Makasih ya sayang, makasih udah mau terima aku." Arya memeluk Indi singkat, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Indi dan menciumnya lembut. Indi mengalungkan tangannya ke leher Arya. Ciuman Arya berubah menjadi lum*tan dan lidah Arya bergerak lincah di dalam mulut Indi. Indi menepuk pelan pundak Arya, dan Arya melepaskan ciumannya.


"Haahh." Indi menarik udara dalam-dalam untuk mengisi oksigen lagi.


"I love you, Indi." Arya mengusap bibir Indi yang basah dan sedikit bengkak.


"I love you too, Arya," balas Indi, lalu mengecup singkat bibir Arya.


"Sial, gue pengen lebih," batin Arya.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Indi, melihat perubahan raut wajah Arya.


"Gak apa sayang, aku mau kamu," kata Arya dengan suara dalamnya.


"Iiisshhh, pikiran kamu harus dicuci," kata Indi mencubit perut Arya.


"Tapi, beneran Ndi. Aku pengen kamu," kata Arya memeluk Indi manja.

__ADS_1


"Sabar ya sayangku, tunggu nikah dulu." Indi tahu apa yang dimaksud Arya. Karena dia juga bukan perempuan yang polos, apalagi dia perempuan yang sudah berpengalaman.


Indi mencium lembut bibir Arya, ketika dia hendak melepaskannya, Arya menekan tengkuk Indi dan melu*at bibir Indi. Indi membalas dengan membuka mulutnya dan membiarkan Arya memainkan lidahnya di dalam mulut Indi.


"Mmhhmm," satu de**han lolos dari mulut Indi.


Arya langsung melepaskan tautannya, dan memeluk Indi dengan nafas memburu.


"Sial, aku 'gak kuat," batin Arya, mencoba menetralkan keinginannya untuk menerjang Indi.


"Kalau kamu udah siap menikah lagi, langsung kabari aku ya Ndi. Aku benar-benar mau kamu," kata Arya, mencium lembut leher Indi.


"Iya, Ar. Kamu sabar ya." Indi menjawab dengan menutup matanya, di dalam hatinya dia juga menginginkan hal itu. Apalagi sudah lama Indi tidak merasakannya. Dan karena Arya, Indi merasakan lagi keinginan itu.


"Jalan lagi yuk, nikmatin angin malam di pantai," ajak Arya menggandeng tangan Indi.


Indi mengangguk sambil tersenyum, dia masih harus menetralkan gejolak yang tadi sempat muncul, ketika Arya begitu pintarnya memainkan lidah di dalam mulutnya.


Indi dan Arya berjalan bergandengan sambil menikmati angin dan menata kembali perasaan masing-masing. Tidak dipungkiri, keduanya mempunyai keinginan yang sama. Tapi mereka tidak mau melakukan kesalahan.


Di depan rumah Indi.


"Makasih ya sayang, udah buat aku bahagia malam ini," kata Indi, bergelayut manja di lengan Arya.


"Tumben banget bisa manja Ndi?" ledek Arya.


"Kamu mah gitu, ya udah sana pulang," kata Indi ketus sambil menghentakkan kakinya.


"Hahaha, lucu banget kamu sayang. Seorang Indi, bisa juga manja," kata Arya, mencubit hidung Indi.


"Gak akan manja lagi, udah malem sana pulang," kata Indi dingin.


"Marah nih yee, beneran nih aku pulang ya." Arya hendak melangkahkan kakinya, tapi langsung dicegat Indi dengan menarik tangan Arya.


"Masih kangen," kata Indi manja.


"Jangan bertingkah kaya gitu, kalau 'gak mau aku bawa ke kamar," kata Arya penuh penekanan.


Indi langsung merinding mendengar kata-kata Arya. Tapi Indi benar-benar masih ingin bersama Arya.


"Ya udah, hati-hati ya pulangnya. Besok, jalan-jalan lagi sama Evan," kata Indi memeluk singkat Arya, dan melambaikan tangan.


"Bye, sayang," pamit Arya, dan langsung masuk ke dalam mobilnya, lalu melajukan dengan kecepatan sedang.


Indi merasa hari ini seperti mimpi. Indi dilamar dengan suasana yang begitu romantis, dan dengan sikap Arya yang begitu hangat membuat hati Indi berbunga-bunga.

__ADS_1


__ADS_2