
Aktifitas Perusahaan kembali seperti biasa. Kesibukan di Pagi hari mulai di rasakan sedikit berbeda oleh Maxwell yang biasanya harus langsung ke ruang Meeting untuk memulai rutinitas Paginya tapi sekarang ia harus mengurus Baby kecil yang baru saja selesai Mandi.
"Cepat kesini!! Makananmu sudah siap!!"
Panggil Maxwell menata Tempat Makanan di atas Meja sementara ia sudah rapi dengan Stelan Kemeja Kerjanya duduk sejenak mengurus Bocah itu.
Tak mendapat jawaban dari Evelyne kecil, Maxwell langsung ingin berdiri tapi Tubuh mungil dengan senyum ceria itu sudah muncul berlari keluar dari Ruang Ganti.
"Pagi Dad!"
Sapa Evelyne tak lupa berhambur mendekati Maxwell seraya berjinjit melabuhkan kecupan hangatnya di Pipi mulus itu.
Maxwell yang sudah terbiasa hanya diam mengangkat ringan Evelyne duduk di sampingnya lalu memberikan Kotak Makanan Rumahan yang terlihat lezat. Semuanya tampak lengkap dari mulai sayuran, Nasi, Daging dan biji-bijian tak lupa segelas Susu Strawberry di atas meja.
"Makanlah!"
"Ice Cream Leen mana Dad?" tanya Evelyne mencari Produk itu diantara camilan sehat yang Maxwell sediakan.
"Ini masih Pagi!"
"Memangnya kenapa? Daddy biasanya memberikan Leen itu," gumam Evelyne seraya merenggut kesal dengan bibir yang dimanyunkan.
Maxwell yang tengah meminum segelas air Putih itu tampak menggeleng kecil tanda menolaknya.
"Lain kali saja."
"Nanti siang. Ya?" tawar Evelyne menunjukan mata bening polos yang mengerijab beberapa kali membuat helaan nafas Maxwell muncul segera menjentik kening Evelyne yang lagi-lagi merenggut.
"Daad!!"
"Habiskan Makananmu!" ujar Maxwell lalu berdiri mengambil Jas di pinggir Ranjang yang segera ia pakai. Pesonanya kembali bertambah dengan ketidakrelaan Evelyne jika Daddynya harus pergi dengan panorama setampan ini.
"Dad!"
"Hm."
"Daddy akan bertemu banyak orang lagi?" tanya Evelyne dengan mulut separuh penuh. Maxwell mengangguk merapikan Pakaian yang membalut tubuh kekarnya lalu melihat jam di pergelangan tangan.
Ini sudah saatnya ia masuk ke Ruang Meeting.
"Gregor dan Yello ada di luar! Jika butuh sesuatu jumpai mereka!"
"Siaap!!" jawab Evelyne memberi hormat. Ia memandangi Maxwell yang sudah berjalan keluar dari kamar membuat Evelyne seketika murung.
Tatapannya bergulir ke arah telapak tangannya dimana tadi Maxwell kembali mengobati luka ini.
"Kenapa setiap Leen bangun pasti terluka?" gumam Evelyne mulai heran. Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun bahkan ia pernah di tuduh membunuh salah satu anak di pemukiman sekitar Pura Goodness yang kala itu tengah memusuhinya.
"Mereka bilang Leen Monster. Leen tak makan manusia. Leen makan Sayur, Nasi dan Susu. Mereka sangat jahat."
Evelyne terlihat masih sedih dengan pandangan orang lain padanya. Ia ingin punya Teman tapi tak ada yang mau menjalin hubungan dengannya kecuali Sang Bubu.
"Apa Leen pergi ke Tempat Bubu saja? Tapi.. tapi Daddy masih sibuk," gumam Evelyne yang ingin mengunjungi Bubu-Nya.
Ini sudah hampir 1 Bulan lebih dan ia sangat merindukan Wanita itu.
"Jika Daddy tak bisa. Uncle Gregor dan Aunty Yello pasti bisa," imbuh Evelyne segera menghabiskan Makananya tanpa tersisa sedikit-pun.
Ia menegguk tandas gelas susu di atas meja lalu turun dari Kursi seraya berlari keluar kamar. Di ruangan kerja Maxwell tak ada satu Manusia-pun hingga Evlyne melanjutkan langkahnya ke luar Ruangan.
"Uncle!!"
Panggil Evelyne sedikit memekik ceria mengejutkan Gregor dan Yello yang tadi tengah memunggungi Pintu Ruangan.
"Pagii Uncle dan Aunty Yell!"
"Pagi Nona!" sapa keduanya segan. Seperti biasa senyum cantik Evelyne menambah kesan hangat di Pagi hari. Mereka ikut senang menemani masa-masa si kecil milik Tuannya itu.
"Nona butuh sesuatu?"
"Uncle! Leen mau bertemu Bubu. Bisa?" tanya Evelyne membuat Gregor dan Yello saling pandang.
__ADS_1
Mereka tahu Evelyne dari mana tapi tak mungkin bergerak tanpa perintah dan persetujuan Tuannya.
"Nona! Kita tunggu Tuan selesai dulu."
"Tapi itu lama, Uncle! Bisa saja sampai sore, Leen pasti akan tidur nanti," gumam Evelyne tahu jika ia suka tidur setiap Matahari terbenam di ufuk barat sana.
Mendengar itu Gregor dan Yello lagi-lagi menautkan pandangan. Ini terlalu beresiko apalagi tempat itu dekat dengan Pasar Gelap Brusell.
"Ayo temani Leen!"
"Nona! Tuan pasti marah jika kau pergi tanpa izinnya. Jangan membuat Tuan khawatir. Ya?" bujuk Gregor membuat Evelyne kembali mempertimbangkan keputusannya.
Ada benarnya juga. Nanti jika Daddy marah pasti tak akan mau bicara dengan Leen lagi. Itu tak bisa terjadi.
"Baiklah. Tunggu Daddy selesai baru Leen pergi!"
"Iya. Nona! Sebaiknya begitu," lega Gregor setidaknya bisa bernafas hari ini.
Karna juga bosan tak ada permainan apapun disini akhirnya Evelyne melanjutkan langkahnya pergi ke arah Lift ingin berkeliling lagi.
"Kita turun ke bawah!"
"Baik. Nona!"
Keduanya mengikuti Evelyne masuk ke dalam Lift dimana Yello langsung menekan Tombol Lift ke lantai dasar. Perusahaan bukan tempat bermain yang cocok untuk Evelyne yang sangat aktif.
"Uncle! kita cari musuh lagi nanti, ya?"
"A.. Nona! Itu terlalu berlebihan, Perusahaan tengah sibuk. Kita bisa menganggu mereka," jelas Gregor yang tak mau lagi bermain seperti itu.
"Kita mainnya di belakang. Bagaimana?"
"Baiklah!"
Jawab Gregor membuat Evelyne langsung berbinar. Ia tak sabar menunggu Lift ini terbuka hingga dalam beberapa saat kemudian benda ini membuka diri hingga pemandangan Lantai dasar yang seperti biasa cukup sibuk kembali terlihat.
Evelyne berjalan keluar di ikuti Gregor dan Yella yang menatap tajam beberapa Karyawan yang memandang Evelyne dengan guratan beragam. Semenjak kejadian pada Nona Muda Fernandez itu mereka jadi kebingungan.
Evelyne yang mengacuhkan mereka-pun tak ambil pusing. Yang jelas ia bermain pagi ini sampai pekerjaan Daddy-Nya selesai.
"Nona kecil!"
Evelyne terhenti kala ada yang memanggilnya dari belakang. Ia menoleh dengan tatapan menyipit ke arah Wanita bertubuh tinggi dengan rambut panjang dan mata hitam gelap yang tak asing.
"Nona kecil! Selamat pagi!"
Sapa Miss Oliver yang tadi ke sini karna ada urusan dengan Bisnis mereka. Ia dengan Asistennya yang bertubuh kecil pendek itu mendekat membuat Evelyne saling pandang dengan Gregor.
"Ada apa?"
"Kebetulan kita bertemu disini. Saya dengar Presdir juga tengah sibuk, apa kau mau menemaniku berkeliling Perusahaan?" tanya Miss Oliver tapi Gregor segera menyela.
"Kami ada urusan!" mengiring Evelyne pergi.
"A.. Hanya sebentar. Saya sangat mengagumimu," sambar Miss Oliver membuat langkah Evelyne terhenti. Tatapannya terlihat tenang tapi sedetik kemudian ia kembali memandang Miss Oliver yang sangat menginginkan ini.
"Hanya sebentar. Saya.. Membawa Ice Cream," menunjukan Paper-bag di tangan Asistennya yang mengangguki itu.
Sontak Yello ingin bicara kasar tapi mereka tersentak kala Evelyne sudah menyambar lebih dulu.
"Setujuu!!!"
"Nona! Kau.."
"Tenang saja. Leen hanya jalan-jalan sebentar," gumam Evelyne menepuk kecil lengan Gregor yang saling pandang dengan Yella untuk menghentikan ini.
Melihat hal itu Miss Oliver bergegas mengikuti Evelyne yang berjalan keluar Perusahaan sementara Asistennya memberikan Satu bungkus Ice Cream yang dengan penuh selera Evelyne terima.
"Di situ Kolam dan di sana ada Taman. Kau bisa berkeliling ketika kau bosan."
"Benarkah?" tanya Miss Oliver yang mendapat anggukan dari Evelyne. Bocah cantik ini sibuk menjilati Ice Cream-nya seraya mengiring Miss Oliver menuju Taman Samping Perusahaan.
__ADS_1
Untuk sesaat keduanya saling diam dimana Evelyne fokus pada Ice Creamnya dengan Yello dan Gregor siap siaga di belakang sana.
"Emm.. Apa kau Putrinya Presdir?"
"Iya. Kenapa?" tanya Evelyne ringan dan seadanya berjalan ke arah Kursi Taman.
Miss Oliver sangat canggung untuk menanyakan hal lain karna Evelyne terlihat asik dengan dirinya sendiri.
"Apa kalian sangat dekat?"
"Dekat. Daddy selalu menyiapkan makanan, memandikan Leen dan memakaikan baju Leen."
"Mereka terdengar seperti memang Ayah dan Anak,"
Batin Miss Oliver yang ingin mendekati mencari tahu hubungan Evelyne dan apa yang biasa di sukai Pria Tampan itu.
"Ehm.. Presdir biasanya menyukai hal seperti apa?"
"Daddy suka makan! Apalagi Ice Cream, dia sangat suka dengan itu," jawab Evelyne membuat dahi Miss Oliver menyeringit.
Tak ia sangka Pria tegas dan berkharisma seperti Maxwell menyukai hal seperti itu.
"Lalu? Apalagi yang dia sukai? a... Maksudku seperti Pakaian atau Makanan?"
"Em.."
Evelyne berpikir sejenak dengan Ice Cream di tangannya yang hampir ludes dalam sekejab.
"Daddy suka hal manis-manis. Seperti Kue dan Roti! Pokoknya Daddy suka makan."
"Begitu, ya?
Evelyne mengangguki hal itu. Ia menikmati makananya sampai Yello dan Gregor mendekat karna sudah merasa aneh dengan obrolan mereka.
" Apa Presdir suka.."
"Kupu-kupu. Daddy sangat suka!" sambar Evelyne membuat Miss Oliver mengulum senyum. Tak ia sangka Pria itu sangat romantis.
"Apa.."
"Waktumu habis. Tinggalkan Nona kecil kami sekarang!" tegas Gregor menghalangi Miss Oliver yang ingin lebih dekat lagi dengan Evelyne.
Karna dua pengawal Evelyne yang terlihat sangat tegas dan mengerikan, Miss Oliver akhirnya pasrah melangkah pergi bersama Asistennya.
"Nona! Apa yang dia bicarakan?"
"Dia bertanya apa yang Daddy suka," gumam Evelyne menjilati jari-jarinya yang masih ada lelehan coklat itu.
"Nona! Dia hanya memanfaatkan-mu. Dia.."
"Uncle tenang saja. Leen mau panen hari ini," gumam Evelyne tak sabar menerima bingkisan dari Miss Oliver.
Senyum puasnya muncul memandangi kepergian Wanita itu membuat Yello dan Gregor kebingungan.
"Nona! Maksudmu.."
"Uncle diam saja, ya? Jangan beritahu Daddy kalau Leen makan Ice Cram. Ya?" bujuk Evelyne dengan wajah memelasnya. Siapa yang akan bisa tahan akan wajah cantik dan mata bening abu menggemaskan ini menatap seperti itu.
"Uncle dan Aunty hanya perlu tutup mulut. Nanti kita makan sama-sama. Leen janji akan berbagi, janji!!"
Seketika Yello dan Gregor paham. Keduanya langsung menggeleng tak percaya Evelyne akan melakukan ini padahal tadi exspresi wajahnya terlihat serius.
"Nona! Kau luar biasa."
"Dia pikir Leen mau berbagi. Daddy hanya punya Leen, tak boleh di bagi lagi," tegas Evelyne semakin posesif. Ia sadar jika Daddy-nya terlalu mempesona sampai di incar banyak Buaya Betina di sekitarnya.
Namun sesaat kemudian Gregor mulai sadar jika ada yang tengah memantau mereka. Ia mengisyaratkan Yella untuk kembali membawa Evelyne masuk sementara ia memberi arahan pada anggota lain agar bergerak tanpa di sadari musuh.
...
...
__ADS_1
Vote and Like Sayang..