My Little Devil

My Little Devil
Kenapa jadi aku yang senang?


__ADS_3

Di tempat yang sama. Suasana Lobby seketika sunyi dan sangat hening tak ada suara Mobil atau keramaian yang tadi menggelegar disini.


Satu Mobil mewah yang dijaga Yello itu terlihat sangat khusus diantara Mobil-mobil lain yang tak di perbolehkan menyala karna ada Putri tidur yang harus di jaga di dalam sana.


Sesekali Yello melihat ke jendela Mobil memantau Evelyne yang tampak menggeliat karna sudah terlalu lama tidur sampai ia tak sadar akan dunia.


"Nona!" gumam Yello membuka Pintu Mobil kala Evelyne sudah membuka mata abu cantiknya. Wajah bantal ini terlihat sangat menggemaskan ditambah dengan mode linglung karna tidur di Mobil.


"Nona! Kau baik-baik saja? Kau butuh sesuatu?"


"Ini dimana?" gumam Evelyne serak khas bangun tidur. Rambutnya sudah acak-acakan tapi terlihat seperti Boneka Barbie dengan bibir mungil merah menguap lebar.


"Kita tengah ada di Pabrik utama Perusahaan. Nona!"


"Ehmm.. Dimana Tuan mu?" tanya Evelyne mengucek matanya lalu memakai Jas yang tadi ada di pahanya.


"Tuan ada di dalam. Kau bisa tidur kembali atau.."


"Aku mau keluar!" gumam Evelyne masih setengah sadar keluar dari Mobil. Cahaya mentari yang menusuk mata ini membuat Evelyne harus menyipitkan kelopak netra indahnya dan berjalan ke arah teras Gedung yang di jaga dua Keamanan.


Mereka menunduk kala Evelyne berjalan tanpa alas kaki disini dengan mata masih sayu-sayu mengamati Bangunan besar dan lebar ini.


"Nona! Tuan menyuruh-mu untuk menunggu di Mobil!"


"Aku mau berkeliling," jawab Evelyne mengeratkan Jas di tubuhnya lalu berjalan masuk ke dalam sana.


Melihat itu Yello tak tinggal diam. Ia mengikuti Evelyne seraya memberi pesan pada Gregor untuk mencari Sepatu untuk Nonanya.


"Nona! Sebaiknya tunggu sebentar sampai alas kaki-mu datang!"


"Tempatnya bagus!" gumam Evelyne tak menggubris Yello. Disini ada beberapa Staf yang bekerja tapi mereka saling pandang melihat Evelyne datang kesini.


"Aku tak asing dengan wajah cantiknya."


"Mungkin dia klien Presdir!"


Tebak mereka menyelidiki Evelyne yang hanya berjalan acuh memasuki Gedung besar ini. Walau menjadi objek perhatian karna tampilannya termasuk dalam kategori kelas atas tapi mereka juga salut karna walau dengan rambut acak-acakan dan kaki tanpa alas itu, ia masih saja mendominasi dari pada Wanita disini.


Atap Gedung ini sangat tinggi dan ada dua Lift di ujung sana. Lantai yang lebar dan banyaknya Staf di lantai pertama membuat Evelyne asik sendiri.


"Bawa aku ke atas!"


"Nona! Kau.."


"Cepatlah!" geram Evelyne hingga Yello pasrah menemani Evelyne masuk ke dalam Lift mengabaikan orang-orang di lantai bawah.


"Masuk kesini sangat mudah!"


"Itu hanya berlaku hanya untukmu. Nona!" jawab Yello mengulum senyum. Hal itu membuat dahi Evelyne mengkerut agak heran.


"Kenapa?"


"Penjaga di depan tahu jika Nona datang bersama Tuan! Jika tidak, mereka tak akan membiarkan siapapun masuk ke sini tanpa kartu kerja dan pengecekan identitas sejak di Pintu Gerbang besar di depan," jelas Yello membuat Evelyne mangut-mangut mengerti.


Saat Lift terbuka hal yang pertama Evelyne lihat adalah lantai besi seperti Markas Maxwell yang ada di Bukit dulu. Semua disini berlapis baja dan terdengar suara ramai di balik dinding-dinding baja ini.


"Ini tempat apa?"


"Ini tempat untuk memeriksa bagian-bagian Mobil yang siap di pasang!" jawab Yello mengiring Evelyne keluar untuk pergi menuju Pagar pembatas di ujung sana. Mereka ada di lantai tengah dimana Evelyne bisa melihat pekerjaan para Karyawan di bawah sana.

__ADS_1


"Woww!" decah Evelyne kagum melihat banyaknya Mesin yang bekerja untuk memilah Ban dan kerangka Mobil dengan beberapa orang yang memakai pakaian khusus tengah mengatur tombol-tombol di Mesin yang berjalan.


Yello hanya tersenyum kecil membiarkan Evelyne mengamati proses penyiapan bahan ini. Tangan wanita itu terangkat menyentuh dinding kaca tebal murni yang ada di depannya dan benar saja, kaca ini sangat jernih sampai ia tak menyangka ada kaca di hadapannya.


"Aku pikir tadi tak ada kaca!"


"Ini untuk pengaman. Nona! Kita bisa menyaksikan semuanya disini tapi menjaga agar tak jatuh ke bawah. Hanya tipuan teknologi," jelas Yello dan Evelyne tak asing lagi dengan kecanggihan tempat ini.


Ia beralih ke area tangga di bagian bawah untuk pergi ke area lain. Yello menjelaskan semuanya sampai Evelyne sangat tertarik untuk melihat bagaimana benda ini di uji.


Alhasil Yello terpaksa membawa Evelyne ke Sirkuit pengujian di bagian paling belakang dimana sudah terdengar suara Mobil melaju dan bergesekan dengan aspal.


"Ini tempat untuk menguji Mobil-mobil tadi. Semuanya ada 4 jalur!"


"Kenapa seluas ini?!" gumam Evelyne memang tak pernah melihat hal ini sebelumnya. Ada Aspal hitam di bagian jalur pertama dan ada tanah coklat berair yang di gunakan untuk menguji Mobil yang berbeda jenis penggunaan.


Evelyne asik melihat Mobil-mobil yang di kemudikan dengan beberapa Staf penguji di depan sana. Ia sesekali berjalan mendekat tapi Yello menahannya agar tetap di area pembatas.


"Nona! Kau harus tetap disini."


"Aku ingin mencobanya," gumam Evelyne membuat Yello cemas tapi sayangnya wanita ini sudah meloncat ke arena Aspal ditengah Mobil-mobil yang melaju cukup kencang.


"Gantiaaaan!!!" teriak Evelyne enteng berjalan ke tengah aspal panas mengangkat kedua tangannya menghadang beberapa Staf yang akhirnya langsung banting Stir mengerem cepat hingga Mobil itu berputar indah dan sangat keren di mata Evelyne.


"Kau gila. Haaa???"


Maki seorang Pria muda yang memakai Helm keluar dari Mobil Sport ini. Ia mendekati Evelyne yang tak menghiraukannya yang jelas ia harus mencoba permainan ini


"Pergi dari sini! Ini bukan Cat Walk," ketusnya karna sudah jantungan melihat Evelyne menghadang maut. Ia berpikir jika Evelyne ada seorang Model nekat yang ingin mati sampai meloncat ke dalam Pagar pembatas.


"Ajari aku!"


"Ha? Kau siapa?" tanya Pria itu membuka Helmnya hingga wajah tirus dan rambut keriting pirang ini terlihat menatap heran Evelyne.


"Kau Model baru?"


"Aku suka bentuknya," gumam Evelyne mengacuhkan Lelaki Muda ini dengan berjalan mendekat ke arah Mobil.


Yello yang melihat itu segera menghubungi Tuannya karna Evelyne sudah tak bisa di kendalikan lagi.


"Jangan asal memeggangnya!!"


"Bagaimana cara kau melakukan hal seperti tadi?" tanya Evelyne menyentuh jendela Mobil dengan semangat dan penasaran.


Melihat itu Lelaki di belakangnya diam. Jika diamati dari dekat Evelyne jauh lebih cantik dan perkiraannya tadi.


"Kau Model baru?" berjalan mendekati Evelyne yang asik melihat-lihat benda ini.


"Aku ingin mencobanya!"


"Kau siapa?"


Mendengar Lelaki ini begitu ingin tahu tentangnya Evelyne langsung menarik kasar Helm itu dengan wajah ketusnya.


"Mulutmu berisik!"


"Hey!! Ini Mobil Perusahaan, jelas aku harus tahu kau siapa dan kenapa bisa disini?" sambar Pria itu membuat Evelyne membelo jengah.


Ia membuka Pintu Mobil lalu masuk dengan sesuka hati. Melihat itu Pria tadi segera ingin masuk ke dalam Mobil tapi sesaat kemudian bahunya di tarik kasar ke belakang.

__ADS_1


"Kauu..."


Ia yang tadi ingin membentak seketika pucat melihat Jirome yang sudah berdiri di belakangnya dengan Presdir Maxwell yang membeku seperti biasa.


"A.. Maaf. Presdir!"


Ucapnya segan segera menjauh dari Mobil. Tatapan dingin Maxwell membungkus Evelyne yang sudah duduk di kursi kemudi dengan kedua tangan memutar-mutar kemudi dengan senyuman kekanak-kanakannya sangat menggemaskan.


"Ayo ajari aku!!" pintanya tak sadar jika Maxwell sudah ada di sampingnya.


Saat tak ada jawaban apapun, Evelyne langsung menoleh tapi matanya segera melebar melihat wajah tampan beku Maxwell yang tampak mengeras.


"Aa.. Kau.."


"Turun!" tegas Maxwell membuatnya menelan ludah kasar. Ia beralih menatap tajam Yello yang seketika menunduk karna tak berani melihatnya.


Sialan ini sangat tak setia. Cih.


Umpat Evelyne membatin sampai ia pasrah di tarik kasar oleh Maxwell keluar dari Mobil yang tadi ingin ia coba.


"Pulang!"


"Ayolah, aku ingin mencobanya sekali saja!" rengek Evelyne kala Maxwell menariknya untuk pergi dari sini.


Mereka tengah jadi tontonan satu Tempat lebar ini dimana semua Staf pekerja tak lagi melakukan aktifitasnya dan hanya diam karna Tuan mereka sudah disini.


Benak yang bertanya-tanya, siapa wanita itu? Kenapa Presdir terlihat sangat memperhatikannya?


Hal itu tampak jelas di mata Pria barusan yang tadi sempat mengagumi Evelyne.


"Pulang!"


"Aku.. Aaa .. Ayolah! Hanya sebentar, aku mohon. Hm?" pintanya sampai memeluk pinggang Maxwell yang hanya diam tapi tak menolaknya


Perlakuan manja Evelyne padanya sangat membuat mereka terkejut tapi juga tak berani berkomentar.


"Ayolah! Aku mohon, aku mohon!" rengek Evelyne tapi Maxwell masih membatu. Alhasil tak punya cara lain lagi akhirnya mereka di kejutkan kala Evelyne mencium bibir Maxwell yang juga melebarkan matanya sesaat.


"Ummmuah!"


"K..kau.."


Maxwell tak bisa berkata apa-apa. Ada semrawut merah di pipinya membuat Jirome mengulum senyum kala Maxwell berusaha mengendalikan jantungnya yang berdebar didalam sana.


Ia jadi salah tingkah sendiri dengan mengalihkan wajah ke belakang dengan senyum tertahan tak di lihat siapapun.


"Boleh, ya? boleh boleh boleeh!!!" bujuk Evelyne lagi berusaha melihat wajah Maxwell yang terus menghindarinya.


"Ayolah! Aku.."


Tanpa banyak bicara Maxwell melangkah ke Mobil itu mempertahankan wajah datarnya padahal ada kupu-kupu yang mengitari dadanya


Melihat itu sontak Evelyne kegirangan berlari ke Pintu samping masuk bersama Maxwell yang terlihat mengambil nafas dalam karna ini terlalu membuatnya gila.


"Ayo!! Tunjukan kemampuanmu!" sorak Evelyne menepuk paha Maxwell yang memasang Salbelt ke perutnya tanpa mau menatap Evelyne yang bersorak di telinganya


Kenapa jadi aku yang senang?


Batin Maxwell merasa tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Ntah kenapa ia selalu hilang akal saat Evelyne memberinya ciuman.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2