My Little Devil

My Little Devil
Apa yang akan terjadi nanti?


__ADS_3

Setelah mendapati kenyataan tadi, Evelyne hanya bisa diam memanfaatkan Nyonya Meeiner untuk membantunya di Rumah Sakit.


Ia sadar jika ia tak paham soal hal seperti ini. Dengan adanya Nyonya Meeiner Evelyne jadi di permudah bahkan Wanita ini langsung memperkenalkannya dengan Dokter di Rumah Sakit yang pernah Evelyne datangi. Ia kenal Rumah Sakit ini termasuk Pria di hadapannya sekarang.


"Nyonya! ada yang bisa ku bantu?" tanya Dokter Karren pada Nyonya Meeiner yang memang juga mengenalnya.


Mereka sudah ada di ruangan Dokter Karren yang sesekali menatap penasaran Evelyne. Wanita bermasker ini sedari tadi memandangnya tajam bak musuh lama.


"Apa kau ingin menanyakan soal Nona Violet?"


"Bukan, itu akan ku bahas nanti dan bisa kau bantu untuk mengecek DNA seseorang?" tanya Nyonya Meeiner dengan khasnya yang ramah membuat Dokter Karren memperbaiki letak kacamatanya.


"DNA siapa?"


"Ini milik wanita ini!" jawab Nyonya Meeiner memeggang bahu Evelyne yang hanya diam tapi Sampel rambut itu sudah ada di dalam kertas yang disodorkan Nyonya Meeiner.


" Kalau boleh tahu dia siapa? Nyonya!"


"Temanku!" lugasnya tersenyum hangat pada Dokter Karren yang akhirnya tak lagi membahas Evelyne.


"Siapa nama orang yang ingin di lakukan pengetesan?"


"Siapa?" tanya Nyonya Meeiner meneruskan pertanyaan Dokter Karren pada Evelyne yang terdiam sejenak menatap dua Sampel di hadapannya.


"Yang rambutnya pendek itu Tua Bangka dan Rambut Panjang itu Kaki Empat."


"N..namanya?" gumam Dokter Karren agak tersenyum bingung tapi Nyonya Meeiner memberi isyarat agar tetap memakluminya.


"Berapa lama hasilnya bisa keluar?" tanya Evelyne menggebrak meja agak kasar karna terlalu buru-buru.


Hal itu menarik helaan nafas Dokter Karren yang beberapa kali memperbaiki kacamatanya.


"1 sampai 2 minggu kau bisa kembali ke sini!"


"Kenapa sangat lama? Bukankah kau ahlinya?" sarkas Evelyne sedikit kesal hingga Dokter Karren harus menebalkan kesabaran.


"Butuh banyak tahap dan ketelitian. Kau harus sabar menunggu untuk hasil yang pasti, mengerti?" Jelas Nyonya Meeiner lembut dan akhirnya Evelyne bermain peran dengan mengangguk saja.


Ia diam kala Nyonya Meeiner mulai membicarakan tentang Putrinya Violet yang masih dalam tahap pengawasan Dokter Karren.


"Bagaimana dengan Putriku? Bagaimana kondisinya?"


"Nona Violet akhir-akhir ini sulit di ajak komunikasi. Apalagi menurut pernyataan Tuan Marcello, Nona Violet jarang memakan obatnya. Nyonya!" jelas Dokter Karren apa adanya.


Nyonya Meeiner menghela nafas berat. Terlihat jelas ada kesedihan yang mendalam dan cemas tak kunjung reda di batinnya.


"Dia begitu ingin memiliki anak. Tapi, sebelum itu terjadi rahimnya sama sekali tak siap dan harus di angkat. Padahal Violet sangat ingin bahkan terus membicarakan hal itu setiap kami menelponnya."


"Nyonya tenang saja. Teruslah bersama Nona Violet apalagi Tuan Maxwell sangat di butuhkan oleh Nona!"


Jawaban Dokter Karren membuat kedua tangan Evelyne mengepal. Ia jelas tak suka dengan Violet dan sekarang ingin mendekatkan mereka di hadapan matanya.


Maxwell tak suka padanya!! Kau sendiri melihat hal itu-kan? Dokter palsu!!


Batin Evelyne memaki Dokter Karren yang merasakan hawa ketidaksukaan Evelyne padanya.


"Usahakan Tuan Maxwell selalu mendukung Nona dan meyakinkan dia jika bisa mengangkat anak dari Wanita lain," imbuhnya tapi agak heran karna kemaren ia tahu jika Maxwell sudah mengangkat seorang anak dan dimana dia?

__ADS_1


"Yah. Mereka sangat cocok dan aku yakin Maxwell bisa mendukung Violet dalam ..."


Brakkk..


Keduanya tersentak kala Evelyne menggebrak meja keras bahkan Laptop Dokter Karren langsung tertutup kasar karnanya. Nafas Evelyne memburu hebat melayangkan tatapan membunuh pada Dokter Karren.


"K...kau.."


"SEKALI LAGI KAU MEMBAHASNYA AKU AKAN MEMBUNUHMUU!!" bentak Evelyne membuat Nyonya Meeiner berdiri begitu juga Dokter Karren yang jantungan.


"Kau baik- baik saja?" lirih wanita itu memastikan Evelyne yang tengah emosi.


"Aku kesini untuk menyelesaikan masalahku. Bukan menemanimu membahas Putrimuu!! Paham?" geram Evelyne dan hal itu terdengar tak sopan apalagi ia bicara dengan Nyonya besar Fernandez.


Wajah wanita itu pucat dan merasa bersalah pada Evelyne yang segera berbalik pergi keluar ruangan ini.


"Heey!! Aku.. Aku tak bermaksud seperti itu!"


Evelyne hanya diam membanting Pintu keras sampai para Pengawal yang berdiri di luar sana terkejut melihat Evelyne keluar dengan Mode tak baik-baik saja.


Ntahlah. Evelyne merasa tak terima jika Maxwell di sandingkan dengan Violet si kaki empat itu. Kenapa semua orang menyukainya?


"Serasi dari mananya? Yang satu menjijikan dan satunya Idiot. Terbuat dari apa mata mereka?!" ketus Evelyne benar-benar tak bisa menahan diri.


Ia berjalan cepat menyusuri lantai ini seraya menuruni beberapa tangga lalu melewati para Suster yang membawa Pasien Rumah Sakit ke dalam.


Saat Evelyne ingin sampai ke lantai dasar Rumah Sakit tiba-tiba saja Evelyne merasa lapar. Ia lupa makan saat keluar dari Perusahaan tadi.


"Kalau tahu begini aku mencuri lebih banyak," gumamnya bertolak cepat dari Rumah Sakit.


"Dia tadi ke ruangan Dokter Karren! Sedari tadi mereka membicarakan tentang Sampel. Mungkin Nona Evelyne ingin melakukan tes DNA."


"Jangan sampai kau kehilangan jejak!"


"Baik!" jawab Yello tegas lalu melangkah keluar dari Rumah Sakit besar ini. Namun, dahinya berkerut kala tak lagi menemukan Evelyne yang tadi baru saja keluar dari sini.


"Siall! Aku kehilangannya," gumam Yello yang segera pergi mencari Evelyne.


Ia memakai pakaian serba hitam dan Topi, bisa saja anggota musuh tengah berkeliaran di Kota ini, Pikir Yello begitu.


Sementara orang yang ia maksud nyatanya masih ada di lingkungan Rumah Sakit. Evelyne tengah ada di Taman dengan mata tak berkedip mengamati serangga warna-warni yang hinggap di beberapa Kuntum bunga di dekatnya.


Tak ada rasa takut sama sekali tapi lebih ke penasaran.


"Jika di lihat-lihat mereka cukup menarik," gumam Evelyne tak merasa takut seperti dulu. Ia bahkan sampai mengulur tangannya ingin menyentuh sayap Serangga manis itu tapi sudah lebih dulu terbang dari hadapannya.


"Kau tak punya otak. Ha?" maki Evelyne kesal bukan main. Ia pindah ke Bunga satunya dan berusaha menangkap hewan-hewan itu sampai ditertawakan oleh beberapa anak yang memang juga ada di Taman yang sama.


"Jangan menertawakanku. Jeleek!!" maki Evelyne ingin melempar ranting di sampingnya tapi beberapa anak itu sudah lebih dulu pergi dengan menjulurkan lidahnya.


Sontak amarah Evelyne kian naik sampai menendang beberapa Pot bunga di dekat kakinya.


"Aku akan membunuh kaliaan!!" teriak Evelyne keras. Karna tak ada yang menanggapi akhirnya ia pasrah duduk di bangku taman seraya menghela nafas dalam.


"Sekarang aku harua mencari Surat Rumah itu. Tapi, aku lapar.. Ehmm!" decah Evelyne yang malas berjalan.


"Bagaimana caranya aku memberi tahu Max kalau misalkan hasil itu benar? Pasti dia akan sangat sedih."

__ADS_1


"Hasil apa?"


Evelyne tersentak kala ada yang bicara di belakangnya. Sontak Evelyne berdiri menatap tajam seorang Pria dengan kulit sawo matang dan tato di bagian lehernya.


Aku tak asing dengan Pria ini?


Evelyne menyipitkan mata penuh selidik memindai penampilan Pria berambut gondrong ini.


"Kauu.."


"Kau yang bersama Pria angkuh itu!" sela Dawson dengan seringaian yang sama.


Alhasil Evelyne langsung memasang wajah marah di balik Masker yang tak bisa menyembunyikan raut wajahnya.


"KAU INGIN MATI. HA?? COBA SAJA KAU GANGGU DIA!!"


Tekan Evelyne menjaga jarak dengan Dawson yang terkekeh kecil dengan khas seraknya.


"Kau terlalu percaya diri!"


"Terserah. Tapi, aku serius dengan ucapanku!" tegas Evelyne yang masih mempertahankan intonasi waktu itu.


Dawson diam. Dari tatapan netra indah yang tajam ini ia bisa melihat ketulusan Evelyne pada Maxwell.


Saat Evelyne ingin pergi tiba-tiba saja Dawson langsung ingin memeggang lengannya tapi Evelyne segera menghindar.


"Kauu..."


"Dia bukan Pria yang baik!" tekan Dawson ingin Evelyne meninggalkan Maxwell yang pasti akan sangat sakit karnanya.


"Kau yang jahat! Jangan mengatai hal buruk tentang Maxwell, walaupun dia kasar dan pemarah tapi setidaknya dia Pria yang tulus," tukas Evelyne lalu pergi meninggalkan Dawson untuk kesekian kalinya merasa panas.


Ia tak mengerti kenapa Maxwell begitu beruntung digemari banyak wanita?!


"Lihat saja. Akan ku buat dia membencimu!" umpat Dawson sudah tahu apa yang harus ia lakukan.


Nyatanya pertemuan Dawson dan Evelyne ditatap langsung oleh Yello yang jantungan karna sekarang Tuannya tengah menanyakan soal Evelyne yang tadi sempat menghilang.


"Kau menemukannya? Apa yang dia lakukan? Apa dia baik-baik saja?"


"T..tuan! Nona.."


Yello serba salah. Jika ia tak mengatakan ini maka nyawanya dalam bahaya tapi jika ia jujur maka Tuannya pasti akan marah besar.


"Kau masih hidup?"


"Tuan! Nona.."


"Katakan atau kau.."


"Dia bertemu Dawson!!"


Sambar Yello memejamkan matanya sampai terdengar suara pecahan barang di seberang sana. Ntah apa yang akan terjadi ia tak tahu harus berbuat apa?!


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2