PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
112. Curi Start?


__ADS_3

Zaki berharap mukanya tidak menampilkan ekspresi gugup karena ia tidak melakukan apa-apa. Namun tetap saja, ekspresi gugup dan resah tampil dengan sempurna di wajahnya. Terlihat sangat kikuk saat ia melangkah meninggalkan ranjang untuk menjauhi Cyra.


“Owalaaah… Nak Zaki, kok udah nyelusup masuk kamar Cyra aja?” tanya Andini dengan ekspresi heran. “Lusa ya masuk kamar Cyra-nya, jangan sekarang. Tenang aja, Tante dan suami udah restuin kamu sama Cyra, kok. Nggak usah buru-buru, loh. Ya ampun, ini kamar kenapa bisa sampe jadi berantakan gini?”


Astaga, apa maksud ucapan Tante Andini? Maksudnya Zaki dikira barusan punya niat nganu-nganu sama Cyra gitu sampai akhirnya kamar jadi berantakan begini? Muka Zaki memerah seketika. Tuduhan dahsyat itu langsung membuat Zaki jadi salah tingkah.


“Maaf Tan, Om, ini memang seburuk yang Tante kira.”


Eeeh… Akibat gagal fokus, grogi dan gugup, ucapan Zaki malah jadi belepotan. Lidahnya melenceng berasa keplintir. Kata-kata yang baru saja ia ucapkan tentu saaj justru menambah kesan buruk di pikiran Farhan dan Andini. Terbukti sepasang suami istri itu saling pandang dan kemudian melongo secara bersamaan.

__ADS_1


Sumpah, Zaki ingin sekali menaboki mulutnya akibat telah mengkhianati tuannya.


“Itu sebabnya Tante bilang sama kamu, kami udah merestuimu, jadi jangan terburu-buru kalau mau eng ing eng. Tunggu Cyra dihalalin, ya! Nanti kalau udah nikah, kalian bebas mau lempar-lemparan barang di kamar. Sekarang nggak boleh dulu,” ucap Andini membuat Zaki semakin kikuk.


Zaki merasa sangat tolol di hadapan kedua calon mertuanya itu. Jelas-jelas ia tidak melakukan kesalahan apapun, lantas kenapa ia kesulitan menjelaskan kejadian yang sebenarnya?


Zaki menoleh ke arah Cyra, berharap mendapat bantuan dari gadis itu untuk memberi penjelasan atas kesalahpahaman yang terjadi. Tapi Cyra terlihat sedang sibuk mengambil pakaian di dalam lemari lalu berlari ngibrit ke kamar mandi untuk segera mengenakannya.


“Tante salah paham, maksudku tuh aku dan Cyra nggak ngapa-ngapain, kok.” Zaki berusaha menjelaskan meski dengan muka memanas akibat tuduhan yang mematikan. “Tadi…”

__ADS_1


Ya udah, sekarang kamu pulang aja dulu. Biar Cyra ganti baju dulu,” potong Farhan sembari merangkul pundak Zaki dan membawanya keluar kamar Cyra. “Kamu tenang saja, seperti yang udah istri Om katakan tadi, Om Farhan dan istri udah kasih restu buat kamu dan Cyra, jadi kamu nggak usah sampai harus curi start. Tahan sebentar ya. Cyra kan juga masih sekolah, nanti kalau sudah lulus, terserah kalau kamu mau langsung nikahin Cyra.”


Nah, argumen dan saran yang diberikan Farhan jelas menunjukkan kalau pria itu tengah salah paham. Harus dimulai dari mana Zaki menjelaskan. Entah kenapa Zaki menjadi kehabisan kata-kata. Padahal jutaan kata telah terkumpul di otaknya menanti untuk dilontarkan, tapi nyatanya Zaki tidak bisa bicara apapun.


“Om, aku datang ke sini tadi untuk nolongin Cyra. Bukan untuk nganu-nganu seperti yang Tante Andini katakan tadi. Om dan Tante salah paham,” jelas Zaki. Batinnya bersorak hore karena ternyata lidahnya masih bisa bicara dengan lempeng.


“Sudah sudah. Om ngerti kok dengan kekecewaan kamu yang tadinya mengira tidak bisa memiliki Cyra. Kalian saling mencintai. Dan kami akan menjadi orang tua yang keliru saat membiarkan kalian yang saling mencintai ini terpisah. Tidak sepenuhnya salah kalian jika hal seperti tadi terjadi, kamilah yang harus bertanggung jawab atas semua ini. Karena kamilah yang menjadi penyebab terpisahnya hubungan dua sejoli yang saling mencintai.”


Zaki menggaruk caruknya yang tidak gatal. Ternyata penjelasannya tidak membuahkan hasil apa-apa, anggapan Farhan masih sama.

__ADS_1


TBC


KLIK LIKE DWONGS


__ADS_2