
Sampai akhirnya semua yang hadir mencicipi kue ulang tahun sambil minum dan bercanda tawa, Zaki masih pada posisinya. Dia memang tidak lagi sedang menelepon, tapi netranya masih fokus ke ponsel dengan jari-jari yang asik menggeser-geser layar ponselnya. Ia berdiri agak jauh dari orang-orang yang berkumpul.
Alfa memberikan kado pada Cyra, yang disambut dengan senyuman oleh Cyra.
Tak lama kemudian, Zaki mendekati Cyra dan memberikan sebuah kado dengan bungkus berwarna biru. Ukurannya tidak besar, juga tidak kecil. Mungkin isinya akan cukup untuk sebotol air mineral lima ribuan.
“Happy birth day. Ini kado untukmu,” ucap Zaki saat menyerahkan kado miliknya.
Cyra malah bengong menatap muka Zaki yang sedikit berbeda. Roman-romannya nggak enak banget. Tangan Cyra menerima kado tersebut.
Zaki balik badan dan sedikit menjauh beberapa langkah, menuju tepi kolam.
Cyra meletakkan kado di tempat kado-kado lainnya ia letakkan. Ia heran melihat tingkah Zaki yang mendadak berubah. Kenapa muka Zaki lempeng banget? Iiih… Zaki aneh.
Cyra berjalan menuju ke arah Zaki. Tapi naas, kakinya tregelincir akibat high heelsnya tidak bisa diajak kompromi. Tubuh Cyra miring dan bumi sepertinya semakin dekat dengan hidungnya. Lalu…
__ADS_1
Byuuurr….
Tubuh Cyra kecebur kolam.
“Cyra!” Zaki terkejut dan berlari menuju tempat dimana Cyra tejatuh, hendak ikut nyebur dan menolong gadis itu. Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat Alfa sudah lebih dulu nyemplung ke kolam dan meraih tubuh Cyra.
Zaki kalah selangkah.
Semua yang ada di sana berteriak, memanggil nama Cyra. Raut cemas menyemburat di wajah seluruh yang hadir. Namun mereka lega melihat Alfa yang berhasil membawa tubuh Cyra ke tepi, lalu mengangkatnya naik ke tepi kolam.
Cyra menggeleng-gelengkan kepala. Untung saja ia pandai berenang, juga tidak sempat meneguk banyak air kolam.
“Aw!” Cyra mengaduh saat berniat hendak berdiri dan merasakan pergelangan kakinya nyeri bukan main.
“Biar gue bantu.” Alfa memegangi tangan Cyra dan membantunya berdiri.
__ADS_1
Cyra melirik Zaki yang hanya diam di posisinya. Pria itu bahkan tidak melakukan apapun. Dia membiarkan Cyra berada dalam pertolongan Alfa. Apa nggak ada niatan Zaki buat ngegantiin Alfa dan menawarkan bantuan pada Cyra? Kenapa Zaki membiarkan semua itu terjadi tanpa ada tindakan sdikit pun dari dirinya?
Ya ampun, Zaki kenapa nyebelin banget, sih? Kenapa nggak mau mengulurkan tangan dan bilang. ‘biar aku aja yang bantu’. Nah, kalau gitu kan enak. Cyra terus membatin.
Baru saja Cyra menapakkan kakinya hendak berdiri, namun tubuh Cyra terhuyung. Alfa segera meraih tubuh Cyra itu sebelum kembali kecebur kolam lagi. Dengan inisiatif, Alfa menggendong tubuh Cyra yang kedinginan dan meninggalkan area kolam renang.
Cyra melirik Zaki saat Alfa membawanya melintasi pria itu. Dalam gendongan Alfa, mata Cyra beradu pandang dengan mata Zaki. Tatapan keduanya terputus saat Alfa membawa Cyra memasuki rumah.
Sepanjang Alfa menggendongnya, Cyra terus-terusan merutuk. Zaki kenapa kaku sekali? Zaki kenapa mendadak jadi berubah? Zaki kenapa nyebelinlah pokoknya?
Sesampainya di kamar Cyra, Alfa meletakkan badan Cyra ke sisi ranjang.
“Makasih, Al. Ya udah lo buruan pulang gih. Badan lo kuyup gitu. Entar lo demam,” ucap Cyra. Bukannya maksdu mengusir, tapi ya memang mengusir sih.
“Oke. Gue pulang.”
__ADS_1
TBC