
Lima belas menit Zaki menyetir mobil, akhirnya ia memutuskan untuk membelokkan mobil ke sebuah restoran.
“Kita makan malam dulu ya, Ra!” Zaki memarkirkan mobil. “Kamu udah pernah ngerasain ikan bakar di restoran ini belum? Enak banget loh, Ra. Rasanya bikin ketagihan. Aku pernah makan sepotong ikan di restoran ini berdua sama temenku, dan nggak habis. Karena ikannya emang gede banget. Kamu mau ngerasain nggak?” Zaki melepas sealtbelt.
Tidak ada jawaban, Zaki menoleh, ia melepas nafas panjang melihat Cyra yang entah sejak kapan sudah tertidur pulas. Kepala gadis itu bahkan miring dan menggelayut. Jadi sepanjang Zaki berbicara tentang ikan bakar, Cyra tidak mendengarnya?
Zaki memajukan tubuhnya mendekati Cyra, ia mengubah stelan jok menjadi setengah berbaring. Dengan posisi begitu, Cyra terlihat nyaman saat tertidur. Zaki meluruskan kepala Cyra. Ia meraih jaket di jok belakang lalu meletakkannya ke tubuh Cyra.
Beberapa menit lamanya Zaki menatap wajah gadis itu, mengamati hidung, bibir, dan kelopak mata yang terpejam. Tangannya kemudian menjulur ingin menyentuh dan mengelus rambut Cyra, namun tertahan di udara. Ia takut membangunkan Cyra. Akhirnya Zaki turun dari mobil, memasuki restoran. Ia memesan ikan bakar tiga ekor, masing-masing ukurannya jumbo. Dua ekor dibungkus satu tempat, dan seekor lagi dalam satu kemasan.
__ADS_1
Zaki keluar dari restoran dan kembali ke mobil. Ia meletakkan plastik berisi ikan bakar ke atas dashboard. Lagi-lagi, Zaki memandangi wajah cantik Cyra. Sudut bibirnya tertarik melihat mulut Cyra yang bergerak dan kini terbuka sedikit. Pelan wajah Zaki maju dan ia mendaratkan kecupan singkat di bibir gadis itu. Buru-buru Zaki menarik wajahnya saat kepala Cyra bergerak dan mulut gadis itu kembali tertutup.
Zaki meluruskan duduknya dan kembali menatap ke depan. Kemudian ia melajukan mobil menuju jalan raya.
Sesampainya di depan rumah Cyra, ia pun menepuk pelan pipi gadisnya itu. Membangunkan dnegan cara halus. Namun usahanya sia-sia, Cyra tidak juga bangun. Gadis itu tampak sangat lelap.
“Cyra! Cyra, bangun. Kita udah sampai!” Zaki mengguncang lengan Cyra.
“Cyra, kalau nggak bangun juga, kucium kamu!” Ancamannya jelas tidak membuahkan hasil. Cyra tetap saja terlelap.
__ADS_1
Gadis itu tidak mendengar suaranya, tentu saja tidak menunjukkan respon apapun. Zaki akhirnya merasa iba juga jika harus memaksa Cyra bangun. Ia mengalah, ia turun dari mobil. Lalu memutari mobilnya dan membuka pintu samping Cyra, menggendong tubuh gadisnya itu, membawanya memasuki rumah. Ini adalah momemn ke dua kalinya ia menggendong Cyra yang sedang etrtidur. Mudah-mudahan setelah ini kejadian naas yang dulu tidak terulang lagi.
***
TBC
Nggak bosen kuingetin, dukung cerita ini dengan klik detil cerita PACARKU DOSEN. Lihat contoh gambar di bawah ini, setelah klik detik cerita, maka klik aja gambar yang kukasih panah dan ucapin selamat tahun baru di sana :
__ADS_1
Ingat, ngucapin selamat tahun barunya bukan di kolom komentar cerita ini, yah. Tapi di gambar yang kutunjuk pake panah itu. Makasih yang udah pada ngucapin.
Orang yang membaca PACARKU DOSEN tuh ratusan ribu tapi yang ngasih ucapan Cuma dua ratusan doang, sedih aku tuh. 😭😭😭😭