PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
200. Extra Part 10


__ADS_3

Zaki duduk di sofa, Cyra berbaring dengan kepala di pangkuan Zaki. Kedua mata Zaki tengah fokus menatap layar kaca. Sedangkan pandangan Cyra menerawang. Ia sedang memikirkan ucapan orang tuanya, juga mertuanya.


Sesekali Zaki melirik ekspresi wajah Cyra yang kelihatan galau plus plus. Di saat yang bersamaan, Cyra juga melirik Zaki yang terlihat penasaran dengan apa yang tengah dipikirkannya. Keduanya hanya diam saat pandangan mereka bertemu.


Cyra sebenarnya gemas sekali melihat wajah Zaki yang unyu saat sedang mikir begitu.


“Sayang!” panggil Cyra.


“Ya? Kenapa?”


“Aku jadi kepikiran mama Alya dan amma Andini.”


“Sama.”


“Mereka memiliki keinginan yang sama. Aku kasihan sama mereka.”


“Sama.”


Cyra menatap Zaki sebal. “Dari tadi sama melulu.”


Zaki mengulumm senyum. “Kenyataannya begitu. Apanya yang salah?”


“Aku serius, nih.”


“Iya, aku tahu. Aku juga serius.”


“Aku lanjutin, ya. Sepertinya benar apa yang dikatakan mama Alya dan mama Andini. Aku kasian sama mereka. Mereka menaruh harapan besar pada kita,” ucap Cyra. “Kita ambil anak yatim, yuk.”


Zaki menundukkan wajah demi menjangkau wajah Cyra. “Aku sebenarnya juga mau ngomong begitu. Tapi aku takut kamu keberatan. Aku serahkan semua keputusan padamu, sebab disini kamulah yang memegang peranan soal anak.”

__ADS_1


Cyra mendongak dan tersenyum menatap Zaki. “Jadi kamu juga setuju?”


“Ya. Kapan kita bisa mulai?”


“Besok. Lebih cepat lebih baik. Aku jadi nggak sabar pengen menimang anak. Meskipun nggak lahir dari rahimku, tapi pasti lucu banget.”


“Aku ikuti kemauanmu.”


“Tumben baik.”


“Apa?” Zaki langsung memasang wajah sangar. “Jadi selama ini aku jahat?”


Cyra terkekeh. “Iya, memang kamu jahat.”


Zaki memegang kedua lengan Cyra kemudian menariknya ke atas hingga tubuh gadis itu terpaksa bangun. Posisi Zaki yang berada di belakang Cyra membuatnya dengan mudah mengunci tangan Cyra ke belakang, sementara satu tangan Zaki yang lainnya melingkar di perut Cyra.


“Lepasin!” seru Cyra.


“Nggak!”


“Ini nggak enak banget, suer!”


“Karena kamu udah bikin aku marah, maka kamu harus mendapat hukuman.”


“Seneng banget sih bikin istri teraniaya?” protes Cyra memelas.


“Kamu yang memulai.”


“Nggak lucu kalau sempet ada yang denger aku teriak-teriak begini, kan?”

__ADS_1


“Bodo amat.”


“Sayang, perutku sakit.” Cyra mencari alasan, berharap Zaki akan iba dan melepaskannya.


“Akan lebih sakit kalau kamu memberontak. Jadi diamlah!” Zaki tersenyum di balik kepala Cyra.


“Perutku beneran sakit, nih.”


“Nanti juga akan enak.”


“Apa maksudmu?”


Zaki memasuki kamar lalu meletakkan tubuh Cyra ke kasur. Cyra balik badan hingga kini menelentang. Ia terkejut melihat Zaki yang sudah ada di atasnya dengan kedua kaki berlutut di sisi kanan dan kiri tubuh Cyra.


“Kamu mau apain aku?” Cyra mengernyit.


“Apa kamu nggak inget pesen mamamu? Setiap hari kita harus melakukannya supaya cepat jadi. Jangan protes!” Zaki tersenyum penuh kemenangan.


Astaga! Zaki kumat sintingnya! Masak sih omongan nggak mutu begitu disetujui. Namanya juga Zaki, paling cepet kalau nyamber urusan yang begitu.


Seringaian kecil terbit di wajah Zaki melihat Cyra terdiam dan tidak berkutik.


TBC


Siapa nih yg masih stay di sini?


masih nunggu cyra zaki gak?


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2