PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
45. Salah Pegang


__ADS_3

“Zaki, badanmu panas banget.” Hawa panas dari tubuh Zaki benar-benar terasa menguar.


“Nggak apa-apa, ini hanya demam biasa.”


“Kalau ada yang retak di dalam badanmu gimana? Mungkin infeksi makanya badanmu panas. Mendingan kita ke rumah sakit dan rontgen biar tahu kondisi di dalam tubuhmu.”


“Jangan lebay. Aku hanya demam. Bentaran juga sembuh.”


Cyra menjauhkan dirinya dari tubuh Zaki hingga lingkaran tanagn Zaki terlepas. Cyra ingat bagaimana tadi keadaan Zaki saat tertidur. Demi apa, Zaki terlihat menggemaskan saat dalam keadaan terpejam dan tidur. Mirip kayak bayi gede.


Zaki membuka matanya dan menatap raut wajah Cyra yang cemas. Ia malah tersenyum lebar.


“Aku bawain makanan untukmu. Itu kutarok di meja.” Cyra menunjuk tamperware miliknya.


Pandangan Zaki tertuju ke meja. “Thanks.”


Lagi-lagi, Zaki menarik tangan Cyra membuat tubuh gadis itu kembali menubruk dada bidang Zaki. Zaki memeluk Cyra.


“Jangan mesum!” Cyra menggunakan senjata andalannya, mencubit perut keras Zaki.


Pria itu hanya tersenyum dan melepas pelukannya.


“Kamu temenin aku di sini, ya!” Zaki meraih tangan Cyra.

__ADS_1


“Aku mau kuliah.”


“Sebentar aja.”


“Iya iya.”


Tak lama kemudian Bik Pay datang membawa baskom dan kain untuk kompres. Cyra menerima barang-barang pemberian Bik Pay. Ia mencelup kain ke baskom, memerasnya dan menempelkannya ke kening Zaki.


“Aku diapain, nih?” Zaki mengarahkan manik matanya ke keningnya sendiri. Kemudian tangannya meraih kompres dan kembali meletakkan benda itu ke baskom. “Aku bukan anak kecil, yang begitu dikompres langsung sembuh.”


“Bandel banget, sih?” Cyra manyun. Ia tahu betul siapa Zaki. Pria yang selalu menyambunyikan bebannya tanpa harus membagi pada siapapun. Ia lebih suka menunjukkan kalau dirinya kuat, kalau dirinya baik-baik saja, dan tidak lemah, meski Cyra tidka tahu apa yang sebenarnya Zaki rasakan.


Sebenarnya Cyra gemas sekali melihat Zaki yang tidak mau diberi perhatian, tidak mau diperlakukan seperti bocah. Zaki menganggap dirinya laki-laki, yang tak pantas diperlakukan demikian.


“Jangan pergi! Di sini aja!” Zaki memegangi tangan yang sedang menempeli keningnya dengan kain hangat. Senyumnya lantas memudar merasakan tangan yang ia genggam erat. Kok, kasar dan mengeriput? Masak sih tangan Cyra mendadak berubah jadi kayak emak-emak tukang parut kelapa begini? Zaki meremass tangan itu masih dengan mata yang setia terpejam. Astaga, ini beneran kenapa tangan Cyra berubah keriput dan mengkisut.


“Mas Zaki kenapa remes-remes tangan Bibik?” polos Bik pay bingung.


Zaki membuka mata lebar-lebar.


“Masyaa Allah!” Zaki kaget dan langsung melepas tangan Bik Pay.


Astaga, Zaki malu jadinya. Pandangannya mengedar dengan posisi tubuh yang setengah terbangun. “Cyra mana?”

__ADS_1


“Sudah pergi, Mas. Dia tadi suruh saya nempelin kompres ke kening Mas Zaki.”


“Kok, aku nggak dengar?”


“Mbak Cyra bisik-bisik gitu. Takut Mas Zaki menahannya dan memintanya menemani Mas Zaki untuk beberapa saat lagi.”


Zaki mengulas senyum. Dasar Cyra! Main kabur aja.


***


TBC


Maaf Typo bertebaran.


Aku ngetik langsung upload, bahkan nggak pake edit, jadi begindang deh resikonya.


Harap maklum yach.


Hari ini aku CRAZY UPDATE, spesial buat kalian.


Love,


Emma Shu

__ADS_1


__ADS_2