PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
177. Resepsi


__ADS_3

Kini, Cyra dan Zaki harus melewati sederet acara demi acara, termasuk bersanding di pelaminan, yang mana Zaki dan Cyra berkali-kali harus tegak dan kembali duduk saat menyambut uluran tangan para tamu undangan sebagai bentuk ucapan selamat.


Betapa bahagianya Cyra saat melihat Rere dan teman-temannya memberi selamat kepadanya, mereka memeluk erat tubuh Cyra dan berhasil membuat Cyra meneteskan air mata. Terutama saat berpelukan dengan Rere, sahabat paling bawel dan hobi makan sebakul itu.


“Selamat, ya Ra. Semoga lo bahagia dan langgeng sampe nenek kakek dan dianugerahi banyak anak, minimal tujuh.” Rere memeluk erat tubuh Cyra. “Gue doain semua yang terbaik buat lo. Gue yakin Pak Zaki bakalan jadi suami yang baik buat lo.”


“Thank’s, Re.”


“Gue bela-belain tetap di Jakarta dan belum pulang ke kampung meski udah lulus kuliah karena gue pengen ngeliat lo secantik ini, mana mungkin gue bisa pergi sebelum ngeliat lo nikah, Ra.”


Cyra terharu mendengar kata-kata Rere. Ia tidak tahu harus bicara apa.


“Ra, jangan lupain gue ya meski lo udah hidup bahagia sama Pak Zaki.”

__ADS_1


Cyra mengangguk.


“Gue seneng banget akhirnya lo bisa nikah sama orang yang lo cintai. Ini impian dan harapan lo kan, Ra? Jangan sia-sian, ya. Lo mesti jadi istri yang baik. Setelah ini gue langsung balik kampung, Ra. Kita bakalan berpisah. Gue yakin, gue pasti bakalan kangen banget sama lo. Banyak kenangan kita yang nggak mungkin bisa gue lupain. Gue sayang sama lo, Ra.”


Air mata Cyra menetes. Kata-kata Rere seperti hipnotis yang mmebasahi hatinya. Benar, sebentar lagi Cyra bakalan berpisah dengan sahabatnya yang pasti bakalan membuatnya merasa kangen. Tidak ada manusia selucu dan sebawel Rere, yang selalu bisa membuat dunia Cyra menjadi lebih berwarna dan penuh tawa.


“Jangan nangis, Ra. Dandanan lo berantakan entar,” bisik Rere sesaat setelah melepas pelukan. Wajah Rere terlihat sembab meski ia sudah menghapus air matanya berulang kali.


“Re, buruan dong! Lama banget salamannya. Di belakang udah pada ngantri, tuh. Jangan drama, deh!” Bianca yang berdiri di belakang Rere memperingatkan.


Rere sontak menoleh dan melihat barisan di belakangnya sudah sangat panjang. Owalaaah… sudah seperti orang mengantri jatah sembako. Rere bergegas pergi setelah melempar sneyum lebar ke arah Cyra.


Bergantian teman-teman Cyra lainnya yang memberi selamat dan pelukan hangat. Cyra tampak begitu bahagia melihat teman-teman sekampusnya mayoritas hadir di sana. Bukan hanya itu saja, teman-teman SMA Cyra juga banyak yang hadir. Para dosen pun tak mau kalah, mereka hadir dan memberi selamat pada Cyra dan Zaki.

__ADS_1


“Malam pertama jangan langsung digas full ya, Pak Zaki. Bagi-bagi untuk esok hari.” Siapa lagi yang berani menggoda begitu kalau bukan Bu Santi. Ia hadir bersama suami dan serombongan dosen-dosen lainnya. “Cyra, merem aja, ya! Biar nggak ngeliatin apa-apa, yang penting rasanya.”


Cyra menggigit bibir bawah sembari tersenyum kaku. Dosen yang satu itu benar-benar kelewat nyablak, tidak ada dosen yang aneh selain dia. Mentang-mentang sekarang Cyra sudah bukan lagi menjadi mahasiswinya Bu Santi, seenaknya saja Bu Santi mengucapkan kata-kata yang bikin jantung serasa meledak. Lidah Bu Santiu emang ember dan ngejeplaknya nggak kira-kira.


Setelah Bu Santi, bergiliran yang lainnya memberi ucapan selamat.


Satu hal yang membuat Cyra merasa menjadi pengantin sempurna adalah sikap Zaki selama di pelaminan, pria itu begitu perhatian dan selalu menanyakan kondisi Cyra apakah masih kuat untuk duduk di pelaminan, dan masih banyak perhatian lainnya yang membuat Cyra kian tersanjung. Bahkan di sesi foto-foto, Zaki memperagakan gaya sesuai arahan kameramen dengan sepenuh hati. Ia terlihat sangat menikmati dan menjiwai hingga tak sekali pun kameramen memprotes gaya yang Zaki tampilkan, termasuk ekspresi wajah Zaki yang tampil sempurna.


Berbeda dengan Cyra yang berkali-kali ditegur kameramen. Yang gayanya terlalu kakulah, ekspresinya kakulah, dan masih banyak lagi. Iya, Cyra merasa sangat grogi. Apa lagi gaya yang diperagakan cukup mesra.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2