
Gadis itu sudah berdiri di hadapannya tanpa aba-aba. Jika melihat ekspresi Cyra yang merah padam, Alfa tidak perlu lagi bertanya apa yang sekarang sedang Cyra rasakan. Gadis itu pasti sedang sangat marah. Alfa berdiri menatap wajah Cyra yang kian emmerah.
“Nggak nyangka gue, ternyata ini yang lo lakukan di belakang gue!” Cyra menggemeletuk.
“Ra, jadi lo…”
“Ya, gue denger semua yang lo omongin sama Kiwol barusan,” potong Cyra sebelum Alfa menyelesaikan kalimatnya. “Tega lo ngelaporin masalah itu diam-diam di belakang gue. Apa maksud lo? Lo mau nyingkirin Zaki dari kampus, huh?” Cyra semakin geram menatap Alfa yang hanya diam saja.
Alfa menghela nafas menatap kemarahan Cyra.
__ADS_1
“Apa masalah lo sama Zaki sampe tega nyikut dia dari belakang?”
Bibir Alfa terlihat gemetar. Matanya sedikit berair. Pria yang terlihat seperti terpukul itu juga tampak menarik nafas dalam-dalam beberapa kali. “Gue sayang sama lo, Ra,” ucap Alfa dengan ekspresi sungguh-sungguh. “Gue nggak ingin lo deket sama Pak Zaki.”
Jujur, Cyra shock mendengar pengakuan Alfa. Pria yang selama ini ia anggap sudah seperti sahabat, ternyata memendam rasa terhadapnya. Sedikit pun ia tidak pernah melihat gelagat dari dalam diri Alfa jika pria itu menyukainya. Sikap Alfa sama seperti pria-pria lain yang menganggapnya sebatas teman biasa. Tapi ternyata di balik diamnya Alfa, tersimpan rasa cinta yang Cyra yakin sangat dalam. Terlihat dari sorot mata Alfa yang baru kali ini Cyra temukan.
“Cyra, gue minta maaf. Tapi gue bisa apa? Gue bener-bener cemburu, Ra. Udah sejak lama gue sayang sama lo, dan sekarang lo udah jadian sama cowok lain.” Suara Alfa terdengar bergetar.
“Lo sadar nggak, masalah yang lo hadapi itu muncul akibat diri lo sendiri. Lo nggak berani ngungkapin perasaan lo itu, lantas kenapa Zaki yang jadi korban?”
__ADS_1
Alfa menghela nafas lagi. Jelas terlihat di wajahnya bahwa ia mengakui tidak memiliki keberanian mengungkapkan perasaan yang terpendam sangat lama.
“Lo bahkan diam aja sewaktu gue sibuk negbahas video itu dengan Kiwol, lo biarkan gue menuduh Kiwol yang bukan-bukan sementara seharusnya tuduhan itu tertuju buat lo.” Cyra ingin sekali membalikkan meja di hadapannya. Ugh… Geram sekali dia.
“Nggak gini caranya untuk mempertahankan orang yang lo sayangi, Al. Ada banyak korban atas perbuatan lo itu. Gue, Zaki, Kiwol, dan entah siapa lagi setelah ini. Ini kebohongan besar, Al. Satu kebohongan pasti akan memunculkan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan yang ada. Kalau lo memang sayang sama gue, seharusnya lo utamakan kebahagiaan gue, bukan malah menyakiti gue dengan cara ini. Gue cinta sama Zaki, Al. Sampe kapanpun itu nggak akan pernah berubah.”
TBC
KLIK LIKE
__ADS_1