PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
183. Minta Kiss Dong


__ADS_3

Cyra bergerak meraih remot, namun ujung tangannya yang menjulur tidak bisa menjangkau remot tersebut akibat jarak yang lumayan jauh.


“Aw!” Cyra merintih merasakan ngilu di area sensitifnya saat ia bangkit duduk.


Lengan Zaki bergerak dan pelukan lengan itu semakin menguat, ia terbangun akibat gerakan tubuh Cyra.


“Kenapa, sayang? Kamu udah bangun?” Zaki berbicara dengan suara kurang jelas akibat kantuk yang menyerang masih sangat kuat. Ia kemudian mengangkat kepalanya dan menatap wajah Cyra dari arah samping. Didapatinya wajah yang ia tatap itu meringis dengan tangan meremas ujung piyama yang ia kenakan. Meski dalam suasana remang-remang karena hanya lampu nakas yang menyala, namun Zaki dapat menangkap dengan jelas wajah Cyra yang menahan sakit.


Zaki mengernyit kasihan menatap wanitanya merintih, ia pun bangun dan duduk. Kedua tangannya memegang lengan Cyra, lalu menuntun tubuh mungil itu untuk kembali berbaring. Cyra menurut dan kini menatap Zaki di atasnya.


“Masih sakit?” tanya Zaki dengan lembut sembari mengelus pipi Cyra.


Cyra mengangguk polos.


“Nanti akan terbiasa. Permulaan memang begitu.” Zaki membaringkan tubuhnya dengan posisi miring, satu tangannya menopang kepala dan satunya lagi mengelus puncak kepala Cyra.

__ADS_1


Adem sekali hati Cyra mendapat perlakuan seperti itu dari Zaki. Damai. Disamping elusan itu begitu lembut, tatapan mata Zaki juga sangat romantis dan menanangkan hati. Hati Cyra benar-benar berbunga mendapat perlakuan demikian.


“Kamu mau mandi?” tanya Zaki.


“He’em.”


Zaki bangkit bangun dan menyingkap selimut. Ia hanya mengenakan celana pendek selutut. Kemudian ia turun dari ranjang dan mengangkat tubuh Cyra.


“Aku bisa sendiri, turunin aku!” rengek Cyra.


“Katanya masih sakit, biar aku gendong aja.” Zaki tidak mau melepaskan gendongannya. Ia membawa tubuh Cyra memasuki kamar mandi.


Usai mandi dan masing-masing mengenakan pakaian rapi, Zaki berdiri menghadap Cyra. Penampilan mereka sudah sangat rapi dan wangi. Zaki menatap wajah istrinya itu dengan seksama.


Mendapat tatapan itu, Cyra pun pura-pura mencari objek pemandangan lain. Mata Zaki yang nanar membuatnya selalu teringat tatapan Zaki pada saat memberikan pengalaman terdahsyat.

__ADS_1


“Aku mau dengar kamu bilang cinta sama akuu.” Suara Zaki terdengar tegas dan bernada memerintah.


Cyra mengangkat wajah dan menatap Zaki.


“Sejak tadi malam, entah sudah berapa kali aku katakan cinta ke kamu, tapi sekalipun kamu nggak pernah membalasnya,” lanjut Zaki dengan alis terangkat, penuh tuntutan. Seperti biasa, tatapan matanya tajam.


“Itu artinya kamu nggak tulus ngucapinnya.”


“Aku tulus.”


“Lalu kenapa menuntut balas alias minta imbalan?”


“Karena cinta nggak berbalas itu bikin eneg. Aku mau denger dari mulutmu. Memang itu hanya sekedar ucapan, tapi terasa menyenangkan saat mendengarnya. Ayo, katakan!” paksa Zaki dengan sorot mata tajam. Ia mulai jengah menunggu kata-kata dari mulut Cyra.


Cyra tersenyum. Ia mengalungkan kedua lengannya di leher Zaki, kenakalannya mulai timbul begitu saja. “Iya, sayang. Aku cinta sama kamu.” Cyra berjinjit, lalu mengecup singkat bibir Zaki. “Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.”

__ADS_1


Setelah sederet kejadian yang ia lalui malam tadi, entah kenapa saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Zaki, rasanya seperti terkena setrum. Semuanya terasa berbeda dengan situasi saat ia belum menikah. Ternyata benar, segala yang halal itu jauh lebih indah, lebih nikmat, dan lebih menyenangkan.


TBC


__ADS_2