
Cyra sedang menyetir mobil ketika ponselnya bordering. Cyra melihat pangglan masuk. Zaki menelepon. Cyra tresenyum dan menjawab telepon melalui earphone.
“Langsung ke kafe, ya!” titah Zaki sebelum sempat Cyra angkat bicara. Padahal Cyra baru saja mangap hendak mengucap kata ‘halo’.
“Ke kafe?”
“Iya. Aku di belakangmu. Kita ketemu di kafe depan.”
Cyra melirik ke spion, mobil Zaki ada di belakangnya.
“Baiklah.” Cyra membelokkan mobil memasuki area kafe. Mobil Zaki menysuul, marker di samping mobil Cyra. Mereka saling berhadapan ketika sudah turun dari mobil.
“Ayo!” Zaki menggandeng pergelangan tangan Cyra memasuki kafe.
Cesss… Hati Cyra serasa disiram air salju. Dingin sekali saat merasakan sentuhan hangat tangan Zaki. Terus-terusan berada di dekat Zaki nggak baik untuk jantung, bawaanya dg-degan mulu. Lama-lama jantungan.
Zaki menarik kursi dan duduk, Cyra duduk di hadapan Zaki. Mereka memesan makanan. Tak lama pelayan datang menaruh hidangan.
“Ra, lo di sini?” Alfa yang baru saja selesai makan, menegur Cyra saat ia melintasi meja Cyra.
“Eh, Alfa. Iya, makan siang.”
__ADS_1
Alfa menoleh ke arah Zaki, kemudian tersenyum sopan sambil setengah membungkukkan badan sebagai tanda hormat. “Siang, Pak!”
Zaki menganguk sekilas.
Pandangan Alfa kembali kepada Cyra. “Lo pesen mie goreng spesial, ya? Kok, sama selera kita. Gue tadi juga makan mie itu. Ya udah, gue duluan, Ra!”
“Iya.” Cyra tersenyum.
Alfa melenggang pergi.
Cyra segera menyambar makanan pesanannya. Kemudian mulai memakannya. Gerakan tangannya terhenti saat melihat Zaki yang hanya diam saja. Pria itu tidak menyentuh makanan miliknya.
“Kok, nggak dimakan?” tanya Cyra.
“Kalau nggak niat makan kenapa ngajakin makan?” tanya Cyra yang heran melihat Zaki seperti ogah-ogahan menyantap makanannya.
Zaki diam saja.
“Kamu kenapa? Kalau ada masalah, bilang dong.” Cyra menatap Zaki ointens. Pria itu hanya sekilas membalas tatapan Cyra kemudian memalingkan pandangan.
“Sayang kan makanannya udah dipesen tapi dianggurin, buruan dimakan. Entar dingin nggak enak, loh. Kalau…”
__ADS_1
“Ra, diam! Kamu berisik banget!” ketus Zaki membuat Cyra membungkam seketika itu juga.
Apa-apaan ini? Zaki yang mnegajak Cyra makan di sana, tapi pria itu tidak mau makan dan bahkan sekarang malah bersikap tidak menyenangkan, nada bicaranya juga menyebalkan.
Cyra pun jadi manyun.
Zaki meraih gelas jusnya, namun karena matanya tidak fokus menatap gelas yang diambil, lengannya malah menyenggol gelas milik Cyra.
“Aw!” Cyra mengaduh melihat lelehan jus yang mengalir begitu cepat di meja hingga menetes dan berlabuh di celananya, tepat di bagian paha. Persis, celananya bakalan dikerubungi semut kalau begini caranya.
“Eh, tumpah!” celetuk Zaki kemudian kembali menyedot jus miliknya.
Heh? Gitu doang? Nggak ada sikap menyesal atau sekedar minta maaf gitu? Cyra mulai gedeg. Zaki kok jadi lempeng banget? Berubahnya drastis banget, kalau mau berubah tuh pakai spasi dong. Cyra menunggu Zaki membersihkan celananya dengan tisu, atau sekedar menawarkan tisu untuk membersihkan celananya itu. tapi sampai detik ini Zaki diam saja. Pria itu tampak mengaduk-aduk jusnya.
Zakiiiiiii…. Jadi cowok nggak peka banget? Cyra ingin membalikkan meja biar kebalik sekalian. Tapi ia lebih memilih bangkit berdiri. “Aku mau pulang aja,” ucap Cyra.
“Pulang? Loh, makanannya aja belum dihabisin.” Zaki menatap Cyra seperti tidak ada dosa.
Cyra semakin gedeg. “Mendadak aku jadi kenyang.” Cyra melenggang meninggalkan meja.
Zaki ikut berdiri dan mengiringi langkah Cyra. “Yakin mau pulang?” Zaki masih saja belum menyadari kesalahannya yang jelas-jelas ada di depan mata. bahkan celana Cyra yang aslinya berwarna biru muda, kini jadi berubah agak orange. Kesalahan segede gitu kok ya Zaki cuek bebek.
__ADS_1
Disaat seorang cewek mendadak meninggalkan meja makan padahal maknanannya belum tersentuh, harusnya sang cowok paham kalau si cewek lagi ngambek kan?