PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
89. Mengungkap


__ADS_3

Zaki menatap Farhan yang meneguk kopi dengan nikmat. Tak terlihat ekspresi berbeda saat meneguknya. Bahkan isi gelas Farhan sudah tinggal separuh. Apakah hanya kopi milik Zaki saja yang tidak diberi gula?


“Manisnya pas. Takaran gulanya benar-benar tepat!” ujar Farhan memuji istrinya, membuat istrinya tersenyum bangga.


Nah benar. Ternyata hanya gelas milik Zaki yang lupa tidak diberi gula. Nasib nasib! Zaki membatin pasrah.


Zaki menraik nafas, inilah saatnya ia memulai pembicaraan tentang Cyra. Kemudian dengan tenang dan dengan seulas senyum, Zaki memulai pembicaraan, “Tante, Om, jadi… kopinya enak.”


Loh, kok yang keluar dari mulutnya malah kopi? Bukannya Zaki berniat ingin membahas Cyra? Mulutnya kok malah berkhianat, susah diajak kompromi.


“Iya, kan? Enak kopinya? Ya udah cepet dihabisin! Keburu dingin, entar nggak enak lagi, loh.” Andini semakin antusias.

__ADS_1


Senyum kaku kembali menguar dari wajah Zaki. Kali ini Zaki membuka mulut untuk memulai pembicaraan yang sesungguhnya, semoga lidahnya tidak lagi berkhianat. “Jadi gini, Om, Tante, yang akan saya bicarakan ini tentang Cyra. Maaf sebelumnya kalau aku membicarakan masalah ini dengan mendadak.”


“Cyra? Ada apa dengannya?” Farhan mengernyitkan dahi, penasaran. Tiba-tiba saja Zaki ingin membicarakan perihal putrinya.


“Apa dia bandel di kampus? Atau dia kena skors? Atau dapet hukuman makanya sampe sekarang dia belum pulang-pulang?” berondong Andini kayak main tebak-tebakan. Biasalah, emak-emak yang satu itu memang hobi ngomong. Apa saja bisa jadi bahan pembicraan. Sampai untuk urusan bertanya pun, tidak cukup satu pertanyaan.


Zaki tersenyum. “Nggak ada hal buruk yang Cyra lakukan selama di kampus.”


“Lalu? Cyra kan anaknya pecicilan, udah gitu ceroboh lagi.” Andini masih saja nebak-nebak terus.


Zaki kemudian melanjutkan. “Cyra juga memiliki perasaan yang sama kepadaku. Kami saling suka. Maaf kalau aku terlambat bilang ke Om dan Tante. Sejujurnya, di hari ulang tahun Cyra, inilah yang ingin kusampaikan. Dan wanita yang kumaksud sebagai pasanganku waktu itu adalah Cyra.”

__ADS_1


Farhan melonggarkan dasi di lehernya. Dengan bijak ia berkata, “Zaki, Om benar-benar bangga dengan kedatanganmu hari ini untuk niat yang baik. Om tidak pernah melarang hubungan Cyra dengan siapapun. Tapi sekarang masalahnya, Cyra dan Alfa itu sangat dekat. Dan kami sebagai orang tua dari kedua belah pihak juga sudah merundingkan masalah ini matang-matang. Apakah mungkin kami akan menarik ulur pernyataan yang sudah kami sampaikan ke keluarga Alfa? Ini tidak mudah.”


Zaki mengangguk memahami, meski sesungguhnya jauh dalam hatinya merasa kecewa.


“Antara aku dan ayahnya Alfa adalah rekan bisnis, sulit untuk bisa memutuskan hal ini seperti yang kamu inginkan. Intinya, Cyra dan Alfa tetap harus bersama. Mereka juga sudah lama saling dekat,” lanjut Farhan dengan sorot mata teduh dan kebapakan.


Zaki mengerti, tidak ada niatan Farhan untuk menolaknya, tapi situasi sudah terlanjur basah. Benar kata Farhan, tidak mudah untuk membalikkan keadaan seperti yang Zaki harapkan.


“Ya ampun Zaki, Tante kok baru tahu kalau kamu suka sama Cyra.” Andini menatap Zaki tak yakin.


“Inilah kenyataan yang sebenarnya, Tan.”

__ADS_1


TBC


KLIK LIKE


__ADS_2