
“Aku kasih nama ini karena memang kamu pacarku. Dan kamu kasih nama apa untuk namaku di ponselmu? Coba lihat!”
“Heih?” Cyra langsung memegang erat ponselnya. Mana mungkin ia memberi tahu nama yang ia tuliskan spesial untuk Zaki. Sejak awal, nama itu tidak ia ubah.
Penasaran, diam-diam Zaki memencet nomer Cyra di ponselnya. Tak sulit untuknya menelepon nomer itu, sebab ia hanya tinggal menekan nama ‘sayangku’ yang sudah terdaftar di panggilan tak terjawab paling atas.
Ponsel Cyra bordering. Sontak Zaki melongok melihat nama yang tertera sebelum sempat Cyra menyembunyikan layar ponselnya dari Zaki.
Zaki membelalak kaget melihat nama yang tertera, ‘Si Banteng’.
“Maaf, aku belum sempet ganti namamu.” Cyra nyengir melihat tampang Zaki yang tidak enak dipandang. “Awalnya kan kamu marah-marah mulu sama aku kayak banteng ngamuk. Jadinya gini, deh.” Cyra buru-buru mendelete nama itu lalu menatap Zaki. “Aku mesti ganti nama apa?”
“Hm?” Zaki sok tidak mendengar pertanyaan konyol itu. Mau ganti nama kok mesti berunding? “Terserah kamu. Nggak diganti juga nggak pa-pa.”
“Oh, ya udah. Nggak usah diganti aja.”
Jiah, nih cewek polos banget. Zaki geleng-geleng kepala.
“Kapan ada waktu?” Zaki memecah keheningan setelah diantara mereka jeda kosong beberapa menit.
“Waktu untuk apa?”
Zaki menatap Cyra dengan pandangan bingung, apa dia tadi salah bertanya? Kok, Cyra tidak mengerti maksud pertanyaannya?
Lebih-lebih lagi Cyra, tampangnya jauh lebih bingung menatap wajah Zaki yang bingung.
“Aku mau ajak kamu jalan-jalan,” celetuk Zaki akhirnya.
“Apa itu kegiatan wajib orang pacaran, ya?” Cyra ngyengir setelah mengucapkan pertanyaan itu. Ia tahu, pertanyaan yang ia lontarkan akan mengundang muka bengis Zaki lagi. Dan benar, Zaki memasang tampang sebal.
“Kamu nggak mau?” ketus Zaki.
__ADS_1
“Bukannya gitu, aku kan Cuma nanya. Aku mau, kok.”
“Ya, kapan?”
“Sekarang juga bisa, mumpung libur. Tapi aku mandi dulu.”
“Mandilah!” Zaki bangkit berdiri. “Telepon aku kalau udah selesai.”
“Oke. Eh, tapi kita mau kemana?” Cyra berhenti melangkah dan menoleh pada Zaki di sisinya.
“Ke taman wisata.”
“Kemana itu?”
“Kalau mau tau, buruan mandi dan kita akan segera berangkat.”
“Iya, deh.” Cyra menghambur masuk ke rumah.
***
Cyra juga keramas. Usai mandi, Cyra mengeringkan rambut menggunakan hair drayer. Tak lupa memakai vitamin rambut supaya wangi. Ia tidak mau lagi berjemur di balkon, takut dipergoki Zaki lagi. Bolak-balik Cyra mengganti pakaian mencari yang pas hingga membuang waktu cukup lama. Ia juga memerlukan waktu dua puluh menit untuk berdandan.
Sebenarnya Cyra tidak butuh lama untuk merias diri, ia hanya butuh bedak padat dan lipglos saja, ia tidak terbiasa menggunakan foundation seperti yang sering dipakai oleh Rere. Disamping bikin ribet, ia juga geli melihat wajah Rere yang terkadang malah kelihatan kayak badut dengan bedak yang tidak rata di wajah, bagian bawah hidung kelihatan lebih putih dari pipi, jadinya kan kayak kumis. Malahan kadang sekeliling mata yang terlihat sangat putih akibat foundation yang tidak rata. Lucu. Terus lagi, pipi Rere pernah jadi belang akibat digigit nyamuk dan Rere menggaruknya. Otomatis bedaknya pun ikut kena garuk. Belum lagi kalau makan makanan yang berminyak, bedak di sekeliling mulut hilang. Unik jadinya.
Ah ya sudahlah, mungkin itu memang kesalahan Rere yang tidak pandai mengaplikasikan riasan wajah. Sebenarnya Cyra tidak perlu merias wajah, alami saja dia sudah cantik.
Cyra menatap dirinya di dalam cermin. Penampilannya sudah sangat menarik, ia biarkan rambutnya tergerai. Namanya juga mau jalan sama orang pilihan, ia harus tampil menarik. Setelah puas mengamati diri di cermin, Cyra meraih ponsel di atas kasur untuk segera menghubungi Zaki, ingin melaporkan kalau ia sudah selesai mandi. Namun ia lebih dulu mendapati pesan dari Zaki yang masuk sepuluh menit yang lalu.
***Zaki
08.24 am
__ADS_1
Lama amat?
Zaki
08.35 am
Sorry, kita nggak jadi pergi
Mama minta dianterin belanja ke mol.
Maaf ya***
Cyra membelalak. Seketika tubuhnya terhempas duduk keisis ranjang. Udah mandi sampai menggosok seribet itu, kemudian gonta-ganti baju demi performa yang menarik, tambah lagi dandan cantik supaya terlihat wow di mata Zaki, dan sekarang Zaki bilang nggak jadi?
Ya ampun, apes banget? Zaki tega. Cyra merasakan tubuhnya jadi lemes.
Tbc
**Gimana kesan kalian baca ini? komen yah
Jangan lupa baca ceritaku yg judulnya
I Am A Virgin**
ini covernya
Cari aja judul di kolom pencarian, pasti ketemu.
Atau klik profilku dan liat karyaku. Ceritanya ngena di jantung.
__ADS_1
biar bisa senam jantung kalian. wk wk wk