PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
154. Secarik Kertas


__ADS_3

Zaki menyudahi makannya dengan meneguk jus. Ia masih duduk diam di posisinya seraya sesekali menatap wajah gadisnya yang juga sudah selesai makan. Ternyata menyenangkan juga mencuri-curi pandang. Huuuh… Zaki jadi merasa seperti remaja sedang kasmaran. Rencananya mengajak romantisan dengan Cyra gagal total.


“O ya, Ra, gue ada titipan buat lo.” Faiz merogoh sesuatu dari kantong celananya. Lalu meletakkan secarik kertas terlipat yang baru saja ia dapatkan dari kantong celananya ke depan Cyra. Faiz sudah selsai makan, ia mengelap sekeliling mulut dengan tisu lalu membuang kepalan tisu tersebut ke piring bekas makannya.


“Kertas apa itu?” tanya Cyra seraya menatap kertas tersebut.


“Dari Alfa.”


Cyra membalalak heran. “Alfa? Bukannya dia sekarang di dalam tahanan? Dari mana lo dapet itu?”


“Waktu itu Kiwol baru aja membesuk Alfa di tahanan, trus Alfa nyerahin kertas itu ke Kiwol. Dan kiwol nggak berani ngasih ke lo karena takut lo marah dan nggak nerima kertas titipan itu. Jadi Kiwol kasih ke gue dan minta supaya gue yang ngasih ke lo,” jelas Faiz kemudian ia menyedot jus miliknya sampai ludes.


Cyra menatap Zaki, seakan-akan sedang minta ijin untuk mengambil kertas itu. Zaki yang memahami arti tatapan mata Cyra, menganggukkan keplaa tanda menyetujui.


Pelan tangan Cyra terjulur dan mengambil kertas tersebut.


“Nggak usah di baca sekarang. Entar aja juga bisa,” ucap Faiz.

__ADS_1


Cyra mengangguk.


“Faiz, kamu sudah selesai makan? Apa ada yang mau tambah lagi?” tanya Zaki dengan pandangan ke arah Faiz, silih berganti ke wajah Arif.


Arif menggeleng.


“Enggak ada lagi, Pak. Makasih, saya sudah kenyang. Geeeegkh…” Faiz menutup mulutnya setelah mengeluarkan sendawa sejelek itu. “Maaf, ini sendawa suka keluar sembarangan, nggak bisa diajak kompromi.” Faiz cengengesan.


“Atau mau dibungkus? Untuk oleh-oleh orang tua di rumah mungkin?” tanya Zaki.


“Makasih, Pak. Jadi nggak enak. Tapi kalau beneran dibungkusin mau banget.” Faiz cengar-cengir.


“Kalian tunggu saja makanan selesai dibungkus. Saya duluan. Ayo, Cyra!” Zaki menatap Cyra dan menganggukkan kepala.


Cyra bangkit berdiri mengikuti Zaki menuju meja kasir, Zaki membayar tagihan dengan menggunakan kartu kreditnya. Setelah itu ia keluar kafe diikuti oleh Cyra.


“Zaki, soal skripsi yang tadi batal, ya?” tanya Cyra saat sudah duduk di dalam mobil.

__ADS_1


“Nanti aja ngebahasnya,” jawab Zaki sambil memutar mobil. Padahal Zaki tidak sedang ingin membahas urusan skripsi, ia hanya ingin makan berdua dengan Cyra akibat kangen.


“Oya, soal kertas kiriman Alfa ini, gimana? Bisa kubaca sekarang?”


“Kenapa harus tanya ke aku?” Zaki konsentrasi menyetir mobil di jalan raya.


“Alfa itu udah menganiaya kamu, aku nggak mau kamu tersinggung kalau aku nggak tanya ke kamu terlebih dahulu.”


“Baca aja, Ra. Aku juga mau tahu apa yang dia katakan ke kamu.”


Cyra menaraik nafas panjang. Pelan jemari lentiknya mmebuka lipatan kertas.


TBC


Nggak bosen kuingetin, dukung cerita ini dengan klik detil cerita PACARKU DOSEN. Lalu klik gambar warna kuning kemerahan bertuliskan Happy New Years, lalu berikan ucapan selamat tahun baru di kolom yang disediakan.


Orang yang membaca PACARKU DOSEN tuh ratusan ribu tapi yang ngasih ucapan Cuma dua ratusan doang, sedih aku tuh.

__ADS_1


Ingat, ngucapin selamat tahun barunya bukan di kolom komentar cerita ini, yah. Tapi di gambar itu. Tanggal 31 Desember adalah batas terakhir pengiriman ucapan. Setelah itu Close. Makasih yang udah pada ngucapin.


__ADS_2