PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
97. Petuah Bijak


__ADS_3

“Kamu adalah seorang ksatria, harus berjiwa besar. Jangan biarkan jadi lemah hanya karena wanita,” lanjut Randy dengan seulas senyum. Ia berusaha membesarkan hati puteranya. “Kalau memang Cyra tidak menyukaimu, lepaskan dia. Papa sebagai orang tua juga tidak bisa memaksakan hubungan kalian jika dari satu pihak ada yang merasa keberatan.”


Alfa menunduk, hatinya berkecamuk. Ia menyesal kenapa terlambat menyadari kedatangan Papanya hingga papanya itu mendengar perbincangannya dengan Cyra.


“Hubungan yang terjalin karena keterpaksaan pasti akan berujung buruk. Akan ada banyak yang tersakiti, akan ada banyak orang yang merasa terluka, terutama Cyra. Dan termasuk papa. Papa akan merasa sedih kalau tahu kamu berdampingan dnegan wanita yang tidak menyayangimu. Intinya, seorang ksatria harus mengerti dengan posisinya, harus berjiwa besar dan siap menerima kenyataan. Jangan sampai memaksakan kehendak orang lain. Ini akan berdampak buruk. Kamu paham maksud papa, kan?” Randy menepuk pundak puteranya penuh nuansa sayang.


Tak ada jawaban dari Alfa. Pria itu hanya mengangkat sedikit wajahnya dan menatap papanya dengan wajah mendung.

__ADS_1


“Papa bicara begini karena papa sayang sama kamu. Papa menginginkan yang terbaik untukmu. Memang benar, papa dan kedua orang tua Cyra sudah membicarkan hubungan antara kamu dan Cyra. Kedua orang tua Cyra sangat menyetujui bahkan menginginkanmu menjadi bagian hidup mereka, tapi pada kenyataannya, ternyata Cyra tidak mengharapkanmu. Lalu untuk apa dilanjutkan? Biarlah Cyra memilih jalannya sendiri. Dan kamu juga menentukan pilihan lain. Gadis di dunia ini bukan hanya Cyra, kan?” Randy tersenyum bijaksana.


Alfa menghempaskan tubuhnya duduk di kursi. Ia mengusap wajah dengan gerakan gusar. Detik berikutnya ia kembali mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Randy duduk di sisi putranya. Menatap wajah yang tertunduk mendung. Ia mengerti putranya itu belum bisa menerima apa yang ia katakan. Ia juga mengerti dengan kegusaran yang dialami oleh Alfa.


“Papa tahu, kamu pasti sangat menyayangi Cyra, tapi jangan biarkan gadis yang kamu sayangi itu memupuk kebencian padamu akibat dari penerapan rasa sayangmu yang keliru. Membiarkan orang yang kita sayangi bahagia itu adalah wujud dari aplikasi rasa sayang yang tepat. Papa dulu juga pernah mengalami hal yang sama dnegan yang kamu alami ini. Semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. Dan lihatlah, akhirnya papa diberikan jodoh yang jauh lebih baik, yaitu mamamu. Dialah yang melahirkan penerus papa, penerus yang cerdas dan pintar sepertimu.” Randy mengacak rambut Alfa, masih dengan senyum lebar.

__ADS_1


“Sekali lagi papa pesankan, jadilah ksatria yang berjiwa besar, okey?” Lagi-lagi Randy menepuk pundak Alfa. “Papa yakin kamu bukan pria yang lemah, yang bisa jatuh hanya karena hal sesepele ini. Kamu pasti selalu berpikiran positif, selalu mengambil pilihan yang tepat, dan selalu memberi keputusan yang tepat pula. Jujur saja, papa tidak bisa memaksakan Cyra untuk bersamamu, papa tadi mendengar dengan jelas bagaimana Cyra memohon kepadamu, speaker ponselmu cukup keras. Jangan lagi berharap pada gadis itu jika memng dia memiliki pilihan lain, okey?”


Randy menghela nafas seraya merangkul bahu puteranya.


Alfa masih diam saja. Jemari tangannya tampak terlilit antara satu dengan lainnya. Bola matanya liar menatap lantai yang terjangkau dengan pandangannya.


TBC

__ADS_1


**KLIK LIKE YAK


Emma Shu**


__ADS_2