PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
84. Digebrak


__ADS_3

Cyra menghentikan mobil tepat di rumah Alfa. Entahlah, apakah keputusannya ini akan salah atau tidak, tapi ia memiliki tekad untuk menemui Alfa sebelum masalah bergulir kemana-mana.


Oh… Cyra lupa menelepon Alfa untuk menanyakan dimana keberadaannya terlebih dahulu. Siapa tahu kedatangannya ke rumah Alfa hanya akan sia-sia jika saja Alfa tidak ada di rumah. Tapi ia yakin Alfa pasti ada di rumah. Pria rumahan seperti Alfa pasti akan langsung pulang setiap kali selesai jam kuliah. Dugaannya tidak meleset, motor Alfa terlihat bertengger di depan rumah. Ada motor lain yang berjejer di sisi motor milik Alfa. Cyra mengenal pemilik motor klasik itu, Kiwol.


Cyra memencet bel pintu. Pada pencetan bel yang ke dua, seorang asisten rumah tangga menyembul membukakan pintu.


“Siang, Mbak! Mau ketemu siapa?” tanya Asisten rumah tangga ramah.


“Alfanya ada, kan?”


“Ada. Silahkan masuk!” Asisten rumah tangga balik badan mengajak Cyra masuk. “Mas Alfa ada di ruangan itu!” Ia menunjuk sebuah ruangan yang pintunya terbuka.


“Biar aku aja ke sana sendiri!” ucap Cyra saat asisten rumah tangga tersebut hendak mengajaknya memasuki ruangan yang ditunjuk.


“Baik, Mbak. Kalau begitu, saya permisi.” Asisten rumah tangga meninggalkan Cyra.

__ADS_1


Cyra berjalan mendekati pintu ruangan yang terbuka. Terdengar suara saling sahut antara Alfa dan Kiwol. Selangkah sebelum sampai di pintu yang akan dilalui, Cyra mendengar obrolan yang membuat langkahnya terhenti.


“Buset, Fa. Jadi elo yang ngelaporin video ciumannya Cyra ke dekan?” Kiwol berseru dengan nada sangat terkejut.


Cyra mengintip ke dalam ruangan. Tampak Alfa sedang duduk di sofa sambil mengetik di laptop. Tak heran, Alfa memang rajin belajar. Kiwol duduk selonjor di lantai sambil memainkan ponsel milik Alfa.


“Kenapa lo bisa nuduh gue begitu?” tanya Alfa dengan tatapan masih tertuju ke layar laptopnya.


“Buktinya, ini video yang sama persis sama video yang gue ambil dari hp gue ada di hp lo.” Kiwol menunjuk-nunjuk ponsel yang sedang ia lihat.


“Tadi kan lo barusan ngecek sms. Belum sempet kekunci, gue udah buka ponsel lo.”


Alfa merasa kecolongan karena tidak menyadari ponsel yang ia letakkan di sofa sisinya itu diambil oleh Kiwol.


“Lo ngambil video itu dari hp gue, ya?” tuduh Kiwol. “Jelas itu video puny ague. Arah pengambilan gambarnya sama persis, kok.”

__ADS_1


Alfa diam saja. Pandangannya kembali ke laptop.


“Hapus, Fa! Jangan pula jadi masalah lagi. Gue aja udah diancem-ancem sama Cyra suruh ngehapus video itu, eh lha kok malah ada di elo. Gue nggak mau ya entar kalau video itu tiba-tiba nyebar, guelah tersangka utama yang dituduh ama Cyra. Secara kan setahu Cyra, Cuma gue yang punya video itu.”


“Gue nggak akan mungkin nyebarin video itu kemana-mana.”


“Lah, trus, untuk apa lo simpen video itu?”


“Gue lupa ngehapus. Entar jug ague hapus.”


“Al, niat lo ngelaporin ke dekan soal video itu untuk apa? Lagian, lo sengaja memotong video bagian awal. Video Cuma keliatan dari bagian tengah aja.”


Brak!


Alfa dan kiwol sontak menatap meja yang digebrak. Alfa terkejut bukan main melihat pelakunya adalah Cyra.

__ADS_1


TBC


__ADS_2