
“Cyra!”
Andini membangunkan Cyra dengan menepuk bahu putrinya itu.
Bukannya Cyra yang bangun, melainkan Zaki. Pria itu mendengar sayup-sayup suara seseorang memanggil nama Cyra. Zaki membuka mata dan mendapati Andini yang membungkuk menepuk-nepuk bahu Cyra. Zaki menatap kepala Cyra yang entah sejak kapan nyender di pundaknya.
“Eh, Tante! Udah pulang?” Tanya Zaki sembari memegangi kepala Cyra supaya tidak teraktuk saat ia bergerak dan bangkit duduk.
“Iya, maaf ya Nak Zaki, tante lama. Abisnya suami Tante ngajak mampir ke restoran dulu. Katanya laper banget.” Andini melirik arloji di tangannya yang sudah menunjuk angka sebelas.
“Ini Zaki yang tadi kamu ceritakan?” tanya Farhan, suami Andini yang berdiri di sisi istrinya itu. Ia menenteng jas yang baru saja dilepas.
“Iya,” jawab Andini.
“Maaf, Om lama. Kamu sampai ketiduran nungguin Cyra.” Pandangan Farhan beralih ke meja. Laptop dan buku mengisi meja tersebut. “Kalian tadi belajar? Wah, nilai Cyra bisa meroket kalau diajarin dosennya begini.”
Zaki tersenyum menanggapi.
“Cyra kalau dibangunin suka payah. Liat deh dari tadi dibangunin tapi nggak bangun-bangun juga. Payah!” Andini menggerutu melihat kepulasan Cyra.
Dasar ngebo! Bisik Zaki dalam hati. Cewek kok bisa-bisa tidur molor.
__ADS_1
“Pa, angkat Cyra ke kamar gih!” pinta Andini pada suaminya.
“Papa nggak kuat lagi menggendong beban seberat itu. Apa lagi naik tangga.” Farhan menolak dengan halus.
“Nak Zaki, Tante minta tolong sekali lagi, tolong angkatin Cyra ke kamarnya, ya! Kalau Cyra dibangunin pas lagi sepulas ini, biasanya dia suka nabrak-nabrak. Takutnya malah kepleset lagi di tangga.” Andini memohon.
“Iya, Tan.” Zaki segera meraih tubuh Cyra dan mengangkatnya menuju ke lantai atas. Dalam hati ia tertawa, sejak tadi dia diberi pekerjaan menguntungkan. Kapan lagi dia bisa menggendong gadisnya itu?
Sesampainya di kamar yang dituju, Zaki meletakkan tubuh Cyra ke ranjang. Menyelimuti tubuh mungil itu dengan selimut tebal. Kening Zaki mengernyit melihat pelipis Cyra yang baru sekarang terlihat lebam. Pasti akibat terantuk saat tadi jatuh.
“Hei… Dasar mesum! Mau apa kamu? Cium-cium aku lagi, ya?” Cyra memukuli dada Zaki saat membuka mata dan yang pertama ia lihat adalah wajah Zaki yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Wajah itu bahkan miring-miring lagi. Mau apa coba kalau bukan mau curi cium?
“Cyra! Ssst!” Zaki menempelkan jari ke bibir sembari menoleh ke arah pintu yang masih terbuka. Tidak ada siapapun di sana. Ia takut Andini dan Afrhana kan salah paham atas teriakan Cyra.
Zaki menejepit hidung Cyra geram. Pikiran Cyra negatif mulu.
Cyra terbelalak mendapati diri tengah terbaring di kasur. “Lah, kan aku udah dibawa ke kamar. Kamu beneran mau ngawinin aku ya?” Cyra histeris.
Astaga, tuh lambe ngejeplak mulu kerjanya? Remnya blong kali ya? Zaki semakin geram. Zaki tidak sebajingan itu.
“Yang mau cium kamu juga siapa? Yang mau ngawinin kamu juga siapa? Aku…”
__ADS_1
“Iiih… Keluar sana!” Cyra mendorong tubuh Zaki hingga tubuh pria itu terdorong mundur lalu terjungkang ke lantai.
“E e eeh… Cyra kok, Zakinya mau diketok pake pentungan?” Andini masuk tepat waktu. Cepat-cepat Andini mengambil alih pentungan dari tangan Cyra.
Cyra pun terbelalak kaget kenapa ia bisa sampai membawa pentungan di tangannya. Sepertinya tanpa sadar ia tadi meraih pentungan begitu saja dari atas meja. Dia kira pentungan itu adalah senter. Rencana senter tersebut akan ia gunakan untuk memukul Zaki.
“Zaki udah capek-capek ngangkat badan berat kamu ke kamarmu kok malah mau dipentung begitu. Mama yang suruh Zaki bopong kamu karena kamu tadi ketiduran di bawah.” Andini menjelaskan membuat Cyra melongo dan menyesali perbuatannya.
Zaki bangkit berdiri. “Aku permisi pulang, Tan.”
“Maaf ya, Zaki.” Andini merasa tidak enak hati.
Zaki mengangguk sekilas kemudian melenggang pergi.
Cyra terpaku menatap kepergian Zaki. Pria itu bahkan tidak menatapnya saat akan pergi meninggalkan kamarnya. Apakah Zaki marah?
Andini keluar mengantar Zaki sampai ke depan.
Cyra masih diam memaku saat bberapa menit telah berlalu. Ya ampun Cyra, bego banget sih nggak nanya-nanya dulu apa yang mau dilakukan sama Zaki? Main usir seenaknya aja. Kasian Zaki.
Cyra berlari menuju jendela, mengintip Zaki yang berjalan lemas menuju rumahnya.
__ADS_1
***