PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
195. Extra Part 5


__ADS_3

Cyra sedang berbelanja di mall, memilih-milih kemeja untuk Zaki. Kemeja yang menjadi pilihannya adalah kemeja berwarna merah bata. Ia paham sekali Zaki menyukai kemeja brwarna merah bata. Cyra membeli kemeja tiga helai untuk suaminya. Ia sudah mengetahui ukuran baju untuk Zaki. Setelah itu ia juga membeli karangan bunga yang lumayan banyak. Perbelanjaannya lumayan banyak, hampir memenuhi bagasi mobilnya.


Barang-barang itu sengaja ia beli sebagai persiapan kejutan untuk Zaki, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Yang kata orang bule sering disebut dengan nama happy anyversary atau apalah namanya. Sejenis itu kali ya.


Sesampainya di rumah, Cyra langsung menyusun barang-barang yang dia beli di ruang tamu. Ia merias ruangan, mengubahnya menjelma menjadi tempat yang romantis. Ia mengundang Mbak Lili, tetangga sebelah rumah untuk turut menghias ruangan, menyusun tata letak karangan bunga, lilin, serta berbagai macam kue yang disajikan dengan manis di meja.


Keringat sampai bercucuran akibat menyusun dan menghias ruangan dengan semangat membara.


“Huh, kalau belum lama nikah tuh gini amat. Suka banget nunjukin keromantisan,” komentar Mbak Lili dengan seulas senyum.


“Masak Cuma pasangan yang usia pernikahan belum lama sih yang suka romantisan begini. Apa Mbak Lili udah nggak mesra-mesraan lagi ya sekarang? Kan Mbak udah tujuh tahun nikah,” sahut Cyra.


“Nggak gitu juga. Hanya saja, suami Mbak sekarang lebih sibuk bekerja, jadi waktu untuk kumpul bersama anak istri jadi jarang.”


“Tapi romantisannya nggak ilang kan?” goda Cyra.


“Ilang sih enggak, Cuma kurang. He heee...”

__ADS_1


“Zaki itu orangnya galak tapi romantis dan baik banget. Penyayang lagi.” Cyra pamer.


“So sweet.”


“Kamu nggak beliin kado buat suamimu?”


“Ada.”


“Hadiahnya apa?”


“Waow... Pasti dia suka. Lebih keren lagi kalau kamu beliin dia celana dalem sekalian. Ha ha..” Tawa Mbal Lili menggelegar.


“Pinginnya sih gitu, tapi jumlah benda itu di dalam lemari udah menggunung, takutnya nggak kepakai. He heee...”


“Ya udah, Mbak pergi dulu. Ini udah selesai menghiasnya, kan? Jangan lupa nanti ciuman trus upload di sosmed. Sekarang kan lagi viral-viralnya tuh pasangan termesra sejagat raya.”


“Hidiih... enggak ah. Pamali mengunggah kemesraan di sosmed. Entar jadi ghibahan orang. Bisa gawat kan? Kalau mau unggah di sosmed tuh kalimat-kalimat ajakan menuju kebaikan, atau tausiah gitu.”

__ADS_1


“He heee... Iya iya. Ya udah, da daaah...” Lili melenggang meninggalkan ruangan.


Cyra melihat jam di dinding, sudah hampir jam enam sore. Ia menghambur menuju kamar lalu mandi dan mengenakan gaun indah.


Pukul tujuh malam, Cyra duduk manis di ruangan depan menunggu Zaki pulang. ia sudah tidak sabar menunggu saatnya tiba kepulangan Zaki.


Setengah jam berlalu, Zaki belum juga pulang. menurut keterangan Zaki saat akan pergi bekerja siang tadi, ia mengaku akan ada rapat dosen sehingga ia akan pulang telat. Tapi kan nggak harus ampai malam begini kan?


Cyra meraih ponsel dan menghubungi nomer ponsel Zaki. Bukan suara Zaki yang menjawab, melainkan suara operator yang memberi jawaban bahwa nomer ponsel Zaki sedang tidak aktif.


Cyra menghela nafas. Bagaimana mungkin Zaki bisa sampai mematikan ponselnya disaat ia pulang telat begini? Cyra cemas bercampur sebal jadinya.


Cyra merebahkan tubuhnya di sofa panjang. Manik matanya tertuju ke jarum jam dinding yang berdetak teratur. Huuh... detiknya terasa sangat lamban bergerak. Tak lama pandangan Cyra menjadi gelap.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2