PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
148. Bioskop


__ADS_3

“Ehm…”


Cyra mengangkat kepalanya dari sandaran kursi untuk menjangkau pemandangan di kursi sebelah kanan Zaki, suara deheman barusan berasal dari sana. Siapa yang dehemannya keras banget kayak suara kaleng diinjak.


Oh my God, ternyata Rere. Di sebelah Rere ada Bianca, teman seletingan Cyra. Kedua gadis itu cekikikan sambil menatap Cyra.


“Orang kalau lagi kasmaran bisa nggak ngeliat sekeliling ya?” ucap Rere dengan pandangan fokus ke layar di depan.


“Iya, dunia berasa milik berdua. Temen segede gini lewat di depan mata pun nggak keliatan,” sahut Bianca yang juga menatap ke arah yang sama dengan pandangan Rere.


“Maklumlah gebetan juga keren. Udah kayak belek nutupin mata. Jadi yang keliatan Cuma beleknya doang. He heee…” Rere cengar-cengir.


Cyra mengerti yang sedang disindir saat itu adalah dirinya. Dan dua temannya itu pura-pura sedang mengomentari film yang sedang tayang. Awas aja lo ya, Re. setelah ini gue gundulin elo. Cyra membatin.


Sementara Zaki tetap tampak tenang. Sedikit pun terlihat tidak terganggu oleh ucapan anak didiknya. Pandangannya fokus ke depan, seakan-akan ia tidak mendengar apapun.


“Enak banget ya nonton ditemenin pacar. Duduk berdua bisa saling lirik-lirikan. Asoooi…”

__ADS_1


Cyra menoleh ke belakang saat mendengar suara yang sepertinya juga sedang menyindirnya. Ya ampun, ternyata Kiwol, pria itu duduk berderet bersama enam teman pria lainnya yang semuanya adalah teman-teman kuliahnya. Cyra memalingkan wajah kembali ek depan.


Buset dah, di sini ia dikelilingi teman-teman kuliahnya, Cyra semakin canggung jadinya. Perasaannya pun jadi tidak nyaman.


“Kalau nonton berdua sama pasangan, paling enak senggol-senggolan. Mata ngeliat ke depan, tapi tangan di bawah cubit-cubitan, kaki senggol-senggolan,” lanjut Kiwol dengan volume suara agak dikerasin supaya Cyra mendengar kata-katanya. Minimal merasa tersindir. Mengenai Zaki, itu urusan belakang. Para mahasiswa memang selalu segan bilan berhadapan dengan Zaki di kampus, soalnya Zaki kan galaknya luar biasa. Dosen menjadi raja saat berada di ruang lingkup kampus, tapi saat berada di luar kampus begini, mereka yang memegang kuasa.


“Alamaaak. Asik bangetlah kayak remaja jaman dulu kala. Cubit sama senggol,” sahut yang lain.


“Aku jadi ngiri ngeliat orang nonton bawa pacar.”


“Pake baju coupelan. Eyaaa….”


“Makan popcorn sebungkus berdua. Asiiik…” Ledekan di belakang kian menjadi.


Zaki langsung menoleh dan menatap anak-anak yang duduk di belakangnya. Sontak tujuh pria yang yang berstatus mahasiswa itu pada celingukan dan saling pandang. Ternyata nyali mereka ciut juga begitu dipandang oleh Zaki. Mata Zaki seperti memiliki kekuatan super yang membuat lawan tatapannya menjadi takluk.


“Kalian mau?” Zaki menyodorkan popcorn miliknya yang isinya hanya tinggal separuh.

__ADS_1


“Ehe heee. Enggak. Makasih, pak,” tolak Kiwol sopan. Tentu saja ia menolak tawaran Zaki, dosennya itu menawarkan dnegan sorot mata tajam menghunus.


Tujuh prai itu saling berbisik dan saling injak kaki, saling menyalahkan.


Manik mata Zaki bergerak menatap satu per satu wajah-wajah mahasiswanya yang sedang kalang kabut tersebut. Kemudian ia kembali memutar posisi duduk mengarah ke depan.


Terdengar kasa-kusuk dari arah samping dan belakang, kemudian cekikikan.


***


TBC


Dukung cerita ini dengan klik detil cerita PACARKU DOSEN. Lalu lihat contoh gambar di bawah ini, klik aja gambar yang kukasih panah dan ucapin selamat tahun baru di sana :



Ingat, ngucapin selamat tahun barunya bukan di kolom komentar cerita ini, yah. Tapi di gambar yang kutunjuk pake panah itu. Makasih yang udah pada ngucapin.

__ADS_1


Orang yang membaca PACARKU DOSEN tuh ratusan ribu tapi yang ngasih ucapan Cuma dua ratusan doang, sedih aku tuh.


__ADS_2