
Berhubung cerita ini masuk ranking 6 berkat kalian, maka aku tepati janji crazy update yah, ayo
terus dukung dengan sumbangan koin, poin dan like nya jangan macet biar bisa crazy update lagi.
***
“Jadi kapan undangannya? Jangan lama-lama, entar nggak jadi, loh. Bisa berabe,” celetuk Bu Santi.
“Oh itu, nggak lama lagi. Ibu pasti dapet undangannya, kok.” Zaki malah ngelunjak.
“Waah... lepas perjakalah ya, Pak Zaki. Hihiiii...” Bu Santi antusias.
Zaki tersenyum tanpa sedikitpun merasa canggung.
“Cyra, jangan kaget nanti ya kalau melihat sesuatu yang berbeda dari Pak Zaki.” Bu Santi menatap pipi Cyra yang sudah seperti kepiting rebus
Yasalam, ini dosen kok mulutnya bocor banget ya? Cyra menggumam heran.
“Eeeh... rupanya pada ngumpul di sini,” Bu Raini tiba-tiba muncul dan langsung menyerobot berdiri di sisi Zaki. “Sedang membicarakan apa ini? Acara wissuda yang berjalan lancar, ya?”
“Ini lho, kata Pak Zaki, dia bentar lagi mau sebar undangan untuk pernikahannya dengan Cyra.”
__ADS_1
“Weh, itu bukan sekedar gosip saja, ya? Isu tentang pak Zaki dan Cyra adalah fakta?” Bu Raini membelalak, seperti tak yakin.
“Ya, beneran, dong. Pak Zaki kan juga udah beli cincin nikah buat Cyra. Haduuuh... jadi keinget pas dilamar suami.” Lagi-lagi Bu Santi ngeledek.
Ekspresi Bu Raini terlihat kecewa. Gadis itu melepas nafas berat lalu menatap Zaki. “Beneran Bapak Zaki mau nikah sama Cyra?” Bu Raini ingin memastikan. Selama ini ia sering mendengar isu tentang Zaki dan Cyra, namun ia menganggap kabar angin tersebut hanyalah gosip semata.
Zaki mengangguk sembari melempar senyum.
Bu Raini langsung melongo. “Wah, di sini kok jadi panas, ya? Panas di luar dan di dalam.” Bu raini mengibas-ngibaskan telapak tangannya ke wajahnya.
Zaki menoleh ke arah Bu Raini dengan seulas senyum, ia cukup mengerti dengan maksud perkataan teman sepekerjanya itu.
“Ini kayaknya hati saya yang panas. Hancuuur hancuur...” Bu Raini melenggang pergi setelah mendaratkan cubitan kecil di lengan kokoh Zaki.
Walah, dosen yang satu ini bener-bener asal jeplak kalau ngomong. Suka nyeleneh. Cyra geleng-geleng kepala.
Tak lama para mahasiswa lainnya muncul bergerombolan. Meeka menghampiri Cyra.
“Nah, ini kroco-kroco udah pada nyamperin. Ya udah, gantian. Saya yang pergi.” Bu Santi berlau pergi meninggalkan Cyra dan Zaki yang saling pandang.
“Cie cieee.... Cyra nempel mulu sama Pak Zaki,” ledek Rere.
__ADS_1
“Jadi ngiri pengen punya pacar dosen juga,” sahut Bianca sembari melirik Zaki yang hanya tersenyum dengan tenang.
“Mentang-mentang udah wisuda trus terang-terangan nih deket-deketan sama pacar,” sahut lainnya.
“Pak, kapan nih ngelamar Cyra?”
“Jangan PHP, kasian Cyra kalau di PHP-in.”
“Kalian jamin akan datang kalau saya bersanding dengan Cyra?” Zaki menunjuk Cyra dengan dagunya. Sangat tenang sekali ia mengucapkan kalimat itu.
“Widiiih... Nantang nih ye...”
“Datenglah , Pak.”
“Pasti akan jadi momen spesial saat ngeliat dosen kami menikahi mahasiswinya.”
“Ya sudah, tunggu saja kabar dari saya. Pantengin sosial media saya.” Zaki tersenyum sangat manis membuat para ladies menjadi gemas. Para mahasiswinya bersikap lebih leluasa sekarang, karena mereka menyadari sudah lepas dari status sebagai mahasiswi Zaki.
“Ayo, Cyra. Kita pulang!” ajak Zaki pada Cyra dengan entengnya seakan tak ada beban meski di hadapan teman-teman Cyra.
Cyra mengangguk meski dengan perasaan tak menentu. “Gue duluan, guys!” Cyra mengikuti Zaki meninggalkan teman-temannya.
__ADS_1
TBC
jangan lupa klik LIKE di setiap part ya zeyank