PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
161. Berontak


__ADS_3

“Mmmppptth…” Cyra ingin menjerit dan melakukan penolakan. Tapi pergerakan tubuhnya benar-benar terbatas. Bahkan ia merasakan dengan jelas hentakan dada Zaki di dadanya. Ia meyakini bahwa Zaki juga pastinya merasakan hal yang sama. Kini Cyra hanya bisa membelalakkan matanya menatap wajah Zaki yang berada sangat dekat bahkan menempel di wajahnya, mata Zaki terpejam dan nafas pria itu terdengar begitu keras.


Cyra akhirnya pasrah karena lelah memberontak. Ia tidak tahu entah sudah berapa menit adegan itu berlangsung, mungkin sepuluh menit, atau lebih. Ya ampun.


Tak lama kemudian Zaki memundurkan wajahnya, memberi jarak pandang agar ia bisa menatap wajah Cyra. Kulit wajah gadisnya itu kini tampak memerah. Zaki mengusap bibir Cyra dengan jempolnya.


“Itu hukuman untuk gadis yang merelakan tangannya dicium oleh pria lain selain aku.”


Deg!


Jantung Cyra berdebam lagi. Jadi Zaki tadi melihat Alfa mencium tangan Cyra? Oh no… Pantesan.


“Aku nggak suka kamu membiarkan dirimu dipegang sama laki-laki lain. Paham?” Zaki menaikkan satu alisnya dengan tatapan tajam.


“Cemburu sih cemburu aja, tapi jangan ngehukum aku kayak gini,” lirih Cyra seraya menunduk.


“Aku yang berhak menentukan jenis hukuman, dan terdakwa harus menerima hukuman yang diberikan.”


Cyra mendengus. Baru kali ini ada laki-laki semena-mena menghukum pacarnya. “Aku minta maaf.”


“Turunlah!”


Cyra mengangguk kemudian membuka pintu.


“Aku mencintaimu,” ucap Zaki membuat Cyra menoleh.

__ADS_1


Sepersekian detik mereka bertatapan. Kemudian Cyra turun dan menutup pintu mobil. Ia melangkah memasuki rumah.


Tujuan utama Cyra sekarang hanayalah kamar. Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur setelah menaruh tasnya ke meja. Lamat-lamat pandangannya menatap plafon kamar. Di sana membayang wajah Zaki yang menempel di wajahnya saat melakukan adegan di mobil tadi. Cyra menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan kepala menggeleng-geleng mengenang kejadian itu. Ya ampun, Zakiiiiii…. Kenapa hukumannya seperti itu, sih? Ada ya hukuman seaneh dan seekstrim itu? Cuma kamu yang punya ide jelek begitu buat ngasih hukuman ke orang lain.


Thung.


Nada pesan masuk ke ponsel Cyra.


Segera Cyra menjauhkan tangannya dari wajahnya dan jemari lentiknya beralih meraba isi tas, mengeluarkan benda pipih dan membaca pesan.


Banteng


Maaf udah bikin kamu tersiksa tadi


Banteng


Kalau aku rela, berarti aku gk cemburu


Kalau aku gk cemburu, berarti aku gk sayang sama kamu


Banteng


Aku hanya ingin kamu jaga dirimu untukku seorang


Banteng

__ADS_1


Aku sayang sama kamu


Cyra tersenyum membaca pesan itu. Pelan dua jarinya mengusap bibirnya yang sedikit bengkak akibat keganasan Zaki. Jari-jari lentik Cyra mulai mengetik pesan untuk membalas.


Cyra


Aku juga sayang sama kamu


Zaki


Jangan ulangi lagi kesalahanmu


Cyra


Oke. Aku janji


Cyra menunggu balasan. Beberapa menit memelototi ponsel, namun tak kunjung ada balasan. Akhirnya ia melempar ke sisinya. Ia berbaring dengan posisi miring, menatap foto Zaki di wallpaper hingga layar menjadi gelap dan foto di layar ponsel pun tidak lagi kelihatan.


Entah apa jadinya jika suatu saat nanti si galak itu menjadi pendamping hidupnya. Hukuman seperti apa yang akan ia terima jika melakukan kesalahan yang menurut Zaki fatal. Bisa jadi ia dibanting-banting di atas ranjang. Oooh… No! Cyra cekikikan sendiri membayangkan hal konyol dalam pikirannya.


Selang beberapa menit, Cyra sudah tertidur dengan lelap.


***


Plis dong dukung cerita ini dengan cara menyumbangkan koin atau poin yang kalian miliki. Entar kalau sumbangan koinnya banyak, aku bakalan update banyak alias crazy update sebagai bentuk rasa terimakasihku buat kalian.

__ADS_1


Plis juga vote di setiap part biar aku juga semangat ngetik. Okey cayang!


__ADS_2