PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
39. Berpisah


__ADS_3

Zaki mengangkat kardusnya kemudian melewati Cyra sambil berbisik, “Aku pergi. Jadilah mahasiswi cerdas. Sebentar lagi kuliahmu berakhir, tingkatkan prestasimu dan bawalah nilai yang baik!”


Zaki melenggang pergi setelah membisikkan kalimat itu.


Cyra malah diam terpaku di tempatnya. Sungguh, semua ini tidak adil untuk Zaki. Kenapa harus Zaki yang menerima resiko ini? Sekarang Cyra harus bagaimnaa?


Cyra berlari keluar ruangan. Mengejar Zaki. Tapi pria itu sudah tidak terlihat di koridor. Cyra berlari melintasi koridor, sepatunya menggema mengetuk lantai. Ia berbelok ke arah parkiran mobil, didapatinya Zaki yang tengah memasukkan kardus ke bagasi. Pria itu memutari mobil kemudian masuk.


“Zaki!” Cyra berdiri menatap dari kejauhan. Jendela mobil yang terbuka membuat Cyra dapat menjangkau wajah pria itu.


Zaki menoleh, menatap wajah Cyra yang lagi-lagi dibanjiri air mata.


Zaki tersenyum. Kaca mobil perlahan naik dan mobil melesat keluar melintasi gerbang kampus.


Cyra menyandarkan punggungnya ke dinding bangunan kampus. Kedua telapak tangannya menutup wajah. Tangisnya kembali pecah. Pundaknya bergetar. Ya Tuhan, kenapa Cyra sesedih ini saat ditinggalkan Zaki? Padahal mereka masih bisa bertemu di luar kampus. Tapi kepergian Zaki meninggalkan kampus, seakan telah mengubah dunia Cyra dalam seketika waktu. Rasa kehilangan itu benar-benar ada.


“Ra, Pak Zaki udah pergi?”


Cyra tidak perlu emmbuka telapak tangannya yang menutup wajah. Ia sudah tahu siapa pemilik suara cempreng yang kini berada di sisinya. Rere.


“Gue nggak nyangka kalau kejadiannya bakalan sefatal ini, Re. gue yang salah karena gue yang nyium Zaki, tapi malah Zaki yang dianggap jadi korban dan bahkan dianggap nggak pantas jadi dosen atas perbuatannya itu. Gue tahu Zaki terpukul dengan kejadian ini, tapi dia tetap keliatan tegar, Re. justru itu yang bikin gue nnggak sanggup ngeliat kepergiannya.”


“Huaaaaa huaaaa…”


Sontak Cyra membuka telapak tangannya yang menutup wajah. Ia heran menatap Rere yang mengap lebar, air matanya meleleh entah sejak kapan.


“Ra, gue baper banget denger cerita lo. Nggak kuar gue, Ra. Jadi sedih.”

__ADS_1


Cyra menubruk Rere dan menangis di pelukan sahabatnya yang sedang mangap-mangap itu. Bukan Rere namanya jika tidak setia kawan. Disaat Cyra menangis, Rere pasti ikutan menangis. Sayangnya tangisan Rere suka nggak kira-kira. Suaranya cempreng, mulutnya mangap lebar lagi.


“Nggak ada lagi dosen idola di kampus kita, dong.” Rere sesenggukan, membuat Cyra malah berhenti menangis.


Habisnya mulut Rere yang berada tepat di depan telinga Cyra membuat gendang telinga Cyra rasanya jadi budek.


“Nangisnya udahan, Re.”


Sontak tangis Rere langsung berhenti. “Kenapa? Gue kan lagi sedih.”


“Suara lo nggak enak banget.”


“Heheee… Seenggaknya, lo jadi berenti nangis setelah denger suara tangisan gue yang kata lo nggak enak ini.”


***


Pandangan Zaki fokus ke laptop yang menyala. Tangan kanannya memegangi mouse. Yang menjadi pencariannya saat ini di internet adalah pekerjaan. Dimana ada kampus yang membutuhkan tenaga sepertinya. Ia geleng kepala. Wilayah kampus yang membutuhkan dosen benar-benar berada di luar jangkauan. Kalimantan, Sulawesi, dan Medan.


Zaki membuka grup wa, daftarnya berisi teman-teman SMA dan teman kuliahnya dulu. Ia menanyakan informasi yang membutuhkan tenaga dosen. Awalnya obrolan terdengar serius, tapi lama kelamaan obrolan mengacau entah kemana-mana. Tak ada informasi yang Zaki dapatkan.


Zaki ingat bagaimana dekan menekankan kalau dia sudah melanggar etika, melakukan tindakan tidak senonoh pada mahasiswinya sendiri. Itu cukup membuat pikirannya terganggu.


Zaki menggeser kursor, mengarahkannya pada nama ‘sayangku’ di aplikasi whatsapp saat melihat ada notifikasi pesan dari nomor tersebut.


Cyra


Kamu dimana?

__ADS_1


Zaki tersenyum. Baru sebentar tidak ketemu, apa Cyra sudah kangen? Zaki kemudian mengetik dan membalas pesan.


Zaki


Di rumah


Cyra


Lagi ngapain?


Zaki


Ngais-ngais dinding gara-gara stres ditendang dari kampus


Cyra


Aku serius.


Jangan becanda


Zaki


Di kamar lagi mikirin kamu


Cyra


Aku minta maaf

__ADS_1


Zaki tidak membalas. Ia menyambar jaket dan kunci motor, lalu melenggang menuju garasi. Ia mengeluarkan motor dari garasi. Hanya dengan menyeberangi jalan di depan rumah, ia sudah sampai di depan rumah Cyra.


TBC


__ADS_2