PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
91. Ingin Jujur


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Cyra terus kepikiran obrolan antara Alfa dan Kiwol. Ia tidak habis pikir, kenapa Alfa yang selama ini di matanya terlihat begitu baik dan penuh kelembutan, bisa nekat diam-diam menyikut lawan dengan cara tidak sportif. Bahkan Alfa sengaja tidak mengatakan bahwa sesungguhnya dialah pelaku yang telah melaporkan video itu kepada dekan disaat Cyra menuduh Kiwol. Alfa membiarkan Kiwol menjadi tersangka atas tuduhan Cyra.


Apakah sebesar itu keinginan Alfa menutupi perbuatannya supaya tidak diketahui Cyra sampai tega membiarkan Kiwol yang menjadi kambing hitam. Jelas Alfa mengetahui kalau Kiwol adalah satu-satunya orang yang memiliki video itu.


Ya ampun, Alfa, kenapa dia harus melakukan perbuatan itu? Jujur saja Cyra kecewa atas apa yang telah Alfa lakukan. Selama ini Cyra sudah menganggap Alfa adalah lelaki sempurna yang tidak memiliki kecacatan, baik dari segi fisik maupun perbuatan, tapi kenapa Alfa mencoreng dirinya sendiri dengan perbuatan itu?


Entahlah, sampai detik ini Cyra masih belum bisa percaya atas perbuatan Alfa itu. Ini membuktikan kalau cinta bisa membuat akal sehat seseorang menjadi tak sehat.


Cyra membelokkan mobil ke halaman rumahnya. Sudah tidak ada lagi mobil yang teronggok di depan rumahnya, artinya ayahnya Alfa sudah pergi.

__ADS_1


Cyra menuruni mobil dan melenggang masuk ke rumah. Ia mendapati mama dan papanya tengah duduk di ruang tamu. Kedua orang tuanya itu terlihat sedang asik mengobrol. Cyra tidak begitu menyimak topik pembicaraan yang mereka bahas. Isi kepala Cyra sekarang adalah Zaki. Ia ingin mengungkapkan isi hatinya, sesuai dengan yang diminta Zaki, juga sesuai dengan kemauannya sendiri.


“Ma, Pa!” panggil Cyra mendekati mama dan papanya.


Sejurus pandangan mengarah kepada Cyra yang berjalan mendekat, kini gadis itu sudah duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya.


“Iya, sayang. Ada apa?” Farhan menatap wajah putrinya yang terlihat kusut, sedikit bimbang.


“Loh, berarti kamu tadi udah pulang? Dan kamu tahu Om Randy kemari?” Andini terlihat antusias, mengira kalau Cyra juga menyukai kedatangan papanya Alfa. “Kenapa kamu nggak muncul dan duduk bareng bersama kami tadi? Papanya Alfa nanyain kamu, loh. Kalau tau ada kamu, papanya Alfa kan bisa kenalan sama kamu.”

__ADS_1


Cyra menghela nafas. Mama dan papanya terlihat begitu antusias terhadap ayahnya Alfa yang bernama Randy itu. Jantung Cyra mulai tidak nyaman, ia takut kejadian seperti di telenovela menimpa dirinya. Kedua orang tuanya bersikukuh kuat hendak menjodohkan meski ia menolak dengan keras, kemudian ia meraung-raung menangisi perjodohan, lalu kesehariannya akan diwarnai dengan tangisan yang mengharu-biru. Tragis sekali nasibnya.


Aha ha haaa… Dalam hati Cyra ngakak membayangkan kisah ngenes itu. Dramatis banget.


“Maaf ya Ma, aku mau jujur. Tapi mama jangan marah, plis!” Cyra menatap mamanya dengan pandangan penuh harapan. Kemudian pandangannya beralih menatap papanya.


Farhan mengangkat alis menatap ekspresi putrid semata wayangnya yang baru kali ini tampil di wajahnya itu. “Ada apa? Kamu mau ngomong apa? Bicaralah! Kita bisa bicarakan baik-baik! Jangan takut untuk mengungkapkan apapun yang itu. Kami di sini adalah orang tuamu, bukan orang lain. Sudah sepatutnya orang tua yang melindungi dan menjaga putrinya, lalu apa yang kamu takuti?”


TBC

__ADS_1


KLIK LIKE


__ADS_2