PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
83. Cocok


__ADS_3

“Aku mengerti dengan kecemasan mama, aku hargai semua itu. Tapi apa aku harus mengorbankan cintaku hanya demi menjaga hubungan baik antara mama dan Tante Andini?” ucap Zaki.


“Apakah mungkin kamu akan tetap bersama Cyra jika hubungan antara kedua orang tua nggak baik?” Alya menatap lekat mata puteranya. “Seperti yang udah mama bilang tadi, mama sangat setuju kalau Cyra menjadi bagian dari hidup kita. Tapi Tante Andini telah memilih Alfa sebagai calon menantu, takutnya hubungan mama dengan tante Andini akan runyam kalau kamu yang tidak diharapkan, malah datang dan minta restu darinya. Jadi, untuk saat ini, biarlah Cyra yang menyelesaikan dulu hubungannya dengan Alfa sehingga Tante Andini akan tahu kalau Cyra tidak suka Alfa, setelah itu barulah kamu maju.”


Zaki tersenyum. Sejak awal, memang itu yang ia bahas dengan Cyra. Dan ternyata mamanya sehati dengan pemikirannya. Zaki cukup merasa puas dengan keputusan yang mmanya katakan. Setidaknya, ia mendapat respon bagus dari mamanya.


Di sisi lain, Cyra memasuki rumahnya, tujuannya tak lain ingin menemui mamanya. Saat melintasi ruangan tamu, ia mendengar suara perbincangan. Dan diantara suara-suara itu, Cyra menangkap suara asing yang belum pernah ia dengar.

__ADS_1


Cyra mendekati pintu dan melihat mama dan papanya sedang mengobrol dengan seorang pria yang dipastikan adalah seorang tamu. Segelas kopi tersaji di meja sebagai hidangan untuk sang tamu.


“Iya, saya lihat Cyra juga cocok dengan Alfa, putra Bapak. Mereka sering belajar bersama, bepergian bersama, sejak SMA mereka sering bersama-sama. Nggak ada salahnya jika Alfa menjadi calon pendamping Cyra.” Andini terlihat antusias.


“Saya dengar juga begitu. Alfa sangat cocok dengan Cyra. Alfa sering bercerita tentang Cyra, tapi saya belum pernah mengenal Cyra,” sahut pria asing berjas hitam yang tak lain adalah ayah dari Alfa.


“Sebentar lagi Cyra mungkin pulang. Nanti bapak biar saya kenalin sama Cyra.” Andini menatap sekilas arlojinya. Namun kemudian mengernyit. “Ini udah lewat dari jamnya, kok Cyra belum pulang ya? Ah, mungkin mampir ke restoran.” Andini menebak-nebak sendiri.

__ADS_1


“Lagi pula Alfa dan Cyra sebentar lagi lulus kuliah.” Andini menyahut. “Soal kerjaan, nggak perlu diragukan lagi, dong. Alfa kan tinggal meneruskan jejak ayahnya.”


“Ha haaa…” Tawa ayahnya Alfa menggelegar.


“Oh ya, biar saya telepon aja dimana Cyra sekarang berada. Biar Bapak bisa kenalan sama anak saya” Andini meraih ponselnya kemudian mencari nama Cyra di ponselnya.


Cyra yang sedang mengintip, buru-buru lari ngacir meninggalkan pintu. Ia keluar rumah dan langsung masuk ke mobil. Ponselnya berdering tepat saat ia memutar mobil. Siapa lagi ID penelepon jika bukan Andini. Cyra tidak menghiraukannya. Mobilnya kini sudah melewati gerbang dan melaju di jalan raya. Dari pada ia harus dikenalin sama ayahnya Alfa dan kemudian perbincangan akan semakin serius, Cyra memilih kabur. Saat ini bukan waktu yang tepat untuknya mengambil tindakan.

__ADS_1


Jujur saja, Cyra bukanlah anak pembangkang. Dia adalah anak semata wayang. Apakah mungkin ia sanggup menolak jika mama dan papanya sudah mengambil keputusan? Sulit baginya. Cyra hanya akan membicarakan masalah itu pada kedua orang tuanya tanpa ada orang asing yang mendengarnya. Cyra akan katakan kalau ia hanya mencintai Zaki, tapi tidak di hadapan ayahnya Alfa.


TBC


__ADS_2