
“Wah, beruntung banget Cyra temenan sama kamu. Udah ganteng, pinter lagi. Kok, kamu mau disuruh-suruh Cyra? Kamu naksir Cyra, ya?” ceplos Andini membuat muka Alfa memerah.
Alfa diam saja sambil senyum tersipu.
“Bener nih, kamu suka sama Cyra?”
Alfa mengangguk diiringi senyum.
“Ya udah, biar Tante panggilin Cyra suruh nemuin kamu.”
Usai menceritakan hal itu, Andini menatap Cyra lekat-lekat. “Itu artinya hanya Alfa yang mengharapkanmu? Dan kamu nggak menyukainya?”
__ADS_1
Cyra mengangguk.
“Ya ampun, Ma. Kenapa kejadiannya bisa begini? Papa kira mama udah bicarakan masalah ini dengan Cyra.” Farhan mengesah. “Papa kira Cyra juga menyukai Alfa. Ternyata semuanya masih mengambang. Kenapa mama nggak bahas masalah ini dulu dengan Cyra? Setelah benar Cyra mengaku suka Alfa, barulah kita membahasnya dengan ayahnya Alfa. Kalau sudah begini, kita harus bagaimana lagi?”
Andini tampak lemas. Mukanya memucat. “Aduh Pa, mama malahan udah yakin banget kalau Cyra tuh suka sama Alfa. Tapi ternyata apa yang mama lihat nggak sesuai dengan kenyataannya.”
Farhan mengusap wajah dan menepuk pundak Cyra. “Cyra, Papa tidak bisa memaksakan kehendak kami sebagai orang tua kepadamu, karena kebahagiaanmu, kamu sendiri yang akan merasakan. Tapi kamu juga sudah mendengar sendiri perbincangan anatara kami dan papanya Alfa, kalau kami sudah membahas hubungan antara kamu dan Alfa. Dan tidak mudah bagi kami untuk mencabut ucapan kami sendiri.”
Muka Cyra mendung seketika. Ini artinya ia harus mengikuti hati nurani untuk menghargai keputusan orang tuanya, untuk memahami situasi yang dialami mama dan papanya? Jujur saja, Cyra merasa sungkan jika harus mengikuti keegoisannya tanpa harus memikirkan kondisi kedua orang tuanya, yang pasti akan menanggung malu jika harus menjilat air ludah sendiri.
“Papa paham, tapi Papa mohon kamu mengerti dengan posisi papa dan mamamu saat ini.”
__ADS_1
Hati Cyra terasa ditusuk mendengar kata-kata itu, terlebih tatapan mata papanya terlihat penuh dnegan harapan. Apakah Cyra berdosa jika bersikukuh menolak kemauan kedua orang tuanya? Kenapa Cyra tidak tega untuk emmbuat dirinya egois sebentar saja? Kenapa tatapan teduh papanya membuat hatinya luluh?
“Alfa itu…” Cyra sebenarnya ingin mengatakan perilaku Alfa yang telah tega menjatuhkan Zaki sebagai dosen hingga akhirnya Zaki dikeluarkan dari kampus. Tapi rasanya kasus yang harus ia kemukakan itu tidak baik untuk didengar kedua orang tuanya. Karena kasus yang Alfa laporkan adalah tentang video ciuman antara Cyra dan Zaki. Andai saja masalah itu diketahui oleh kedua orang tuanya, urusan bakalan tambah rumit. Bisa jadi kedua orang tuanya malah akan menyalahkan Cyra karena dianggap nyosorin orang semaunya. Ah.. lebih baik Cyra tidak membahas masalah itu. Kasus justru akan berbalik kepadanya.
“Alfa kenapa?” tanya Andini penasaran.
Cyra menggeleng lemah. “Enggak apa-apa. Alfa itu memang cowok baik-baik, tapi Cyra nggak suka sama dia. Cyra mencintai laki-laki lain. Apa mungkin Cyra akan sanggup menjadi bagian dari hidup Alfa sementara hati Cyra udah diisi dengan cinta yang lain?”
“Loh, kamu udah punya pilihan? Siapa dia?” tanya Farhan.
“Zaki.” Cyra menjawab dengan mantap.
__ADS_1
TBC
KLIK LIKE