PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
53. Jauh-jauhan deh


__ADS_3

“Cyraaa…. Happy birh day…”


Suara cempreng itu membuat Cyra menoleh ke sumber suara. Loh, kok bisa ada Rere? Dan yang lebih mengejutkan, bukan hanya Rere saja yang membuat Cyra mengenrnyit penuh tanya. Ada makhluk aneh lainnya yang muncul di sana. Tak lain Alfa. Bukan hanya itu saja, ada satu perusak pemandangan yang membuat Cyra makin tertegun. Kiwol. Siapa pula yang mengajak makhluk jadi-jadian itu ke sana?


Ya ampun, sebenarnya siapa sih yang mengundang mereka? Aduuuh… ganggu situasi aja. Harusnya kan Cyra bisa fokus bersama Zaki saja. Tapi kalau ada Rere, Alfa dan Kiwol, tentu Cyra harus membagi perhatian. Tapi ya sudahlah, Cyra harus memahami. Dia tidak boleh egois. Walau bagaimana pun Rere dan yang lainnya adalah temannya. Mereka patut merasakan kebahagiaan yang sama.


“Makasih.” Cyra menyambut Rere dengan mencium pipi kiri dan kanan gadis itu.


Cyra menjauhkan wajahnya melihat Kiwol yang memajukan wajahnya ke arah Cyra. Nih, cowok ngapain merem-merem di depan mataku gini?


“Woi! Kesambet lo?” Cyra menampik pipi Kiwol, membuat mata pria yang tengah terpejam itu langsung terbuka.


Tampelan tangan Cyra kayak tukang pukul, keras banget.

__ADS_1


“Buset dah, Ra. Lo makannya apa, sih? Kalo nampar kenceng banget. Pedes nih pipi.” Kiwol mengelus-elus pipinya.


“Abisnya lo merem-merem di depan gue mau ngapain?”


“Lah, masak Rere doang yang dapet cipika-cipiki. Gue enggak?”


“Itu tadi udah. Cipika dari telapak tangan gue. Enak, kan?”


“Ya ampun, Ra. Sadis bener. Gue kan juga mau cipikaan sama lo.” Kiwol cengengesan sembari terus mengelus pipinya.


“Alaaa.. mereka jauh, kok.” Kiwol melirik kedua orang tua Cyra yang tengah asik berbincang dengan kedua orang tua Zaki di jarak sekitar lima meter sambil asik mengobrol. Sementara Zaki terlihat berdiri santai menikmati segelas jus dengan pandangan ke air kolam.


“Kalian kok bisa dateng ke sini?” Tanya Cyra.

__ADS_1


“Mama lo yang ngundang gue. Katanya biar rame. Mama lo kan deket banget sama gue. Alfa juga disuruh dateng. Kami ditelepon langsung sama mama lo, loh. Katanya untuk kejutan elo,” jawab Rere.


“Nah, trus itu si Kiwol, siapa yang ngundang? Tamu tak diundang dong.”


“Lah, tega bener lo ngatain gue tamu tak diundang.” Kiwol memperlihatkan muka memelas. Nggak masang muka memelas aja udah kelihatan memprihatinkan, apa lagi pasang muka kayak gitu. Makin ancur tuh muka.


“Gue yang ngajakin,” celetuk Alfa.


“Oh… Makhluk begini kok ya dibawa dimari. Untung nggak ada anak kecil, bisa pada ngibrit mereka kalau ngeliat makhluk jadi-jadian begini.” Cyra berceletuk.


“Astaga, Ra. Jangan jujur amat napa kalau ngomong. Kasiani gue.” Kiwol mengacak-acak rambut keribonya.


Cyra melirik Zaki. Pria itu tampak tenang menikmati minumannya tanpa sedikitpun menoleh ke arahnya. Sejak tadi Zaki tampak lebih terkesan melihat dasar kolam ketimbang menatap Cyra. Apakah muka Cyra tidak meraik perhatian Zaki? Sepertinya, bukan itu yang membuat pandangan Zaki lebih asik tertuju ke air kolam. Melainkan hal lain. Zaki sedang menjaga image. Nggak mungkin kan Zaki gabung sama mantan mahasiswanya? Serba salah, kelompok yang satu adalah kelompok orang-orang tua. Kelompok lainnya adalah kelompok kawula muda. Lalu Zaki harus bergabung dengan siapa? Akhirnya Zaki menyendiri. Kasihan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2