
“Ya ampun Cyra, kalau tahu kamu menyukai Zaki, pasti mama dan papa akan restui kamu. Zaki itu kan pria baik-baik, putra dari sahabat mama lagi.” Andini menyesalkan kejadian itu. Kenapa harus ada keslaahpahaman yang mengakibatkan urusan menjadi runyam. Ia bahkan tidak bisa membaca tingkah laku anaknya sendiri, sampai-sampai tidak mengetahui kalau Cyra sudah memiliki laki-laki pilihan.
“Cyra Cyra, kenapa nggak bilang? Papa sangat setuju kalau kamu memilih Zaki.,” sahut Farhan menyesalkan kejadian itu.
“Serius? Mama dan papa ngerestuin aku sama Zaki?” Cyra membelalak senang, meski setengah hatinya merasa ragu.
“Tapi itu terlambat kamu katakan, sekarang Alfa-lah yang harus kamu pikirkan.”
Cyra tertunduk lemas.
__ADS_1
“Tadi Zaki bahkan baru saja dari sini, dia juga mengatakan hal yang sama. Dia ingin kami merestumi bersamanya,” lanjut Farhan. “Ternyata kalian saling mencintai. Papa kira, kamu dan Alfa saling mencintai, dan cinta Zaki hanyalah bertepuk sebelah tangan.”
Ya Rabb… kenapa kisah cinta Cyra jadi begini? Ini nih gara-gara mamanya yang asal mengira-ngira, tidak bertanya terlebih dahulu pada orang yang bersangkutan.
“Pa, apakah aku berdosa kalau nggak menuruti mama dan papa dalam hal ini?” Akhirnya tangis Cyra pecah. Dadanya sesak sekali karena harus membayangkan berpisah dari Zaki, pria yang sangat ia cintai, bahkan jika ia harus menjadi bagian dari hidup Alfa, pria yang tidak dia cintai? Rasanya Cyra tidak pernah merasa sesedih ini, dan Zaki telah berhasil membuat hatinya hancur lebur jika benar pria itu tidak menjadi miliknya.
Andini merengkuh bahu Cyra dan memeluknya. Dengan nuansa penuh kasih sayang, ia mengecup pucuk kepala Cyra. Andini tidak tega melihat putri semata wayangnya menangis sesenggukan, meski selama ini di matanya, Cyra adalah anak yang bandel dan dia anggap kebanyakan nyusahin dari pada nyenengin, namun nalurinya sebagai seorang ibu tidak bisa dipungkiri. Tangisan putrinya itu tumpah akibat dirinya. Dan ia merasa bersalah karenanya.
Dengan mata berkaca, Andini berkata, “Sekarang semua tergantung kamu, Nak. Kalau kamu memang tetap ingin bersama Zaki, maka kejarlah cintamu itu. Tapi kalau kamu masih mau menjaga nama baik kedua orang tuamu, maka hargailah kami. Apapun keputusanmu, kami akan hargai meski itu melukai dan akhirnya nama baik kami menjadi taruhan.”
__ADS_1
Kalimat pertama yang diucapkan Andini cukup membuat hati Cyra basah dan bahagia, tapi kalimat kelanjutannya benar-benar mematahkan hatinya. Sungguh, Cyra ingin berteriak sekeras-kerasnya, kenapa harus ada pilihan sesulit itu? Mana mungkin Cyra tega mengejar Zaki sementara kedua orang taunya harus menanggung malu.
“Sampai kapan pun, aku akan tetap mencintai Zaki. Itu nggak akan berubah,” ucap Cyra di sela isakannya. Kemudian ia bangkit berdiri dan naik ke lantai atas.
Cyra melempar tubuhnya ke kasur. Membenamkan wajahnya di bantal. Tangisnya semakin pecah. Ia tidak tahu, jika kedua orang tuanya saling menyalahkan atas kejadian itu. Mereka berdebat dengan otot di belakang Cyra, tanpa mau Cyra mengetahuinya.
**TBC
KLIK LIKE**
__ADS_1