PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
41. Senyuman


__ADS_3

Rintik gerimis mengenai lengan Cyra. Cyra masih memejamkan mata menikmati tamparan halus angin yang mengenai sekujur tubuhnya.


Sepanjang perjalanan, Cyra terus memejamkan mata, berharap keadaan tidaka akn berubah sampai ia membuka mata.


“Hujan, Ra. Kita berteduh bentar, ya!” Zaki menepikan motor, berbelok memasuki area sebuah bangunan yang sudah tidak dipakai lagi.


Zaki menangkupkan jaket di kepala Cyra saat hujan sudah mulai deras. Kemudian ia merangkul gadis itu menuju teras bangunan untuk berteduh.


Cyra menatap wajah Zaki yang basah terkena rintik hujan. Apa semua pria selalu bersikap dmeikian pada gadisnya? Merelakan dirinya saja yang terkena hujan demi melindungi gadisnya? Sepele memang, tapi so sweet. Cyra suka.


Cyra menatap hujan yang mulai deras.


“Kamu nggak suka kejebak hujan gini?” tanya Zaki yang melihat Cyra menatap dengan pandangan tegas ke arah hujan.


“Aku suka.”


“Apa karena kejebak hujannya bersamaku?” Zaki melirik Cyra yang kebetulan gadis itu juga meliriknya.


Cyra tersenyum.


Akhirnya Zaki mendapatkan senyuman itu lagi setelah beberapa lama senyuman manis itu lenyap. Yang Zaki ingat, wajah Cyra selalu murung saja saat kejadian di kampus waktu itu.


“Sampai kapan kita berteduh?” Tanya Cyra setelah setengah jam kakinya kesemutan akibat berdiri di teras itu.


“Sampai hujan reda.”

__ADS_1


“Kamu sih, pake motor segala. Kenapa nggak pake mobil aja?”


“Lebih mesra pake motor. Kamu bisa peluk aku.”


“Ha haa… Ternyata mafia juga.”


Zaki tersenyum. “Emangnya seorang dosen nggak boleh mafia?”


“Kalau kita kelamaan disini, kita nggak akan bisa kemana-mana. Kita terkurung hujan.”


“Jadi maumu gimana?”


“Jalan lagi aja, yuk.”


“Yakin?” Zaki menatap tidak yakin. “Dingin, loh.”


“Belum.”


“Nah, ayo cobain.”


Zaki tersenyum lagi. Tantangan menarik. “Oke, deh.”


“Ini jaketnya?” Cyra menunjukkan jaket milik Zaki yang manutupi lengannya.


Zaki malah memakaikan jaket itu ke tubuh Cyra.

__ADS_1


Senyum manis Cyra kembali terulas.


Mereka kemudian naik motor yang melaju di bawah guyuran air hujan. Cyra tersenyum menikmati setiap tetes hujan yang membasahi tubuhnya. Ia dan Zaki basah kuyup. Hujan benar-benar deras.


Senyuman Cyra memudar saat mendapati beberapa motor ninja yang gerak-geriknya terlihat mencurigakan. Mereka seperti sedang mengikuti. Suara deru motor yang berisik akibat digas-gas itu membuat Cyra yakin kalau mereka sedang cari masalah.


“Zaki, ada yang ngikutin kita. Serem, deh.” Cyra mengguncang lengan Zaki dengan raut cemas. Sayangnya Zaki sedang emngendarai motor sehingga tidak melihat ekspresi Cyra yang sedang cemas bukan main. Andai dia melihat ekspresi itu, apsti sudah dia peluk gadisnya itu.


“Apa, Ra? Nggak denger,” sahut Zaki yang hanya bisa mendengar suara derasnya hujan dan angin, kupingnya juga tertutup helm.


“Ada yang ngikutin kita di belakang. Liat spion!” Cyra berteriak di kuping Zaki sambil menunjuk spion.


TBC


Jangan lupa klik like 👍


Bagikan cerita ini ke temen temen yah.


Makasih yang udah pada komen dan terutama yg kasih motivasi.


**Kalian beneran luar biasa.


Selalu menunggu ya, selalu setia. Hari ini aku bener bener crazy update, spesial buat yg udah setia nunggu dan komen cetar membahana. wk wk wk wk wk**


Aku saluuut

__ADS_1


Love,


E m m a S h u


__ADS_2