PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
121. Motivasi


__ADS_3

“Eehh… anak mama udah pulang, gimana ujian semesternya? Bisa nggak?” Andini tersenyum menatap Cyra. Wanita itu tengah menyetrika baju miliknya, baju yang tidak mungkin serahkan pada Bik Mey untuk menyetrikanya. Karena menurutnya itu adalah baju mahal yang mesti hati-hati saat menyetrika. Bisa mengeriting bahan baju jika tidak berhati-hati saat menyetrikanya.


“Bisa dong, Ma!” Cyra menjawab sambil menghambur mendekati mamanya. Seperti biasa, senyumnya cerah bersahaja. Mana mungkin Cyra mengaku kalau ia tidak bisa mengerjakan soal ujian dan sebagian besar ujian ia kerjakan berdasarkan jimat alias kertas contekan.


“Duuuh… Ceria banget yang baru aja dianterin pulang sama Zaki.”


Cyra membelalak, pipinya yang putih sontak merona merah. “Kok, mama tahu? Emangnya mama ngecek mobil Cyra di garasi?”


“Mama nggak kemana-mana hari ini, ngapain mesti ngecek ke garasi segala? Dengan berdiri di sini sambil nyetrika, mama bisa ngeliat kamu turun dari mobil Zaki. Keliatan dari sini.” Andini menunjuk kaca jendela di depan mukanya, tirainya terbuka dan pandangannya langsung terhubung ke luar rumah.


“Ooh.. He heee…” Cyra cengengesan.


“Jadi gimana? Apa kata Zaki? Apa dia udah serius sama kamu? Apa dia mau bertunangan sama kamu, atau gimana?”


Cyra mengedikkan bahu.


“Eeh… Jangan ambil sepele, loh. Kalian udah deket, nanti bisa gawat kalau deket-deketan terus dan nggak ada kejelasan. Pertama, bisa jadi fitnah, kedua bisa kebablasan, ketiga bisa….” Andini kehabisan kata-kata. Keningnya berkerut memikirkan kata-kata selanjutnya.


“Bisa apa?” desak Cyra tak sabar.

__ADS_1


“Ya bisa terjadi banyak masalah. Bilang sama Zaki tuh, jangan kelamaan. Atau perlu mma yang ngomong langsung sama Zaki?”


“Tenang aja deh Ma, Zaki pasti nemuin mama dan papa. Nggak mungkin kan Zaki diem-diem aja. Lagian kan mama udah tahu kayak mana gantlemannya Zaki, dia udah pernah dateng nemuin mama sama papa meskipun ditolak, iya kan?”


“Iya iya…. Tapi kan mama butuh kepastian. Sekali lagi mama tanya, Zaki bilang apa sama kamu soal hubungan kalian?”


“Zaki katanya mau… “ Cyra merasa malu untuk mengucapkan kalimat selanjutnya.


“Mau apa?”


“Mau…” Cyra menyembunyikan mukanya ke caruk leher mamanya.


“Zaki mau nikahin aku kalau aku udah lulus kuliah nanti.”


“Setengah tahun lagi, dong. Kelamaan.”


“Idiih… Kok, malah mama yang jadinya ngebet, sih?”


“Mama kan mau cepet-cepet dapet cucu. Hehe…”

__ADS_1


Muka Cyra benar-benar langsung memerah mendengar kata cucu. Itu artinya Cyra dan Zaki akan melewati hubungan yang itu untuk bisa memberikan cucu pada mamanya. Hadeeuuuh… kenapa pikiran Cyra mendadak ke arah situ? Maluuu… Cyra berlari meninggalkan Andini dan menaiki anak tangga.


“Eh, Cyra! Kok malah kabur, sih? Mama kan belum selesai nanya-nanyanya.”


Teriakan Andini tidak digubris oleh Cyra. Gadis itu menghabur memasuki kamarnya. Menutup pintu dan membanting tubuh ke kasur.


Dengan posisi tubuh menelungkup, Cyra membenamkan wajahnya. Membayangkan hubungan indah yang terjalin antara dirinya dengan Zaki setengah tahun nantinya. Mereka akan menikah, kemudian bulan madu.


E eh.. Kok pikiran Cyra kejauhan, ya? Cyra menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia meminta Bik Mey mengantar makan ke kamarnya karena sedang malas turun.


Oke, Cyra sekarang harus belajar. Ia ingat pesan Zaki, tidak boleh nyontek. Hasil kerja keras jauh lebih membanggakan dari pada mencontek. Belajar yang rajin akan mendidik diri menjadi sosok yang giat. Dan mencontek hanya akan mendidik diri kepada ketidakjujuran. Ah, Zaki pinter banget, kata-katanya benar-benar bisa dijadikan motivasi. Cyra kini duduk di meja belajar menekuni buku-bukunya.


Satu hal yang membuat Cyra semakin menyayangi Zaki, pria itu rela mengambil cuti demi membuat Cyra konsentrasi saat ujian. Padahal Cyra sebenarnya lebih suka Zaki ada di kampus, wajah tampan Zaki menjadi motivasi tersendiri baginya.


Mungkin Zaki mengambil keputusan itu karena gosip di kampus yang beredar antara dirinya dan Cyra sedang gencar-gencarnya, sehingga Zaki memilih menghilang dari hadapan Cyra untuk sesaat.


Uugh… Zaki… Gemeees.


***

__ADS_1


__ADS_2