PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
155. Kejujuran


__ADS_3

“Baca yang keras!” titah Zaki.


Sesaat mata Cyra terpejam sebelum akhirnya mulai menatap kata pertama yang dituliskan oleh Alfa di secarik kertas yang kini ia pegangi.


*Untuk :


Cyra Nadira


Apa kabar lo, Ra?


Pasti baik-baik aja, kan?


Sengaja gue tulis surat ini karena lo tahu sendiri kalau cowok yang pernah lo anggep temen ini, sama sekali nggak punya nyali, nggak punya keberanian buat bicara banyak hal secara langsung ke lo. Dan inilah satu-satunya jalan yang gue lakukan untuk ungkapin apa yang ada dalam pikiran gue ke lo.

__ADS_1


Gue tahu pasti lo bahagia sekarang, karena ada cowok yang selalu setia ngejagain lo. Gue mungkin nggak sesempurna dia, nggak sebaik dia, dan nggak setampan dia. Tapi lo nggak tahu, dibalik semua kegilaan dan tindakan di luar akal sehat yang gue lakukan, itu hanya karena satu alasa, yaitu lo.


Cyra, lo nggak tahu sedalam apa perasaan gue ke lo? Bahkan gue sendiri nggak bisa ngungkapin. Akan banyak tinta terbuang, waktu tersita, dan mungkin nggak akan kelar dalam waktu seminggu untuk menjabarkannya.


Iya, gue hanya bisa diam dan nggak ngelakuin apapun saat kita begitu dekat, saat kita selalu bersama-sama, saat kita berbagi ceita. Gue hanya punya harapan, suatu saat nanti waktu yang akan bicara dan menyatukan kita berdua dalam ikatan cinta dalam bahtera rumah tangga.


Uuh… Begitu jauh angan-angan dan harapan gue bersama lo, sampai akhirnya rasa cinta gue ke lo kian menggila saat lo dekat dengan cowok lain. Antara rasa takut kehilangan, takut putus harapan, dan patah hati berbaur menjadi satu. Kenapa gue yang udah lebih dulu jatuh cinta tersingkirkan, dan dia yang baru mengenal lo bisa langsung ngedapetin lo dengan mudahnya? Ini rasanya nggak adil buat gue.


Ra, jujur gue sempet nggak nyangka apa yang baru aja gue lakuin ke Pak Zaki. Gue nggak tahu kenapa gue bisa segila itu. Gue juga nggak tahu kenapa gue bisa sebenci itu dengan Pak Zaki. Saat dia ada di hadapan gue, rasanya gue bener-bener ingin bikin dia nggak muncul lagi di permukaan bumi. Niat itu udah ada di kepala gue, bahkan gue udah siapkan liang lahat untuknya. Tapi Takdir berkata lain, gue nggak sempet merealisasikan niat itu karena akhirnya polisi datang dan membawa gue ke tempat dingin ini.


Ra, jujur gue nyesel. Gue sangat nyesel. Apa yang ngebuat gue jadi kayak gini? Hanya karena sebatas emosi, cita-cita dan harapan gue hancur, terkubur dan pupus sampai di sini. Inikah hukuman yang harus gue terima?


Melalui lo, tolong sampaikan maaf gue ke Pak Zaki. Sampaikan penyeslan gue ke beliau. Walaupun gue tahu ini nggak pantes gue katakan, tapi gue tetep harus katakan.

__ADS_1


Makasih ya Ra, lo udah berikan banyak kisah di hidup lo. Melalui lo, gue ngedapetin banyak pengalaman yang nggak akan mungkin gue lupain. Lo yang terbaik dlaam hidup gue, lo yang memberi banyak arti dalam setiap hela nafas gue. Bahkan tanpa lo sadari, lo juga yang ngebuat gue menyadari apa arti cinta yang sebenernya.


Raihlah cinta lo, berbahagialah bersama cowok pilihan lo.


Ra, mungkin gue memang nggak pantes untuk mengatakan ini, tapi ijinkan gue katakan sekali lagi, gue cinta sama lo.


Dari :


Alfa Praditya*


Cyra melirik Zaki yang terlihat konsentrasi menyetir mobil. Pria itu sedikitpun tidak memberi respon apapun, pandangannya fokus ke depan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2