
"Tidak perlu banyak bicara, apakah kau ingin melanjutkan pertarungan atau ingin berbicara terus seperti ini?" Shin menatap tajam Jendral Hong.
"Sungguh angkuh, apa kau pikir dapat mengalahkan ku dengan kekuatan mu saat ini?" Jendral Hong membalas tatapan tajam Shin.
"Kau juga tidak akan dapat mengalahkan kami jika kau hanya bertarung setengah-setengah"
"Hahaha...!" Jendral Hong tertawa keras "Aku takut kau tidak akan dapat bertahan dalam 10 gerakan jika aku menggunakan kekuatan penuh ku!"
"Manusia aku memiliki satu penawaran untuk mu!" ucap Jendral Hong.
Shin menaikkan alisnya "Penawaran apa?"
"Aku melihat kau memiliki potensi yang tinggi, dengan kultivasi mu yang berada ditingkat Martial Saint tahap akhir, kekuatan mu sudah dapat disetarakan dengan tingkat Martial God! Dengan bakat mu yang tinggi hanya akan sia-sia jika kau bergabung dengan ras Elf yang lemah! Tempat yang cocok untuk di Benua Kegelapan ini hanya satu, yaitu ras High Orc!" Jendral Hong mengulurkan tangannya "Kau hanya memiliki dua pilihan manusia, bergabunglah dengan ras High Orc dan kau akan tetap hidup atau mati ditangan ku!"
"Tuan Shin!" Guei yang mendengar hal itu merasa khawatir jika Shin benar-benar menerima tawaran Jendral Hong.
Dia mengingat sebelumnya Shin mengatakan jika manusia itu meskipun awalnya baik namun dapat berubah seketika, dan manusia cenderung jika melihat kesempatan yang besar maka akan langsung dimanfaatkan meskipun harus mengkhianati rekannya.
"Maaf mengecewakan mu, tapi aku tidak akan pernah bergabung dengan ras High Orc!"
Guei bernafas lega setelah mendengar keputusan Shin, dia kini benar-benar jika Shin adalah orang yang dapat dipercaya.
Senyuman jendral Hong langsung menghilang "Jaka seperti itu maka ku tidak punya pilihan lain selain membunuh mu, kau akan menjadi bencana bagi High Orc jika terus dibiarkan hidup!"
Sesaat kemudian dada jendral Hong terlihat naik turun, bukan karena lelah namun bisa dilihat dari ekspresinya jika dia marah.
Entah kenapa jendral Hong bisa tiba-tiba marah seperti itu.
Shin menyipitkan matanya dengan kening yang sedikit mengerut, dia bisa merasakan jika kekuatan jendral Hong mengalami peningkatan.
Shin mengingat sebelumnya saat bertarung melawan High Orc, High Orc memiliki kemampuan khusus yaitu semakin mereka marah maka kekuatan mereka semakin besar.
Namun High Orc yang sebelumnya Shin lawan tidak bisa mengendalikan kemampuan khusus itu, tapi Jendral Hong berbeda, dia sepertinya sudah dapat menguasai kekuatan khusus dari ras mereka.
__ADS_1
"Bocah, jangan pernah menyesali keputusan mu!" ucap Jendral Hong dengan suara berat.
Shin melakukan segel tangan, seketika tulisan-tulisan kuno dari susunan formasi mengikat seluruh tubuh Jendral Hong dengan kuat.
Tidak ingin membuang waktu, Shin dan Guei secara bersamaan melesat kearah Jendral Hong.
Tubuh Shin tiba-tiba diselimuti aliran petir merah yang menggelegar.
Sesaat kemudian, Shin dan Guei sudah berada di bagian bawah dan atas jendral Hong, menyerang dari dua arah yang berbeda.
Jendral Hong tiba-tiba menyeringai lebar, belum sempat serangan Shin dan Guei mengenai Jendral Hong, sebuah ledakan kekuatan kuat keluar dari tubuh jendral Hong, membuat Shin dan Guei terpaksa mundur puluhan meter.
"Heheheh! Jangan pikir hanya dengan formasi lemah seperti itu bisa menahan pergerakan ku!" Setelah mengatakan itu, Jendral Hong tiba-tiba menghilang dari tempatnya lalu seketika muncul didepan Guei.
Guei benar-benar terkejut melihat kemunculan Jendral Hong yang secara tiba-tiba, kecepatannya benar-benar tidak bisa diikuti oleh mata Guei.
"Mati!" ucap Jendral Hong bersamaan dengan tusukan tombak yang mengincar perut Guei.
Jendral Hong yang mengira akan dapat membunuh Guei, namun kenyataannya tidak, Guei tiba-tiba menghilang dari tempatnya membuat serangan Jendral Hong hanya mengenai udara kosong.
"Apa?!" Jendral Hong terkejut, padahal dia yakin tadi Guei tidak dapat menghindari serangan itu.
Jendral Hong menoleh dan menemukan jika Guei ada bersama Shin.
Sesaat sebelum serangan Jendral Hong mengenai Guei, Shin dengan cepat menteleportasikan Guei ke tempatnya, sehingga Guei tidak terkena serangan Jendral Hong.
"Terima kasih Tuan Shin!" ucap Guei setelah menyadari jika nyawanya telah diselamatkan oleh Shin.
"Tidak masalah panah Guei" jawab Shin "Paman Guei, aku ingin mulai saat biar aku sendiri saja yang melawannya!"
Guei tertegun mendengar perkataan Shin "Tapi tuan Shin, melawannya sendirian akan sangat berbahaya! Kekuatannya saat ini sudah meningkat pesat, bukankah lebih baik jika kita melawannya bersama"
"Paman Guei, aku tau saat ini kau hanya memiliki sedikit energi Qi setelah mengeluarkan teknik terkuat mu barusan! Jadi akan lebih berbahaya jika kau ikut bertarung, akan lebih baik jika kau fokus memulihkan energi Qi terlebih dahulu sementara aku mengulur waktu!"
__ADS_1
"Baiklah" meskipun berat hati, namun Guei setuju dengan pendapat Shin.
Guei pun segera menjauh dari sana, agar tidak menghambat Shin nantinya.
"Manusia, apa kau yakin ingin melawan ku seorang diri?" Jendral Hong tersenyum sinis.
Shin masih terlihat tenang, sesaat kemudian dia tersenyum tipis "Aku rasa kau masih terlalu meremehkan ku!"
Jendral Hong menaikkan alisnya "Apakah kau masih memiliki kartu tersembunyi lainnya? Maka jangan sungkan untuk keluarkan, sekeras apa pun usaha mu, kau tidak akan bisa mengalahkan ku!" Jendral Hong berkata dengan penuh percaya diri.
*Boooommmm...!!
Shin meledakkan semua aura di dalam tubuhnya, memaksa tubuhnya melewati batasannya.
Sisik-sisik naga ditubuh Shin semakin banyak, dua tanduk tumbuh di kening Shin, bagian kanan lebih panjang sedangkan kiri lebih pendek.
Tidak hanya itu, Shin melapisi seluruh tubuhnya dengan lapisan ruang yang kuat, disertai dengan susunan formasi yang memperkuat lapisan ruang yang melapisi kulitnya.
Jendral Hong masih menyeringai lebar, dia masih yakin dapat mengalahkan Shin karena dia merasakan kekuatan Shin masih berada dibawahnya.
Sesaat setelahnya, Shin tiba-tiba menghilang lalu seketika muncul didepan Jendral Hong sambil menyeringai lebar.
Jendral Hong terkejut melihat Shin yang tiba-tiba muncul didepannya, padahal dia yakin sebelumnya Shin berjatak cukup jauh dari dirinya, tetapi Shin tiba-tiba muncul didepannya tanpa melakukan pergerakan.
Sudah sangat jelas Shin memang tidak bergerak namun berteleportasi.
Shin menebaskan pedangnya kearah leher Jendral Hong.
Meskipun sempat lengah, jendral Hong masih dapat melakukan reaksi cepat dengan membalas serangan Shin menggunakan tombaknya.
Sesaat sebelum senjata mereka berbenturan, Shin kembali menghilang dan muncul di belakang Jendral Hong dengan pedangnya yang kini hanya berjarak beberapa centimeter dari leher Jendral Hong.
Jendral Hong menyadari hal itu, dia dengan cepat menghindar, meskipun begitu Jendral Hong masih terkena goresan pada bagian belakang lehernya, membuat darah mengalir keluar.
__ADS_1