
Para High Orc yang awalnya melihat kejadian hukum kesengsaraan itu dari jauh hanya menanggapi dengan biasa saja, karena memang hal itu bisa dibilang sudah biasa terjadi.
Namun setelah beberapa waktu berlalu, mereka melihat jika hukum kesengsaraan itu berbeda dengan hukum kesengsaraan pada umumnya.
Itu jauh lebih kuat dan mengerikan.
Di dunia kultivasi, semakin kuat hukum kesengsaraan yang diterima maka akan semakin besar kekuatan yang didapat saat naik ketingkat Martial Saint.
Jadi biasanya para High Orc menilai kekuatan ras mereka yang sudah naik ketingkat Martial Saint dari hukum kesengsaraan yang mereka terima.
Semakin kuat hukum kesengsaraan mereka maka akan semakin dihormati dan semakin tinggi pangkat mereka di antara para High Orc.
Dari semua hukum kesengsaraan yang pernah mereka lihat, hanya kali ini saja mereka melihat hukum kesengsaraan yang begitu mengerikan.
Entah siapa yang mendapatkan hukum kesengsaraan mengerikan itu.
Jika itu merupakan hewan spiritual maka para High Orc itu berencana untuk menangkapnya, namun jika itu berasal dari ras lain maka mereka pastinya akan membunuhnya karena kemungkinan akan menjadi bencana nanti bagi ras mereka.
Para High Orc yang berjumlah sekitar 11 orang itu langsung melesat menuju tempat terjadinya hukum kesengsaraan.
Dalam perjalanan, mereka para High Orc juga merasakan jika para hewan spiritual juga mulai menuju ke sana.
Sepertinya mereka juga tertarik untuk melihat siapa gerangan yang mendapatkan hukum kesengsaraan itu.
Namun saat mereka sudah hampir sampai di lokasi, hukum kesengsaraan itu sudah berakhir.
Hal ini membuat mereka mempercepat laju terbang masing-masing untuk segera sampai disana.
Karena mereka yakin siapa pun itu yang mendapatkan hukum kesengsaraan yang mengerikan itu, jika dia selamat maka pasti akan mendapatkan luka yang parah.
Sudah pasti saat ini orang itu tidak bisa bergerak.
Jadi mereka semua mempercepat laju gerakan agar tidak keduluan oleh yang lainnya.
Namun saat mereka sampai, entah itu para High Orc atau para hewan spiritual tidak satupun dari mereka yang melihat orang yang mendapatkan hukum kesengsaraan itu.
Mereka hanya melihat kawah besar bekas dari dampak hukum kesengsaraan.
"Kemana perginya makhluk yang mendapatkan hukum kesengsaraan itu?"
"Seharusnya dia masih disini, tidak mungkin dia bisa bergerak setelah mendapatkan hukum kesengsaraan yang begitu mengerikan!"
Para High Orc mulai berdiskusi.
__ADS_1
"Mungkin dia sudah mati, hancur lebur sehingga tidak ada lagi yang tersisa dari tubuhnya!"
"Benar juga, lagi pula makhluk apa yang bisa bertahan dari hukum kesengsaraan semengerikan itu?"
Setelah beberapa saat berdiskusi, para High Orc itu pun pergi, mereka berpikir jika yang mendapatkan hukum kesengsaraan itu sudah hancur lebur seluruh tubuhnya.
Para hewan spiritual yang juga baru sampai berpikir sama dengan para High Orc, jadi mereka memilih untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing.
***
Sementara itu, Shin saat ini sudah berada di tempat yang jauh dari tempatnya sebelumnya.
Shin menurunkan Xun, membuat gadis Elf itu duduk bersandar disebuah batang pohon.
"Kenapa Xun masih saja belum bangun? Padahal seharusnya sekarang dia sudah sadar" gumam Shin, menatap wajah cantik Xun.
Shin menghela nafas "Menyusahkan saja! Sampai kapan kau akan tertidur? Apakah perlu aku siram dengan air agar kau bangun?"
Shin menjadi benar-benar kesal setelah beberapa jam menunggu namun Xun tidak kunjung bangun.
Tidak lama setelah itu Shin melihat jika ada tanda-tanda jika Xun akan bangun.
Jari-jari tangannya sudah mulai bergerak bersamaan dengan matanya yang terlihat bergetar.
Tidak lama kemudian, Xun membuka matanya perlahan, hal pertama yang dia lihat adalah Shin yang berdiri didepannya dengan wajah datar.
"Akhirnya kau bangun juga Putri Tidur!"
"Shin!" Xun melihat sekelilingnya "Apa yang terjadi? Dimana ini?"
Xun pun bangkit berdiri, entah kenapa dia merasakan jika tubuhnya benar-benar ringan, tidak seperti biasanya.
Sesaat kemudian dia merasakan jika energi Qi yang melimpah mengalir di seluruh tubuhnya, padahal sebelumnya dia sama sekali tidak memiliki energi Qi.
"Kenapa... aku bisa memiliki energi Qi" Xun benar-benar terkejut dengan kenyataan ini, dia mencoba mengeluarkan energi Qi nya dan terlihat tangannya mengeluarkan cahaya.
"Aku benar-benar memiliki energi Qi" ucap Xun dengan nada bergetar, namun sama sekali tidak terlihat jika dia senang dengan kenyataan ini.
Xun menoleh kearah Xin dengan ekspresi yang tidak karuan, tapi jelas jika dia meminta penjelasan pada Shin.
Shin tersenyum kemudian mengatakan "Ya, aku telah membantu mu untuk mendapatkan kultivasi mu! Jadi..."
Belum sempat Shin menyelesaikan kalimatnya, sebuah bola energi cahaya melesat kearahnya.
__ADS_1
Shin terkejut namun dia cepat bereaksi dengan melompat kesamping menghindari bola cahaya itu.
*Booommm...!!
Bola cahaya itu pun meledak seketika.
Shin melihat jika yang menyerangnya barusan adalah Xun.
"Hei! Apa yang kau lakukan?! Inikah balasan yang aku terima setelah membantu mu mendapatkan kultivasi?!" Shin berteriak marah, jelas sekali tidak mungkin dia tidak marah karena Xun malah menyerangnya bukannya berterima kasih.
"Ternyata aku salah menilai mu!" Xun terlihat marah sampai dadanya terlihat naik turun dengan matanya yang berkaca-kaca seperti ingin menangis.
"Apanya yang salah sialan!" Shin juga mulai kesal dengan Xun.
Menyerang tanpa alasan yang jelas dan malah dia terlihat marah dan ingin menangis seperti dia adalah korbannya.
"Kaulah Yang Sialan!!" Xun membentak kemudian melesat menyerang Shin dengan tangannya yang sudah dilapisi energi cahaya kuat.
Dalam sekejap Xun sudah berada didepan Shin dengan pukulannya yang siap mengenai wajah pemuda itu.
Shin dengan sigap menangkap pukulan Xun dengan tangannya.
*Boooommmm...!!
Ledakan gelombang kejut terjadi membuat retakan pada tanah yang mereka pijak.
"Jelaskan pada ku, kenapa kau malah menyerang ku?" tanya Shin dengan tatapan tajam.
"Apanya yang perlu dijelaskan?!" Xun memutar tubuhnya dengan tendangan yang mengarah ke kepala Shin.
Shin langsung membungkukkan badan lalu melompat belasan meter ke belakang.
Shin melihat Xun sepertinya benar-benar marah pada dirinya, namun Shin sama sekali tidak paham kenapa Xun malah marah setelah dia mengetahui jika dirinya dapat berkultivasi.
"Memangnya apa yang salah dengan memiliki kultivasi? Jika kau memang sebegitunya tidak ingin memiliki kultivasi maka aku bisa menghapus kultivasi mu" Shin tidak paham lagi harus melakukan apa.
"Jangan berpura-pura bodoh kau laki-laki brengsek!!" Xun berteriak marah.
Aura kuat segera keluar dari tubuh Xun bersamaan dengan tubuhnya yang mengeluarkan cahaya.
"Hei! Hei! Hei! Apa kau benar-benar serius ingin bertarung?!" Shin mengerutkan keningnya, sudah tidak paham lagi dengan gadis ini.
Dengan aura kuat yang gadis Elf itu keluarkan, pastinya Xun ingin bertarung serius.
__ADS_1