
Sekarang Bai Lian sudah mendapatkan kembali ingatan dan kekuatannya, namun dia masih belum sepenuhnya dapat melepaskan semua kekuatannya yang tersegel di dalam Tombak Naga Langit karena fondasinya sekarang yang masih kurang.
Jika Bai Lian memaksakan untuk naik ketingkat yang lebih tinggi, maka tubuhnya bisa hancur.
Sekarang saja Bai Lian pasti akan mendapatkan dampaknya nanti, jadi setelah selesai dari perang ini, Bai Lian berencana untuk lebih giat meningkatkan fondasinya.
Bai Lian benar-benar senang kali ini karena Shin telah berubah dari dirinya yang dulu, sekarang bahkan Bai Lian sudah menjadi kekasih Shin, tidak lagi dianggap hanya sekedar adik.
Selain itu Bai Lian juga tidak menyangka jika akan ada yang lain selain dirinya yang bereinkarnasi ke dunia ini.
Ada beberapa wajah yang Bai Lian kenali di kehidupan pertamanya juga berada disini. Entah bagaimana mereka juga berada di dunia ini namun sepertinya mereka semua terikat dalam satu takdir yang sama.
Bai Lian tidak mengetahui bagaimana Shin bisa berada di dunia ini, tapi pastinya Shin sudah mati sebelumnya dan bereinkarnasi seperti dirinya.
Namun Bai Lian tidak mengetahui bagaimana Shin bisa mati, jika Shin mati karena dibunuh oleh seseorang maka Bai Lian pasti akan membalasnya.
Dia tidak akan memberi ampun untuk orang yang telah menyakiti Shin.
"Untuk sekarang aku harus membasmi para pengganggu di sini dulu, baru menemui Shin!" Bai Lian menoleh kearah pertarungan antara pasukan kedua kubu.
Bai Lian mengingat tentang kakaknya, Bai Xu. Dia merasa bersyukur karena yang menjadi kakaknya bukan Shin, karena pastinya itu akan membuatnya sakit hati kembali.
"Senior Huang, aku akan pergi untuk membantu Master Sekte" Bai Lian langsung melesat pergi tanpa mendengar jawaban dari Xu Huang.
Xu Huang pun menghela nafas "Entah apa yang terjadi pada gadis itu sehingga dia terlihat berubah! Namun selama dia tidak memberikan ancaman maka tidak masalah!"
Xu Huang melesat mengikuti Bai Lian, dia juga berniat membantu untuk melawan Tetua Jing Hu.
***
Saat ini Xu Xuan dan Su Huangli sudah benar-benar terdesak melawan Tetua Jing Hu, luka yang mereka dapatkan semakin parah.
mereka berdua tau sudah tidak ada harapan lagi melawan Tetua Jing Hu.
Tetua Jing Hu bergerak cepat, menendang perut Xu Xuan hingga membuatnya terpental jauh.
Tetua Jing Hu kembali melesat, seketika dia sudah berada di depan Xu Xuan dan menebaskan kapaknya kearah leher Xu Xuan, berniat mengakhiri hidupnya.
Namun tiba-tiba seseorang muncul didepannya dan menahan serangan kapaknya.
Tetua Jing Hu terkejut karena sama sekali tidak merasakan kehadiran seseorang sebelum orang didepannya muncul secara tiba-tiba.
__ADS_1
Dengan cepat Tetua Jing Hu bergerak mundur, dia menjadi waspada karena sepertinya lawan didepannya tidak akan mudah.
Xu Xuan juga bergerak mundur karena tidak mengetahui apakah orang itu kawan atau lawan.
"Tidak perlu waspada Master Sekte, aku Bai Lian! juga merupakan anggota Sekte Pedang Ilahi" Bai Lian berbalik lalu menangkupkan tangannya.
"Kau! Bai Lian! Bagaimana bisa?!" Xu Xuan benar-benar terkejut, matanya melebar seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Maaf Master Sekte, tidak ada waktu untuk menjelaskannya!" Bai Lian menoleh kearah Tetua Jing Hu "Masih ada hal yang lebih penting yang harus diurus terlebih dahulu!"
Xu Xuan menganggukkan kepalanya, memang benar apa yang Bai Lian katakan.
Su Huangli menghampiri Xu Xuan "Saudara Xuan, siapa gadis ini?"
Su Huangli tidak pernah mendengar jika ada anggota Sekte Pedang Ilahi yang memiliki bakat seperti ini selain Shin.
"Dia adalah salah satu jenius di Sekte Pedang Ilahi! Sebelumnya dia menerobos ketingkat Martial Monarc lalu pingsan tanpa sebab, aku tidak tau apa yang dia alami sehingga dalam 3 hari saja sudah berada ditingkat Martial Saint!"
Su Huangli tidak bisa berkata-kata mendengar itu.
Tidak lama kemudian, Xu Huang datang, hal ini membuat Xu Xuan, Su Huangli dan Tetua Jing Hu terkejut.
Jika Xu Huang ada disini bukankah itu berarti Tetua Lei Huo sudah terbunuh.
Jika seperti ini maka dia akan melawan 4 Martial Saint sekaligus.
"Master Sekte! Senior Huang! Senior Huangli! Biar aku saja yang melawan makhluk ini!" ucap Bai Lian masih dengan suara sedingin es.
"Tidak Bai Lian! Dia sangat kuat, kita harus melawannya bersama!" Xu Xuan tidak mengijinkan Bai Lian.
Xu Huang menepuk bahu Xu Xuan "Adik Xuan, biarkan saja Bai Lian melawannya! Aku yakin dia bisa melawan Tetua Jing Hu seorang diri, lagi pula saat ini kita bertiga sedang terluka cukup parah! Bertarung melawannya hanya akan menjadi penghambat untuk Bai Lian!"
Xu Xuan tertegun, memang benar apa yang Xu Huang katakan.
"Baiklah!" Xu Xuan menghela nafas.
"Lebih baik para senior pergi untuk membasmi pasukan musuh agar pasukan kita tidak gugur lebih banyak!" ucap Bai Lian.
Xu Huang menganggukkan kepalanya, memang itulah yang juga dia pikirkan.
Xu Huang, Xu Xuan dan Su Huangli pun terbang kearah Medan perang pasukan mereka.
__ADS_1
"Hahaha! Bukankah terlalu percaya diri gadis kecil? Apakah kau pikir berada ditingkat Martial Saint sudah membuat mu tidak terkalahkan" Tetua Jing Hu menyeringai lebar.
Sebelumnya dia berpikir akan menyusahkan melawan mereka berempat sekaligus, namun jika hanya satu maka itu akan sangat mudah.
"Tidak perlu banyak bicara!" Bai Lian mengacungkan tombaknya kearah Tetua Jing Hu.
"Kau cukup cantik juga gadis kecil! Tubuh mu juga tidak buruk" Tetua Jing Hu menjilat bibirnya "Mungkin aku harus menikmati mu dulu sebelum membunuh mu!"
Tiba-tiba ekspresi Bai Lian semakin dingin setelah mendengar perkataan Tetua Jing Hu, bahkan membuat Tetua Jing Hu merasa merinding.
Bai Lian tiba-tiba menghilang lalu muncul didepan Tetua Jing Hu.
Dengan dua jari yang dialiri energi Qi kuat, Bai Lian menusuk mata Tetua Jing Hu hingga tembus menyemburkan darah hitam.
"Aaarrrggghhh...!!" Tetua Jing Hu berteriak kesakitan menutup matanya yang kini sudah hancur.
"Sebelumnya aku berpikir untuk langsung membunuh mu! Tapi kau malah mengatakan hal yang sangat ku benci!" Bai Lian sudah sering mendengar perkataan seperti itu di kehidupan sebelumnya.
Bahkan kata-kata itu seperti menjadi makanan sehari-harinya
Semua orang yang mengatakan hal itu tidak pernah bernasib baik ditangan Bai Lian.
Bai Lian menebaskan tombaknya beberapa kali, membuat kedua kaki dan tangan Tetua Jing Hu terpotong.
Tetua Jing Hu berteriak semakin keras, kemudian terjatuh menghantam tanah.
Setiap satu detik, Bai Lian menebaskan tombaknya, memotong bagian kecil daging Tetua Jing Hu terus menerus membuat Tetua Jing Hu tidak berhenti berteriak kesakitan.
Tetua Jing Hu sudah tidak tahan dengan siksaan ini, dia berniat meledakkan dirinya namun langsung dihentikan oleh Bai Lian.
Bai Lian menotok beberapa titik tubuh tetua Jing Hu, membuatnya tidak bisa menggunakan energi Qi.
"BUNUH SAJA AKU!!" Tetua Jing Hu berteriak.
"Kematian yang mudah tidak akan membuat ku puas! Kau harus menerima kematian yang menyakitkan" Bai Lian kembali memotong sebagian kecil daging Tetua Jing Hu secara terus menerus.
Genangan darah hitam mengalir mengeluarkan bau busuk yang menjijikkan.
Entah sudah berapa lama Tetua Jing Hu mendapatkan siksaan dari Bai Lian, dia sudah tidak lagi berteriak, tenggorokannya sudah kering karena terus berteriak keras.
"Sudah cukup! Kau bisa mati sekarang!" Bai Lian pun memenggal kepala Tetua Jing Hu, membuatnya mati seketika.
__ADS_1
Bai Lian pun melihat ke suatu arah "Shin Gege, aku datang!"
Bai Lian langsung melesat terbang untuk mencari keberadaan Shin.