
Rencananya Shin akan langsung berangkat esok hari menuju bumi, namun karena terlalu bersemangat melakukan senam pemersatu bangsa, yang mana mereka lakukan selama 10 hari non stop.
Dengan tingkat kultivasi Shin yang sekarang, dia sebenarnya masih bisa bertahan lama, namun berbeda dengan para istrinya.
Meskipun dia masih bertenaga namun para istrinya sudah kelelahan, akhirnya Shin pun berhenti setelah 10 hati non stop, membiarkan para istrinya untuk istirahat.
(Mohon maaf, imajinasi Author tidak sampai ujung menggambarkan adegan senam pemersatu bangsa yang lebih dahsyat dari pertarungan Shin melawan Dewa Siluman)
Para istri Shin sudah sangat kelelahan melayani Shin selama 10 hari ini.
Shin sendiri merasa sangat bahagia karena keinginan terpendamnya akhirnya terwujud, dia jadi semakin mencintai para istrinya.
Setelah para istri mendapatkan istirahat yang cukup, memulihkan energi mereka yang terkuras, kini mereka sudah bersiap-siap menuju Bumi, tempat dimana Shin dilahirkan.
Setelah bersiap-siap, mereka pun keluar untuk menemui Shin yang sekarang berada di halaman depan rumah, mempersiapkan susunan formasi untuk memindahkan mereka menuju Bumi.
Untuk berteleportasi ke tempat yang berbeda, tempat awal dengan tempat tujuan haruslah memiliki penghubung atau tanda di tempat tujuan.
Contohnya berteleportasi ke Pulau Pedang dari Sekte Pedang Ilahi, dimana di Sekte Pedang Ilahi terdapat susunan formasi teleportasi begitu juga dengan Pulau Pedang, sehingga kedua tempat menjadi terhubung.
Sebelumnya Shin sangat ahli dalam lingkaran sihir, namun dia tidak pernah mempelajari lingkaran sihir perpindahan dimensi karena itu adalah rahasia kerajaan, bahkan dirinya yang merupakan seorang pahlawan tidak diijinkan mempelajarinya.
Karena hal ini membuat Shin tidak bisa membuat susunan formasi yang serupa dengan lingkaran sihir perpindahan dimensi.
Menyebabkan Shin harus berpikir keras untuk membuat formasi perpindahan dimensi.
Hingga akhirnya, sekarang Shin menemukan cara untuk melakukannya, dimana yang akan menjadi penghubung antara dunia ini dengan bumi adalah benda yang berasal dari bumi.
Jika Shin memiliki benda dari Bumi maka dia bisa berteleportasi kesana.
Untung saja Shin masih menyimpan barang-barangnya saat pertama kali dipanggil ke dunia terkutuk.
Sebenarnya Shin hanya memiliki sisa satu barang, yaitu sebuah gelang, gelang yang mana merupakan pemberian ibunya dulu.
Shin tidak pernah mengeluarkan gelang itu sebelumnya karena takut gelang itu hilang atau hancur saat sedang bertarung.
Jadi Shin menyimpannya dengan sangat baik.
Shin telah selesai membuat susunan formasi.
Terlihat di tengah halaman depan rumahnya, sebuah lingkaran formasi yang unik, memiliki tulisan-tulisan kuno yang rumit.
Di bagian tengah lingkaran formasi itu terdapat sebuah lingkaran kecil, dimana pada lingkaran kecil itu diletakkan gelang milik Shin sebagai penghubung antar dunia.
Tidak hanya para istrinya yang sudah merasa tidak sabar, namun Shin juga sangat ingin kembali melihat bumi.
Entah sudah seperti apa bumi saat ini, apakah masih seperti sebelumnya, sudah berapa tahun terlewatkan di bumi.
Shin tidak tau apakah waktu yang berjalan di bumi, sama dengan waktu yang selama ini dia lewati.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga!" Shin menepuk-nepuk tangannya, menghilang debu.
"Shin Gege, ayo kita berangkat!" para istri Shin berkata dengan sangat antusias, sangat jelas mereka semua menantikan saat-saat ini.
"Baiklah, kalian semua bisa berdiri diatas lingkaran formasi!" Shin tersenyum hangat.
Tanpa menunda, mereka semua segera berdiri diatas lingkaran formasi.
Xun menatap Shin dengan senyum penuh arti dan kasih sayang.
Shin menyadari tatapan Xun lalu menoleh kearahnya "Ada apa Xun'er?"
"Bukan apa-apa" Xun tersenyum manis.
Dia sebenarnya mengingat masa lalunya bersama Shin.
Dulu saat di kehidupan sebelumnya di Alam Surgawi, Xun meminta Shin datang ke kediamannya.
Xun mengatakan jika dia ingin bertanya tentang sesuatu yang berkaitan dengan kultivasi karena dia mendapat hambatan dalam kultivasinya.
Shin yang memiliki hubungan baik dengan Xun, saat mendengar tentang masalah kultivasi Xun, berpikir jika itu tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi, dia harus membantu Xun jika bisa.
Shin akhirnya datang ke kediaman Xun.
Di kehidupan sebelumnya, Xun adalah seorang Master Sekte dari Sekte Cahaya Suci, yang mana hanya menerima murid wanita saja.
Saat Shin tiba di Sekte Cahaya Suci, semua murid Sekte itu sangat menghormati Shin karena status Shin dan hubungannya dengan Xun.
"Master Sekte menunggu di kamarnya, tuan Shin bisa langsung masuk!" setelah mengatakan itu, tetua itu langsung pamit pergi.
"Di kamarnya" Shin sesaat hanya berdiri di depan pintu kamar Xun, dia tidak langsung masuk karena merasa gugup.
Sebelumnya dia tidak pernah masuk ke kamar seorang wanita.
Setelah beberapa saat, Shin pun membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar Xun.
Kamar Xun sangat indah, banyak benda-benda indah yang menjadi penghias ruangan dan juga kamar Xun sangat harum membuat hati dan pikiran Shin merasa tenang.
"Pengharum ruangan yang terbuat dari berbagai macam bunga yang sangat langka seperti Bunga 7 Warna, Bunga Anggrek Salju dan lainnya!" Shin sering mendengar jika para wanita itu cenderung memiliki hobi yang aneh, jadi dia tidak akan heran dengan barang-barang langka yang hanya digunakan sebagai pengharum ruangan.
Shin tidak mengetahui jika Xun mengorbankan barang-barang langka sebagai pengharum ruangan karena dirinya akan datang ke sini, Xun ingin agar Shin bisa betah berada di kamarnya.
Jika bukan Shin yang datang, Xun tidak akan mau mengorbankan benda-benda berharga itu.
Shin pun duduk di tengah ruangan dengan sikap santai "Xun, bukankah kau bilang ingin aku datang untuk mengatasi masalah kultivasi mu?"
Shin melihat ke satu arah, dimana ada satu ruangan yang pintunya hanya sebuah tirai yang terbuat dari benang-benang berhiaskan pernak pernik indah.
"Ya" terdengar suara lembut dan halus dari ruangan itu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian tirai pun dibuka perlahan, memperlihatkan Xun yang saat ini mengenakan pakaian transparan, sampai bagian tubuhnya bisa dilihat.
Mata Shin langsung terbeletak melihat keindahan tubuh Xun, meskipun terlihat samar namun Shin bisa melihatnya dengan jelas.
Shin dengan cepat memalingkan wajahnya "Xun! Apa yang ingin kau lakukan?! Kenapa kau berpakaian seperti itu?!"
Shin berkata dengan nada sedikit keras, merasa telah dipermainkan oleh Xun, membuatnya sedikit marah.
"Apakah perlu di tanyakan lagi?" Xun berjalan mendekati Shin.
"BERHENTI!!" Shin mengepalkan tangannya, bayangan tubuh indah Xun terus muncul di kepalanya.
"Xun! Apa kau sadar apa yang kau lakukan?! Tidak seharusnya seorang wanita seperti mu melakukan hal ini!! Jangan pernah menunjukkan tubuh mu kecuali pada pria yang kau sukai!!" Shin berkata dengan nada sedikit keras.
Tiba-tiba Xun menghentakkan kakinya dengan keras kelantai, membuat lantai retak, wajahnya terlihat marah.
"Bukankah seharusnya kau juga sadar dengan apa yang kau katakan?! Atau apakah kau masih belum sadar dengan perasaan ku selama ini pada mu?! Aku telah berusaha sekuat mungkin untuk membuat mu membuka hati untuk ku, tapi kau seperti mengabaikan perasaan ku pada mu!!" ucap Xun dengan nada yang tidak kalah keras dan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Apa sebenarnya yang kau pikirkan dasar bodoh!! Orang udik!! Bajingan!! Kau telah membuat ku mencintaimu tapi kau malah mengabaikan perasaan yang telah kau buat di hati ku!! Kau adalah bajingan yang sesungguhnya!!" Xun berteriak marah.
Dia sudah tidak bisa memendam perasaannya lebih lama, dia sudah tidak tahan memendam perasaannya lebih lama lagi.
Shin tertegun mendengar perkataan Xun, wajahnya yang tadi mulai marah kini terlihat merenung.
Sesaat kemudian Shin berdiri.
Xun sendiri masih menatap Shin dengan kemarahan sampai kemudian, Shin tiba-tiba bergerak cepat lalu berada didepannya.
Tanpa peringatan Shin langsung mencium bibir lembut Xun, namun hanya sesaat sebelum Shin bergerak menjauh lalu hilang seketika.
Xun tertegun dengan apa yang Shin lakukan, dia menyentuh bibirnya yang baru saja dicium.
Itu adalah ciuman pertamanya.
Saat ini Xun tersenyum manis mengingat masa lalunya itu, dia juga saat ini menyentuh bibirnya.
"Baiklah, kita akan berangkat!" ucap Shin lalu melakukan segel tangan.
Seketika cahaya keluar dari susunan formasi.
*Wooosss...!!
Shin bersama para istrinya pun menghilang, tidak lagi terlihat.
\=\=\=\=\=
**Sedikit informasi tentang perpindahan Author.
Meskipun Author pindah, Author gk bakalan membuat bab berbayar jadi kalian bisa menikmati novel Author dengan gratis!
__ADS_1
Untuk sekarang Author masih belum mulai nulis di platform sebelah, nanti Author info kan jika udah mulai nulis**