Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
36.Memasuku Alam Misterius


__ADS_3

Shin melihat tempat Bing Qiaoyu berdiri sebelumnya, sampai kemudian suara Qing Zhizun menyadarkan dirinya dari lamunan.


"Kau benar-benar bodoh anak muda! Padahal gadis itu sudah merelakan segalanya, tapi kau malah menolaknya, mungkin hanya kau saja pria bodoh yang menolak tawaran seperti itu di dunia ini!"


"Diam kau! Aku tidak ingin mendengar ocehan mu itu" Shin berkata dengan kesal.


Meskipun memang ada sedikit penyesalan dihatinya, namun dia berpikir cepat atau lambat dia pasti akan mendapatkan hal itu dari Bing Qiaoyu, jadi tidak perlu terburu-buru.


"Baiklah waktunya berangkat!" Shin pun langsung melesat menuju kearah pintu alam misterius tempat Sekte Lembah Siluman berada.


Membutuhkan sekitar 3 jam sampai akhirnya Shin tiba di tujuan.


Pintu masuk alam misterius itu memang tidak jauh dari perbatasan, Shin saat ini bahkan masih bisa melihat hamparan salju Wilayah Utara dengan jelas.


"Baiklah! Mari kita lihat seperti apa Sekte Lembah Siluman" Shin tersenyum kemudian melakukan segel tangan.


Seketika lingkaran portal tercipta didepan Shin, Shin melihat kearah portal itu, tatapannya seakan memiliki banyak makna.


"Yun'er, tunggu aku, aku pasti akan menyelamatkan mu!"


Mungkin sudah satu tahun Shin tidak bertemu dengan Qin Zhiyun setelah pertemuan terakhirnya di Hutan Kabut.


Shin teringat kembali saat-saat dia bersama dengan Qin Zhiyun, gadis yang merupakan murid pertama sekaligus cinta pertamanya.


Gadis manja yang periang, meskipun sesekali bertindak kekanak-kanakan.


Namun Shin tetap mencintai Qin Zhiyun apa adanya.


Shin jadi tidak sabar ingin segera ke Sekte Lembah Siluman dan bertemu dengan Qin Zhiyun, atau sekarang bernama Xin'er.


Di samping itu, Shin teringat dengan Xue'er yang telah membunuh Drago, kemarahan Shin memuncak, bisa dilihat dari wajahnya sekarang.


Dia ingin sekali membunuh Xue'er untuk membalaskan dendam kematian Drago.


Namun untuk saat ini Shin lebih mementingkan keselamatan Qin Zhiyun, dia harus bisa menyelamatkan gadis itu terlebih dahulu sebelum membalas dendam.


Tanpa menunggu lama lagi, Shin langsung memasuki lingkaran portal itu.


Saat Shin masuk, pandangannya langsung berubah total, sebelum masuk hanya ada hamparan pepohonan luas didepannya, namun setelah masuk dia kini berada di pinggir pantai.


"Seperti inikah alam misterius, aku baru pertama kali memasuki alam semesta" ucap Shin sambil melihat sekitarnya.

__ADS_1


Energi Qi di alam misterius ini sama seperti dunia luar, tidak ada yang spesial kecuali alam misterius ini yang sangat luas, tidak seperti alam misterius pada umumnya yang kecil.


"Aku tidak boleh berlama-lama, aku harus mencari keberadaan Sekte Lembah Siluman dan menyelamatkan Yun'er secepatnya" gumam Shin dengan penuh tekad, kemudian dia langsung melesat terbang mencari Sekte Lembah Siluman.


Shin tidak berencana membuat kekacauan di Sekte Lembah Siluman, dia ingin menyamar menjadi salah satu murid Sekte Lembah Siluman agar bisa menyusup dengan mudah dan mencari keberadaan Qin Zhiyun.


Di sini dia tidak boleh bertindak sembarangan karena bisa saja rencananya gagal nanti.


Dari kejauhan Shin melihat bangunan-bangunan besar, bisa ditebak jika itu adalah bangunan Sekte Lembah Siluman.


Shin langsung turun mendarat mulus di tanah, dia lalu menempelkan telapak tangannya di tanah, menggunakan tekniknya untuk mencari keberadaan anggota Sekte Lembah Siluman melalui tanah.


Melalui tanah, Shin bisa memproyeksikan gambaran area sekitarnya dalam dalam jarak yang luas.


Shin terus mencari, sampai akhirnya dia menemukan keberadaan seseorang yang berjarak belasan kilometer dari tempatnya saat ini.


Shin langsung melesat mencari keberadaan orang itu.


Dengan kecepatan Shin yang tinggi, dia bisa dengan cepat menemukan orang itu.


Orang itu adalah kultivator tingkat Martial Emperor, memiliki tubuh kurus dan beberapa luka diwajahnya.


Shin segera menanggalkan pakaian pria malang itu lalu mengenakannya, itu adalah pakaian seragam untuk murid luar Sekte Es Abadi, ini akan mempermudah Shin dalam menyusup dan mencari keberadaan Qin Zhiyun.


Shin kemudian menekan auranya, sehingga orang-orang akan melihat dirinya hanya berada ditingkat Martial Emperor, hanya kultivator tingkat Martial Saint saja yang bisa merasakan kultivasi aslinya.


Namun karena sekarang tidak ada Kultivator tingkat Martial Saint di Sekte Lembah Siluman, Shin merasa aman akan hal itu.


Setelah beberapa saat, Shin menepuk jidatnya "Sial, kenapa aku langsung membunuhnya! Aku seharusnya menggunakan teknik penyerap jiwa untuk mencari informasi dalam ingatan orang ini!"


Shin menghela nafas "Sudahlah, lagi pula masih banyak anggota Sekte Lembah Siluman yang tersisa, aku bisa mencari informasi dari mereka nanti!"


Menggunakan elemen tanah, Shin membuat sebuah retakan yang dalam pada tanah, lalu melempar mayat pria itu kedalam retakan itu.


Shin pun kembali menutup retakan sehingga semua masalah beres.


Shin lalu berjalan menuju kearah Sekte Lembah Siluman berada.


Setelah hampir setengah jam Shin berjalan tanpa hambatan, sebuah suara tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Tunggu!"

__ADS_1


Shin melihat ke sumber suara dan menemukan beberapa orang anggota Sekte Lembah Siluman.


Terlihat ada seseorang berbadan tinggi besar yang sepertinya merupakan pemimpin dari kelompok orang tersebut.


Mereka semua memiliki wajah angkuh dengan dagu yang terangkat, seakan mereka adalah dewa yang memandang rendah dunia ini.


Padahal mereka hanya kultivator tingkat Martial Emperor.


Mereka berani bersikap angkuh seperti itu karena sekarang tidak ada anggota tingkat tinggi di Sekte Lembah Siluman, seperti murid dalam dan murid inti, begitu juga para Tetua Sekte, jadi mereka bisa bertindak semaunya.


Orang-orang itu segera berjalan menghampiri Shin, mereka langsung mengelilingi Shin.


"Apakah ada masalah?" Shin masih tetap tenang, tentu saja tidak mungkin dia mendapatkan tekanan dari beberapa Martial Emperor.


Bagi Shin mereka hanyalah semut tidak berguna.


"Aku sepertinya belum pernah melihat mu sebelumnya, siapa kau?" tanya pemimpin mereka.


Pria bertubuh besar itu menyipitkan matanya menatap Shin.


"Jangan bercanda teman ku, ada berapa banyak murid di Sekte Lembah Siluman? Tidak mungkin kau mengingat semua wajahnya bukan?"


Pria bertubuh besar menaikkan alisnya "Kau benar juga!"


Namun sesaat kemudian wajahnya berubah bengis "Tapi tetap saja kami tidak akan membiarkan mu pergi jika kau tidak menyerahkan harta mu"


"Bocah! Sebaiknya kau jangan melawan dan turuti kemauan bos kami! Jika tidak kau akan mendapatkan nasib buruk!" ucap salah satu bawahan pria bertubuh besar.


"Teman, kita ini berada di Sekte yang sama! Jadi bisakah kalian membiarkan ku lewat!" Shin masih menahan diri, dia tidak ingin membuat keributan, namun jika memang tidak ada jalan lain maka Shin tidak akan menahan diri lagi.


"Bocah yang keras kepala! Sepertinya kau lebih memilih kekerasan!" Pria bertubuh besar tersenyum sinis "Serang bocah ini!!"


Semua bawahannya segera mengeluarkan senjata.


"Padahal aku sudah menahan diri dan menginginkan jalan yang baik! Tapi kalian malah meminta kematian!" Shin menggeleng pelan sambil menghembuskan nafas "Baiklah jika ini yang kalian inginkan!"


\=\=\=\=>>


\=\=\=>>


\=\=\=\=>>

__ADS_1


__ADS_2