Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
154. Hukuman


__ADS_3

Shin pun membuka tedung kepalanya, membuat wajahnya bisa dilihat oleh mereka semua "Lama tidak bertemu, aku harap kalian semua baik-baik saja selama ini!"


Mereka semua sesaat tertegun melihat wajah Shin, memang wajah Shin agak berbeda dari sebelumnya, tentunya lebih tampan.


Sampai kemudian, para wanita Shin dengan cepat berlari memeluk Shin.


"Shin Gege!" mereka semua memeluk Shin dengan erat.


Qin Zhiyun, Xiang Yue, Yin Yihua, Ling, Bing Qiaoyu dan Bai Lian.


6 gadis cantik sekaligus berada dalam pelukan Shin, semuanya memiliki tempat masing-masing dalam pelukan pemuda itu.


(Author menangis membayangkan hal ini)


Xun sendiri terdiam melihat pemandangan ini "Ternyata mereka benar-benar akur satu sama lain, manusia memang sedikit aneh!" gumam Xun dalam hati.


Para wanita Shin memeluk Shin dengan penuh kebahagiaan karena kembali bertemu, sudah dua tahun lamanya mereka tidak melihat pemuda itu.


Terutama Yin Yihua, gadis itu sudah beberapa tahun ini tidak bertemu dengan Shin, jadi dia sangat merindukannya.


Setelah beberapa saat, mereka pun melepaskan pelukan mereka, kemudian menatap Shin dengan penuh kasih sayang.


Dunia terasa milik bersama, bukan berdua karena jumlah mereka ada banyak.


"Ahem!! Aku tau perasaan kalian semua, tapi jangan melupakan keberadaan kami!"


Suara Chu Yan membuat para gadis itu tersadar, wajah mereka terlihat sedikit merah.


"Hahaha! Saudara Shin, sudah lama kita tidak bertemu! Dan wajah mu itu semakin membuat ku iri!" ucap Chu Yan.


Semua teman-teman Shin berjalan mendekati Shin.


"Sudah dua tahun kau tidak ada kabar, kemana saja kau pergi selama ini?" tanya Bai Xu.


"Benar, situasi di Benua Langit saat ini sedang kacau, tapi kau pergi sangat lama!" ucap Hun Fan.


"Kami semua sangat mengkhawatirkan mu, kau harus ganti rugi karena telah membuat kami khawatir!" ucap Lan Ma.


"Haha! Itu salah kalian karena mengkhawatirkan ku? Kenapa aku harus ganti rugi!" Shin tersenyum, dia sangat merindukan kebersamaan ini.


"Ngomong-ngomong saudara Shin! Apa kau bisa menjelaskan siapa gadis yang ada disana?" Chu Yan menoleh kearah Xun.


"Namanya hanya Xun saja tidak memiliki marga sama seperti Shin, apakah dia adik mu?" tanya Li Yiren.


"Kenapa kau tidak pernah bilang jika kau punya adik yang sangat manis!" Li Yuwen berjalan mendekati Xun lalu memperkenalkan diri.


"A..Itu.. sebenarnya..." Shin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak tau harus mengatakan apa.


Tiba-tiba Shin merasakan dingin di punggungnya yang membuatnya langsung merinding.


Shin menyadari ada 4 pasang mata yang menatapnya dengan dingin.


Qin Zhiyun, Xiang Yue, Ling dan Bai Lian.

__ADS_1


Untuk Yin Yihua dan Bing Qiaoyu tidak mempermasalahkan hal itu, tidak masalah berapa pun wanita Shin, asalkan Shin tidak melupakan mereka maka tidak masalah.


Namun berbeda dengan 4 wanita lainnya yang tidak setuju dengan hal itu.


Yin Yihua dan Bing Qiaoyu berjalan menghampiri Xun.


Shin menelan ludahnya, tanpa sadar dia mundur satu langkah.


Yin Litian menepuk bahu Shin "Saudara Shin, kau harus berjuang untuk tetap hidup!"


Chu Yan menghela nafas "Sayang sekali padahal kau masih muda!"


Yang lainnya pun pergi meninggalkan Shin, menyisakan 4 gadis bersamanya.


Yin Litian memegang tangan Xun "Nama mu Xun kan? Aku Yin Yihua, adik Yin Litian!" Yin Yihua tersenyum manis.


"Sebaiknya kita pergi dari sini!" ucap Bing Qiaoyu, lalu menarik tangan Xun untuk pergi.


"Tapi bagaimana dengan Shin Gege?" Xun melihat Shin yang sekarang berkeringat dingin.


"Tenang saja, dia tidak akan mati!" Yin Yihua ikut menarik tangan Xun untuk pergi, membuat Xun tidak bisa menolak.


"Hei kalian! Kenapa malah meninggalkan ku!" Shin berteriak, dia sadar situasinya saat ini tidak baik.


Namun Shin diabaikan oleh mereka semua, seperti tidak mendengarkan teriakannya.


Shin melihat kearah para gadis yang kini menatapnya dengan dingin.


"Sebelumnya mereka tidak pernah seperti ini, kenapa sekarang mereka terlihat seperti ingin membunuh ku?!" teriak Shin dalam hatinya.


"Jangan berpikir untuk kabur! Kau harus diberi pelajaran!" Qin Zhiyun menunjukkan kepalan tangannya yang sudah diselimuti energi dingin yang pekat.


"Kau pergi selama 2 tahun entah kemana, tidak ada kabar sedikit pun dan kau malah kembali dengan membawa wanita lagi!!" tubuh Xiang Yue sudah mulai diselimuti aliran petir.


"Kau pasti sudah bersenang-senang diluar sana dengan banyak wanita lainnya namun hanya satu yang berani kau bawa pulang!" Ling meninju tangannya.


"Shin Gege seharusnya sudah siap menanggung konsekuensinya kan?" Bai Lian terkekeh.


Sebenarnya dia hanya ikutan saja, dia sama seperti Yin Yihua dan Bing Qiaoyu, tidak mempermasalahkan berapa pun wanita Shin.


Namun sebenarnya dia sudah berjanji pada Qin Zhiyun dan lainnya, akan menghajar Shin jika berani membawa pulang wanita lain.


"T-tunggu dulu, aku tidak melakukan seperti apa yang kalian pikirkan! Aku bisa menjelaskannya" Shin menelan ludahnya.


"Tidak perlu penjelasan karena semuanya sudah jelas!" Qin Zhiyun langsung melesat menyerang Shin, diikuti oleh yang lainnya.


***


"Kalian sungguh tega!" Shin mengelus pipinya yang bengkak karena dihajar oleh para wanitanya sendiri.


Shin sudah dihajar selama hampir setengah jam tanpa berani melawan, karena dia tau akan menjadi lebih buruk nantinya jika melawan.


Jadi Shin hanya pasrah menerima setiap serangan dari mereka semua, hanya Bai Lian saja yang memberikan serangan paling ringan diantara yang lainnya.

__ADS_1


Seluruh area itu kini sudah hancur, banyak kawah kecil dan besar terbentuk karena Shin yang dihajar.


Shin sekarang duduk ditanah dengan para wanitanya yang berdiri didepannya, menyilangkan kedua lengan mereka.


Shin terlihat bagaikan seorang anak kecil yang sedang dimarahi ibu-ibu.


"Hmph, itu salah mu sendiri!" Qin Zhiyun mendengus kesal.


"Kami disini sangat mengkhawatirkan mu, tapi kau malah pergi bersama wanita lain!" ucap Xiang Yue.


Shin menghela nafas "Apakah kalian sekarang sudah puas menghajar ku?"


"Tentu saja tidak!" Ling kembali memukul tangannya.


Tiba-tiba Shin menyeringai lebar, membuat mereka semua menjadi waspada, mereka tidak tau apa yang ingin dilakukan Shin.


Sesaat kemudian, luka-luka di tubuh Shin sembuh hanya dalam beberapa saat.


"Jangan pikir aku akan diam saja jika terus ditindas! Sekarang adalah giliran ku!" Shin berdiri, masih dengan seringai lebarnya.


"Apa yang ingin kau lakukan?"


Secara tidak sadar mereka mundur satu langkah.


Tiba-tiba Shin menghilang dari tempatnya.


*PLOK!


*PLOK!


*PLOK!


*PLOK!


Sesaat kemudian, Qin Zhiyun, Xiang Yue, Ling dan Bai Lian merasakan pan*tat mereka ditampar dengan keras, hingga mereka terjungkal kedepan.


Mereka bisa merasakan pantat mereka panas, membuat mereka meringis kesakitan.


Mereka melihat kebelakang dan menemukan Shin berdiri sambil menyeringai lebar, tangan kanannya terlihat mengeluarkan asap putih, jelas itu karena Shin menampar pan*tat mereka.


"Ini adalah hukuman untuk kalian semua! Hahaha!" Shin langsung berlari pergi.


"Tunggu kau!"


"Kejar Dia!"


"Jangan biarkan dia lolos!"


Mereka semua langsung berlari mengejar Shin.


\=\=\=\=


**Maaf telat up karena tetangga author ada yang meninggal**

__ADS_1


__ADS_2