Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
84. Sebuah Cara


__ADS_3

"Hei! Hei! Hei! Apa kau benar-benar ingin bertarung serius?!" Shin mengerutkan keningnya, sudah tidak paham lagi dengan gadis ini.


Dengan aura kuat yang gadis Elf itu keluarkan, pastinya Xun ingin bertarung serius.


Xun tidak menjawab pertanyaan Shin, dia menatap Shin dengan penuh kebencian dan ***** membunuh, matanya terlihat berkaca-kaca.


"Xun, aku sama sekali tidak tau apa yang terjadi pada mu sehingga kau marah seperti ini dan menyerang ku! Tapi jangan pikir aku akan diam saja diperlakukan seperti ini disaat aku sama sekali tidak salah apa-apa!" Shin juga ikut mengeluarkan auranya.


"Tidak salah apa-apa!? Kau bilang kau tidak bersalah atas apa yang kau lakukan pada ku?! Jangan berpura-pura polos!" Xun membentak.


"Hah?! Memangnya kau pikir apa yang aku lakukan pada mu? Aku hanya membantu mu untuk dapat berkultivasi sebagaimana biasanya!"


"Itulah kesalahan mu!!" Xun langsung melesat menyerang Shin.


Kedua tangan Xun diselimuti cahaya terang, kemudian Xun mengibaskan tangannya kearah Shin berkali-kali, mengeluarkan bola cahaya kearah Shin.


Shin mengaktifkan Mata Pedang Emasnya, lalu mengeluarkan energi tebasan untuk menahan serangan Xun.


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


Ledakan-ledakan keras terus terjadi menghancurkan area sekitar.


Dalam sekejap kini Xun sudah berada didepan Shin, dia ingin menciptakan pedang Qi untuk menebas leher Shin namun entah kenapa saat dia baru mulai membentuk pedang Qi, energi Qi nya tiba-tiba menghilang.


Hal ini membuat Xun terkejut dan membuat celah besar yang langsung dimanfaatkan oleh Shin.


Dengan keras Shin menyentil kening Xun hingga membuat gadis Elf itu terlempar belasan meter dengan kening yang merah.


Setelah menyatu dengan darah naga, kekuatan fisik Shin menjadi jauh lebih kuat, jadi satu sentilan itu sudah lebih dari cukup untuk melumpuhkan Xun.


Setelah itu Shin langsung melakukan segel tangan, membuat Xun terkurung dalam sebuah formasi kurungan.


Agar lebih aman, Shin melapisi dinding formasi itu dengan hukum ruang sehingga membuatnya semakin kuat.


"Kau sekarang memang memiliki kekuatan yang kuat, namun masih belum cukup untuk melawan ku! Kau masih belum terbiasa dengan kekuatan mu dan semua serangan yang kau keluarkan benar-benar secara asal, jadi sangat mudah ditebak!"

__ADS_1


Xun menyentuh keningnya yang sudah merah, rasa sakitnya membuat Xun ingin menangis keras, namun dia tahan dengan mengigit bibirnya, tapi tetap saja air matanya mengalir keluar.


Xun berusahalah keluar dari formasi itu dengan memukulnya dari dalam, namun bukannya menghancurkan formasi, malah dia terluka karena dampak ledakan dari serangannya sendiri.


"Percuma saja, kau tidak akan bisa keluar" Shin berjalan mendekati Xun hingga akhirnya sampai didepan gadis Elf itu.


"Lebih baik kau bunuh aku!" bentak Xun, menatap tajam Shin.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan!!" jawab Shin dengan dingin.


Xun terkejut mendengar perkataan Shin, namun dia akhirnya pasrah jika memang Shin akan membunuhnya.


Air mata Xun mengalir, merasa jika pengalaman pertama dia keluar dari wilayah Elf sangatlah sial.


Entah itu diculik oleh Orc dan sekarang dia akan dibunuh.


Shin mengeluarkan Pedang Bintang Emas lalu mengarahkannya ke leher Xun, bilah Pedang Bintang Emas tembus melewati dinding formasi dan berhenti beberapa inci dari kulit leher Xun.


"Apakah ada kata-kata terakhir sebelum aku membunuh mu?" tanya Shin dengan dingin.


Xun menatap mata dingin Shin yang tertuju padanya, matanya menunjukkan jika tidak ada bekas kasihan untuknya.


Xun sudah pasrah dengan ajalnya, meskipun dia tidak berharap Shin akan menepati janjinya itu, namun setidaknya Xun sudah mengucapkan kata-kata terakhirnya.


"Bukan masalah" Shin langsung menebaskan pedangnya.


*Slaaasss...!!


Xun yang masih menutup matanya merasa bingung karena setelah beberapa saat, dia masih tidak merasakan apa-apa.


Apakah dia sudah mati atau belum, dia tidak mengetahuinya.


Xun pun membuka matanya perlahan, dia pun melihat Shin masih berdiri didepannya dan saat ini dia sudah terbebas dari susunan formasi yang mengurungnya.


Shin memang tidak menebas leher Xun, namun yang dia tebas adalah susunan formasi itu.


Shin kembali menyentil kening Xun, namun kali ini dengan pelan.


"Aduh!" Xun kembali menyentuh keningnya yang terasa sakit.

__ADS_1


Meskipun itu pelan, namun tetap saja cukup untuk memberikan rasa sakit tambahan pada keningnya yang masih merah.


"Kenapa kau tidak membunuh ku?" tanya Xun dengan heran, padahal dia sudah siap akan kematiannya.


"Aku yakin ada sebuah kesalahpahaman, jadi aku ingin mendengar apa yang kau pikir telah aku lakukan pada mu sehingga kau memiliki kultivasi?"


Sebelumnya Shin memang sengaja melakukan semua itu untuk membuat Xun kembali tenang dan tidak marah-marah tidak jelas lagi.


Xun menatap wajah Shin yang benar-benar serius, kemudian menundukkan wajahnya.


Apakah benar dia telah salah paham?


Pada akhirnya Xun pun menjawab pertanyaan Shin.


"Ibu ku bilang jika tersegel sebuah kekuatan besar di tubuh ku, sejak lahir kekuatan itu sudah ada dalam tubuh ku, karena itulah aku sama sekali tidak dapat berkultivasi!..


Jika segel itu dilepas maka aku akan langsung mendapatkan kekuatan yang besar, dan.. hanya ada satu cara untuk melepaskan segel itu"


Xun tidak melanjutkan penjelasannya, bisa dilihat dia sepertinya ragu untuk melanjutkannya.


"Bagaimana cara melepaskan segelnya?" Shin agaknya sudah paham dengan hal itu, dia sudah menebak bagaimana cara yang dimaksud Xun.


"Itu... ibu ku bilang jika... cara satu-satunya untuk melepaskan segel itu adalah... jika aku berhubungan dengan seorang pria!" jawab Xun dengan wajah merah, dia membayangkan apa yang telah Shin lakukan padanya sebelumnya.


Shin menghela nafas "Sudah ku duga"


"Jika kau tidak mau membunuh ku... maka kau harus bertanggung jawab" ucap Xun.


"Apa yang perlu dipertanggung jawabkan? Aku sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti itu pada mu"


"Jangan berbohong! Lalu bagaimana mungkin aku memiliki kultivasi jika kau tidak melakukan hal itu pada ku?" mata Xun mulai berkaca-kaca, dia merasa kesal karena Shin tidak ingin mengakuinya.


Namun apa yang perlu diakui, Shin memang tidak melakukan apa-apa pada dirinya.


"Perlu kau tau, aku ini seorang pria baik-baik, aku sama sekali tidak akan melakukan hal itu pada seorang wanita yang tidak mengijinkan ku!"


"Hanya dengan kata-kata buruk mu tidak akan membuktikan jika kau tidak pernah melakukan hal itu pada ku" Xun mulai berbicara dengan nada keras.


"Jadi kau ingin bukti!" Shin sudah mulai kesal "Aku beritahu pada mu ya! Seorang wanita akan berdarah saat pertama kali melakukannya, jadi untuk membuktikannya, aku akan melakukan hal itu pada mu sekarang juga dan jika kau berdarah maka artinya aku tidak berbohong namun jika tidak maka aku akan mengaku salah!"

__ADS_1


__ADS_2