
"Tingkat Martial God!"
Semua orang terkejut saat merasakan aura yang Shin keluarkan.
Mereka mengingat sebelumnya Shin hanya berada ditingkat Martial Monarc, namun setelah pergi selama 2 tahun, kultivasi Shin melesat menjadi Martial God.
Hal apa yang Shin dapatkan di luar sehingga kultivasinya dapat meningkat pesat?
"Hahaha! Tidak disangka ternyata sekarang kau telah melampaui kami semua Shin! Aku yakin sekarang kau adalah kultivator terkuat di Benua Langit!" Xu Xuan merasa senang mengetahui ini.
Dulu saat Shin masih berada ditingkat Martial Monarc, dia sudah bisa menandingi kekuatan seorang Martial Saint, dan sekarang Shin berada ditingkat Martial God, sudah pasti kekuatannya lebih tinggi dari tingkat kultivasinya.
Shin hanya tersenyum, membuat para tetua sekte menghela nafas, mereka berpikir jika selama ini mereka berkultivasi adalah hal yang sia-sia.
Mereka dianggap jenius pada generasinya namun jika dibandingkan dengan Shin, mereka tidak ada apa-apanya.
"Kalau begitu Shin, menurut mu apa yang harus kita lakukan?" tanya Xu Huang.
"Mungkin lebih baik jika semua pasukan kita dibawa untuk membantu Paviliun Matahari Emas, biar aku sendiri yang menghadapi Lui Meiyu!" ucap Shin.
Xu Xuan menganggukkan kepalanya "Jika seperti itu kemauan mu maka kau pasti sudah yakin dengan kemampuan mu! Baiklah kami akan pergi membantu Paviliun Matahari Emas, dalam 1 Minggu kedepan, kita akan berangkat! Jadi sekarang persiapkan diri kalian masing-masing!"
Saat ini pasukan Sekte Lembah Siluman masih berada dalam perjalanan, dengan membawa jumlah pasukan yang sangat besar, paling cepat mereka akan tiba dalam waktu 2 Minggu, jadi melakukan persiapan dalam 1 Minggu bukanlah masalah.
***
Semua anggota Sekte Pedang Ilahi langsung mempersiapkan diri setelah mengetahui dalam 1 minggu lagi mereka akan berangkat ke Paviliun Matahari Emas untuk berperang melawan Sekte Lembah Siluman.
Sementara teman-teman Shin sendiri melakukan kultivasi tertutup untuk memurnikan Pil Energi Naga yang sebelumnya di berikan oleh Shin.
Dan hasil yang mereka dapatkan sangat memuaskan, dalam lima hari mereka semua melakukan terobosan kultivasi.
Diantara mereka semua, Yin Yihua lah yang memiliki kultivasi paling rendah, yaitu tingkat Martial Anchestor tahap 1.
Dengan mengkonsumsi Pil Energi Naga, Yin Yihua kini berada ditingkat Martial Anchestor tahap 3 puncak, sedikit lagi menjadi tahap 4.
Bai Xu, Bai Lian, Jia Yu, Hun Fan, Lan Ma, Li Yuwen dan Li Yiren berhasil menerobos ketingkat Martial Monarc.
Bing Qiaoyu, Xu Lingling, Chu Yan dan Yin Litian menerobos ketingkat Martial Monarc tahap 2.
__ADS_1
Sedangkan Qin Zhiyun dan Xiang Yue berada ditingkat Martial Monarc tahap 3.
Untuk Yin Litian, dia sudah mengkonsumsi esensi darah naga merah yang membuat kekuatan fisiknya meningkat.
Sebelumnya kekuatan fisik Yin Litian kalah dari Chu Yan, namun sekarang mungkin kekuatan fisiknya setara dengan Chu Yan.
Mereka benar-benar senang karena berhasil menerobos, tidak menyangka jika efek dari Pil Energi Naga akan sangat luar biasa.
***
Saat ini, Bai Lian berada di kediamannya di halaman bela diri nomor 1, dia melambaikan tangannya mengeluarkan Tombak Naga Langit.
Bai Lian memperhatikan setiap detail dari Tombak Naga Langit.
Entah kenapa dia merasa sangat familiar dengan tombak itu, padahal dia sama sekali tidak mengingat pernah melihat tombak seperti ini sebelumnya.
Bai Lian mencoba mengalirkan energi Qi nya kedalam Tombak Naga Langit.
Tiba-tiba Bai Lian merasa kesadarannya terhisap oleh sesuatu yang sangat kuat, hingga sekarang dia menemukan dirinya berada di tempat yang berbeda.
Bai Lian tertegun melihat pemandangan disekitarnya, matanya sama sekali tidak berkedip.
Saat ini dia berdiri diatas lautan mayat yang tidak terhitung jumlahnya.
Satu hal yang paling membuat Bai Lian terkejut adalah didepannya saat itu terdapat tumpukan mayat yang menggunung, dan diatasnya berdiri seorang wanita yang membawa sebuah tombak.
Wanita itu memiliki wajah datar dan dingin, bahkan wajahnya lebih dingin dari Xue'er, tubuhnya bersimbah darah.
Dan yang sangat mengejutkan adalah wajah wanita itu sangat mirip dengan Bai Lian, dan tombak ditangannya adalah Tombak Naga Langit.
Jantung Bai Lian terasa berhenti berdetak sejenak saat melihat wanita itu.
Apakah itu dirinya.
Sesaat kemudian wanita itu menatap kearah Bai Lian, hanya dengan tatapan itu sudah membuat tubuh Bai Lian tidak bertenaga.
Bai Lian akhirnya jatuh berlutut.
Wanita itu pun melayang perlahan lalu mendarat di depan Bai Lian.
__ADS_1
"S-siapa kau?" Bai Lian bertanya dengan nada bergetar.
"Kau masih terlalu lemah! Kau tidak akan bisa melindunginya hanya dengan kekuatan mu saat ini!" wanita itu berkata dengan nada datar.
"Apa maksud mu?" Bai Lian menjadi semakin bingung.
"Dahulu dia selalu melindungi ku, aku selalu merepotkannya hingga akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya! Sekarang kau tidak boleh menjadi bebannya lagi!" Wanita itu menaruh telapak tangan kanannya diatas kepala Bai Lian "Tujukan pada mereka seperti apa kekuatan dari 'Pembunuh Para Dewa' yang sesungguhnya!"
Bai Lian hanya diam, tidak bisa menggerakkan tubuhnya, jadi dia pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dia benar-benar dibuat semakin bingung, siapa orang yang wanita ini kasus, dan apa itu Pembunuh Para Dewa?
***
Saat ini di kamar, Bai Lian terbaring lemas dengan Tombak Naga Langit yang masih berada ditangannya.
Tiba-tiba lonjakan energi kuat meledak dari tubuh Bai Lian.
"Aaarrrggghhh...!!" Bai Lian berteriak kesakitan.
Lonjakan energi ditubuh Bai Lian semakin besar hingga membuat bangunan kediamannya hancur.
***
Teman-teman Shin saat ini sedang berada di kediaman mereka di halaman bela diri nomor 1, mereka selesai menerobos beberapa jam yang lalu jadi sekarang mereka masih menstabilkan kultivasi mereka.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara ledakan dan teriakan dari Bai Lian, mereka semua bergegas keluar dari kediaman masing-masing lalu pergi menuju kediaman Bai Lian untuk melihat apa yang terjadi.
Mereka benar-benar terkejut saat melihat kediaman Bai Lian sudah hancur lebur, Bai Lian terlihat berbaring lemah tidak sadarkan diri disana, masih memegang Tombak Naga Langit.
"LIAN'ER!" Bai Xu langsung terbang cepat menghampiri adiknya, yang lainnya juga segera menyusul.
"Lian'er, apa yang terjadi pada mu?" Bai Xu benar-benar khawatir, dia segera memeriksa denyut nadi Bai Lian.
Bai Xu menghela nafas lega saat mengetahui Bai Lian masih hidup dan hanya pingsan saja.
"Saudara Bai Xu, apa yang terjadi pada Lian'er?" tanya Jia Yu.
"Aku juga tidak tau pasti apa yang terjadi, tapi kalian tidak perlu terlalu khawatir karena Lian'er hanya pingsan saja!"
__ADS_1
"Syukurlah jika begitu"
Mereka semua menghela nafas lega.