Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
145. Nambah Lagi


__ADS_3

"Satu hal yang harus kau lakukan, karena kau telah menyentuh telinga Xun'er dua kali maka kau harus menikahinya!"


"Eh!" Shin tertegun sejenak "Tapi aku tidak tau akan hal itu sebelumnya!"


"Karena itulah kau harus menikahinya! Jika kau mengetahuinya namun tetap kau lakukan maka sudah pasti aku menghajar mu dari tadi saudara Shin!" emosi Luo hampir kembali, namun dengan cepat dia meredam emosinya "Sebenarnya kerajaan Elf memiliki sebuah peraturan yang mana jika ada seorang pria yang menyentuh telinga putri kerajaan dengan sengaja maka pria itu harus dibunuh!"


"Apakah harus sampai di bunuh?" ucap Shin.


"Ya! Tapi karena yang melakukannya adalah diri mu, tidak mungkin kami membunuh mu karena kau telah memberikan banyak hal bagi kami para Elf! Selain itu di Benua Kegelapan saat ini tidak mungkin ada yang bisa membunuh mu!"


Saat berada ditingkat Martial Saint, kekuatan Shin sudah bisa disetarakan dengan kakeknya, yaitu Raja Yong.


Dan sekarang Shin berada ditingkat Martial God, tentu saja itu artinya Raja Yong yang merupakan Elf terkuat tidak ada apa-apanya dibandingkan Shin.


Jadi cara satu-satunya untuk menegakkan peraturan itu adalah dengan menikahkan Shin dengan Xun.


"Tapi apa kau yakin Xun akan mau menikahi ku?"


"Xun mengijinkan mu menyentuh telinganya artinya dia sudah mengijinkan mu mengambil kehormatannya! Jadi sudah pasti dia tidak akan menolak menikah dengan mu!"


Shin sebenarnya juga tidak akan menolak jika menikah dengan Xun, namun dia harus memastikan dulu apakah Xun memang mau atau tidak.


"E..Tapi..."


Belum sempat Shin melanjutkan perkataannya, Luo sudah memotong.


"Sudahlah saudara Shin, jangan menolak hal ini lagi! Bukankah kau juga menginginkan adik ku? Jadi agar hal ini tidak menjadi masalah yang berkepanjangan, jangan menolak!"


"Bukan itu maksud ku! Tapi kau sudah tau jika di Benua Langit aku sudah memiliki 7 wanita yang belum aku nikahi, mereka harus mengetahui hal ini terlebih dahulu barulah aku akan menikahi Xun! Jika aku kembali ke Benua Langit dengan membawa seorang istri maka kau pikir apa yang akan terjadi pada ku?" meskipun Shin yakin tidak akan masalah jika memnawa Xun dengan status calon istri, namun berbeda jika Xun sudah menjadi istrinya.


Entah apa yang akan para calon istrinya lakukan pada dirinya jika hal itu terjadi.


"A..haha! Walaupun aku tidak paham tentang konsep orang-orang yang memiliki banyak wanita, tapi kemungkinan kau akan dihajar habis-habisan atau mungkin akan di bunuh!" Membayangkan Shin dihajar oleh para wanitanya membuat Luo merinding.


Dia berjanji dalam hatinya tidak akan pernah memiliki wanita lebih dari 1.


"Meskipun begitu saudara Shin, aku tetap tidak bisa memutuskan masalah ini! Masalah ini harus dibahas bersama ayah, ibu dan kakek ku, barulah kita bisa menyelesaikan masalah ini"


Shin tersenyum kecut, mungkin nanti suasananya akan sedikit canggung karena masalah ini.

__ADS_1


Dia telah menyentuh kehormatan Xun, entah akan seperti apa reaksi mereka nanti jika mengetahui hal ini.


"Kalau begitu aku akan mencari Xun untuk meminta maaf padanya!" Shin benar-benar merasa bersalah.


"Ya, tapi masalah ini tidak akan selesai hanya karena kata maaf!"


"Aku tau!" Shin pun pergi mencari Xun.


***


Dengan indera spiritualnya, Shin mencari keberadaan Xun di seluruh wilayah istana kerajaan.


Setelah beberapa menit, Shin Akhirnya menemukan keberadaan gadis itu.


Xun saat ini sedang duduk diatas batu yang berada di tengah kebun apel.


Tidak menunggu waktu lama, Shin segera melesat menemui Xun.


***


Xun saat ini sedang duduk diatas batu yang berada di tengah kebun apel, gadis itu sedang merenungkan kejadian sebelumnya.


Namun kali ini dia berpikir apakah yang dia lakukan ini memang benar atau salah, dan apakah Shin memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.


Hal ini membuatnya bingung, apa yang harus dia lakukan.


Xun masih duduk memeluk lututnya, berpikir dirinya hanya seorang gadis nakal yang asal memberikan kehormatannya kepada Shin.


Selang beberapa menit, Shin merasakan suatu aura yang mendekat kearahnya.


Xun melihat keatas dan menemukan Shin melayang turun mendarat di depannya.


Xun kembali menunduk memeluk lututnya, dia tidak tau harus mengatakan apa.


"Xun" Shin berjalan mendekat.


"Kenapa kau mencari ku?" tanya Xun tanpa menoleh kearah Shin.


"Aku sudah mengetahuinya! Aku benar-benar tidak mengetahui tentang hal itu, jika aku tau maka aku tidak akan pernah menyentuh telinga mu! Jadi aku ingin minta maaf!"

__ADS_1


Xun bereaksi mendengar itu "Apakah kakak Luo yang memberitahu mu?"


"Ya!" Shin menjawab singkat.


"Lalu apa yang kakak Luo katakan setelah itu?"


Jika Shin mengetahui hal itu dari Luo maka sudah pasti Luo juga mengetahui apa yang terjadi diantara Shin dan dirinya. Pastinya nanti hal ini juga akan diketahui oleh semua keluarganya.


Menurut peraturan kerajaan, Shin harus dibunuh.


Sekarang Xun merasa menyesal, malu, tidak tau harus bagaimana nanti menghadap keluarganya.


Shin menggaruk kepalanya lalu mengetakan "Dia bilang karena kejadian ini telah terjadi maka aku harus menikahi mu!"


"Eh?" Xun langsung menoleh kearah Shin "L-lalu apa jawaban mu?"


"Karena hal ini sudah terjadi, jadi aku juga tidak bisa menolak" ucap Shin.


"Jadi kau hanya ingin menikahi ku karena kejadian ini" Xun sedikit kecewa dengan jawaban Shin.


"Tidak, aku juga setuju karena aku memang mencintai mu!" Shin menatap kearah mata Xun, perkataannya sangat tegas tanpa ada keraguan.


Mata Xun langsung melebar mendengar itu, jantungnya terasa berhenti berdetak sejenak.


"Jadi...kamu..." Xun menutup mulutnya dengan tangan, air matanya keluar karena bahagia.


Shin tersenyum hangat "Tapi yang lainnya masih belum mengetahui kejadian ini! Jadi masalah ini juga masih belum jelas akan diputuskan seperti apa"


Shin meraih tangan Xun lalu menariknya, membuat gadis itu jatuh kedalam pelukannya.


"Tapi kau tenang saja, apa pun keputusannya nanti aku pasti akan menikahi mu! Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan pada mu" Shin mengeratkan pelukannya "Aku tidak akan pernah melepaskan mu"


Jantung Xun benar-benar berdetak kencang pada awalnya, namun setelah merasakan pelukan hangat Shin, dia menjadi lebih tenang.


Terlebih setelah mendengar perkataan Shin membuatnya semakin bahagia.


Xun membalas pelukan Shin, jujur ini pertama kalinya dia dipeluk oleh seorang pria yang membuatnya sedikit gugup.


"Jadi apakah mulai sekarang aku boleh memanggil mu Xun'er?" tanya Shin.

__ADS_1


"Tentu saja, aku malah akan marah jika kau masih saja memanggil ku seperti biasa" Xun tentu saja tidak akan menolak dipanggil seperti itu, dia malah akan senang jika Shin memanggilnya Xun'er.


__ADS_2