
"Keberuntungan ya" Shin tersenyum tipis "Sepertinya itu tidak bisa disebut keberuntungan tapi lebih tepatnya itu karena kebodohan mu sendiri yang terlalu meremehkan lawan mu!"
Ular Naga Merah merasa tersinggung mendengar perkataan Shin.
Ular perkasa yang memiliki darah naga ditubuhnya direndahkan oleh makhluk yang tidak jelas dari mana asalnya.
Bagaimana mungkin dia bisa menerima hal itu?
Shin sendiri tidak merasa jika melawan Ular Naga Merah adalah sebuah masalah, karena jika Shin menggunakan kekuatan penuhnya maka akan cukup mudah untuk membunuh hewan spiritual itu.
Namun saat ini Shin hanya ingin melatih kekuatan naga miliknya dengan melawan Ular Naga Merah.
Dia tidak akan mendapatkan manfaat lebih jika langsung membunuhnya..
Sementara itu, Xun hanya diam saja ditempatnya menonton pertarungan Shin dari awal.
Dirinya yang masih belum terbiasa dengan kultivasinya saat ini, masih sulit untuk melihat gerakan mereka berdua yang begitu cepat.
Xun menyadari jika dirinya bukanlah tanding Shin saat ini, jika Shin mau maka dia bisa dibunuh dengan sangat mudah.
"Ttsssaaahhh...!!" Ular Naga Merah mendesis keras, bersamaan dengan aura merah menyala yang keluar dari tubuhnya
Bisa dilihat tubuh Ular Naga Merah mengalami perubahan, sisik ditubuhnya menjadi lebih tebal dengan dua sisik di kepalanya yang membentuk seperti tanduk.
Sehingga Ular Naga Merah terlihat seperti naga, hanya saja perbedaannya, Ular Naga Merah sama sekali tidak memiliki kaki.
"Bocah! Aku pastikan kau tidak akan selamat!" Bersamaan dengan berakhirnya kata-kata Ular Naga Merah, dia langsung menghilang ditempatnya.
Shin yang menyadari apa tujuan Ular Naga Merah segera bereaksi, dia bisa melihat arah tatapan mata ular itu tadi mengarah pada Xun.
Tiba-tiba Ular Naga Merah muncul didepan atas Xun dengan ujung ekornya yang tajam melesat mengarah pada Xun.
Xun yang sama sekali tidak menyadari jika Ular Naga Merah akan menyerangnya, sama sekali belum siap dengan situasi ini.
Dia tidak sempat menghindar.
Entah kenapa waktu tiba-tiba berjalan lambat di mata Xun, dia berpikir jika ini akan menjadi ajalnya.
__ADS_1
Namun tidak disangka, Xun tiba-tiba menghilang sesaat sebelum ekor Ular Naga Merah mengenai tubuhnya.
Akhirnya ekor ular itu menancap di tanah, sama sekali tidak mengenai sasarannya yaitu Xun.
Ular Naga Merah menyadari hal itu, dia pun menoleh kearah dimana Shin berada dan menemukan jika Xun sekarang ada pada Shin.
Sebelumnya memang untuk berjaga-jaga, Shin menanamkan sebuah formasi teleportasi pada tubuh Xun untuk digunakan dalam kondisi darurat seperti ini.
Atau jika mereka terpisah maka Shin dapat melacak keberadaan Xun.
Shin saat ini mendekap tubuh Xu. dengan satu tangan, menatap kearah Ular Naga Merah dengan dingin.
Sedangkan Xun saat ini wajahnya memerah kerena dia sedang dipeluk oleh Shin, Xun bahkan bisa mendengar detak jantung Shin karena telinganya menempel pada dada pemuda itu.
Xun benar-benar merasa gugup, pikirannya terasa kosong, sama sekali tidak tau apa yang harus dia lakukan dalam situasi ini.
Sampai akhirnya Shin melepaskan pelukannya dari Xun.
"Sebelumnya aku berpikir hanya akan bertarung dengan mu menggunakan kekuatan naga untuk melatih kekuatan naga yang aku miliki!" Shin berkata dengan dingin bersamaan dengan Pedang Bintang Emas yang dikeluarkan
"Hahaha! Sungguh kata-kata omong kosong! Kau bahkan tadi hampir mati oleh serangan ku, bagaimana mungkin kau bisa memotong tubuh ku yang keras ini" Ular Naga Merah masih menganggap tinggi dirinya.
"Kau ingin melihatnya" Shin masih menatap Ular Naga Merah dengan dingin, sampai kemudian, keningnya mengeluarkan cahaya emas yang terang.
Beberapa saat kemudian, diantara alis Shin terbentuk sebuah tanda pedang warna emas.
Shin belum pernah mencoba kekuatan Tubuh Pedang sebelumnya, jadi kali ini dia melihat seberapa kuat kekuatan dari Tubuh Pedang itu.
Ular Naga Merah entah kenapa merasa terintimidasi oleh Shin saat ini, melihat tanda pedang di kening pemuda itu membuatnya merasa tidak enak.
Namun dia masih percaya dapat mengalahkan pemuda itu.
Tiba-tiba angin dingin melintas dirasakan oleh Ular Naga Merah. Dia merasa bingung karena sebelumnya sama sekali tidak pernah merasa kedinginan, namun sesaat tadi dia bisa merasakan angin dingin lewat.
Beberapa saat setelah itu, kepala Ular Naga Merah terjatuh ketanah, terlepas dari tubuhnya, terpenggal tidak lagi pada tempatnya.
"Eh?!" Mata Ular Naga Merah melotot, tidak percaya dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Kepalanya telah terpenggal.
Entah apa yang terjadi, dia sama setiap tidak mengetahuinya, bagaimana bisa kepalanya terpenggal semudah itu padahal dia memiliki sisik yang keras.
Sesaat kemudian, Ular Naga Merah melihat bagian-bagian tubuhnya yang sudah terpotong-potong jatuh ketanah bagaikan hujan.
"A-apa yang terjadi?" gumam Ular Naga Merah.
Meskipun kepalanya sudah lepas dari tubuhnya, namun dia masih dapat bertahan hidup, namun tidak mungkin dia akan bertahan lama lagi.
Ular Naga Merah kemudian menoleh kearah Shin yang masih melayang ditempat semula, menatapnya dengan dingin.
"Apa yang kau lakukan? Bagaimana mungkin tubuh ku yang keras terpotong dengan begitu mudah padahal kau masih berada ditempat semula?" tanya ular itu.
Shin memasukan kembali Pedang Bintang Emas, bersamaan dengan menghilangnya tanda pedang emas pada keningnya.
"Hanya sebuah trik kecil, kau juga tidak akan paham meskipun aku menjelaskannya!" ucap Shin dengan dingin.
"Tidak ku sangka ternyata menggunakan Tubuh Pedang akan mengkonsumsi energi Qi yang begitu besar, hampir setengah energi Qi ku langsung terkuras!" gumam Shin dalam hati.
Meskipun begitu dia tetap merasa puas dengan kekuatan Tubuh Pedangnya.
Shin dapat memotong tubuh Ular Naga Merah menjadi ratusan bagian hanya dengan menggunakan kehendaknya saja.
Kekuatan Tubuh Pedang mungkin sekilas mirip dengan Mata Pedang Putih, namun kekuatan Tubuh Pedang jauh lebih kuat dan instan.
Tubuh Pedang dapat langsung memotong apa saja kehendak dari penggunanya, sedangkan Mata Pedang Putih harus terlebih dahulu menciptakan energi tebasan untuk memotong lawannya.
"Siapa kau sebenarnya? Aku sama sekali tidak pernah mendengar ada orang sekuat diri mu di Benua Kegelapan ini" Ular Naga Merah berpikir dengan kekuatan Shin saat ini, seharusnya dia merupakan tokoh terkenal di Benua Kegelapan.
Namun Ular Naga Merah tidak pernah mendengar tokoh terkenal dengan ciri-ciri seperti Shin, atau pun dengan teknik-teknik aneh yang dia miliki.
"Kau tidak perlu tau!" Shin melayang turun dan mendarat diatas kepala Ular Naga Merah yang sudah tidak berdaya.
Shin kemudian menempelkan tangannya pada kepala Ular Naga Merah lalu menggunakan teknik Penyerap Jiwa untuk mencari informasi yang dia inginkan.
Selain itu Shin juga ingin mengambil esensi darah naga yang dimiliki Ular Naga Merah.
__ADS_1