Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
76. Kembali Bertemu


__ADS_3

Gadis Elf sama sekali tidak mengingat jika dirinya pernah diculik, dia hanya mengingat jika dia keluar untuk mencari tanaman obat, setelah itu dia bangun ditempat ini dan menemukan Shin sedang memainkan telinganya.


Gadis Elf itu terlihat tidak percaya dengan perkataan Shin, dia jelas curiga dengan Shin.


"Jika kau tidak percaya maka kau bisa melihat sekeliling mu! Tempat ini sudah hancur karena pertarungan ku melawan seorang High Orc hanya untuk menyelamatkan mu!" Meskipun niat awal Shin hanya untuk mendapatkan dan mengetahui isi dari karung panjang, namun n secara tidak langsung dia memang bertarung demi menyelamatkan gadis Elf.


Gadis Elf pun melihat sekelilingnya dan menemukan tempat ini memang sudah hancur total, dia tidak memperlihatkan sekitarnya karena terlalu fokus dengan Shin.


"Tapi meskipun begitu bukan berarti kau tidak melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada ku kan! Bisa saja kau menyelamatkan ku hanya karena menginginkan hal yang tidak-tidak" gadis Elf masih tidak percaya niat Shin terhadapnya itu baik.


Shin memutar matanya, kenapa semua wanita selalu saja berpikir buruk terhadap pria, entah itu dari ras manusia bahkan Elf sekalipun.


"Maaf nona Elf, jika aku memang ingin melakukan sesuatu yang buruk pada mu maka sudah ku lakukan dari tadi, tidak perlu memberikan penjelasan! Lagi pula kau yang sama sekali tidak memiliki kultivasi tidak akan dapat menghentikan ku!" Shin berkata dengan nada datar dengan sedikit mengeluarkan auranya "Aku sudah susah payah menyelematkan mu dengan bertarung melawan seorang High Orc, tapi bukannya berterima kasih kau malah menuduh ku yang tidak-tidak! Jika kau memang sebegitu takutnya dengan ku dan akan merasa aman jika aku pergi maka aku akan pergi!"


Shin kemudian berbalik "Semoga kau bisa selamat setelah ini! Karena pertarungan ku barusan telah memancing hewan spiritual penguasa wilayah ini untuk datang!" Shin langsung berjalan pergi.


Gadis Elf sekarang terlihat merasa bersalah, jika dipikir memang benar apa yang Shin katakan.


Dari aura yang Shin keluarkan tadi dia bisa merasakan jika Shin sangat kuat, dia yang tidak memiliki kultivasi tidak akan dapat menghentikan Shin jika pemuda itu ingin melakukan sesuatu terhadapnya.


Dia berpikir, dengan kehancuran total di tempat ini, Shin pasti telah berjuang keras untuk menyelamatkan dirinya yang bahkan tidak dikenal oleh Shin.


"Hei!! Tunggu Aku!!" Gadis Elf berteriak pada Shin yang sudah berjarak cukup jauh darinya.


Namun Shin tidak mempedulikannya dan masih terus berjalan menjauh.


Gadis Elf pun berlari mengejar Shin, sampai akhirnya gadis Elf menarik jubah Shin hingga membuat pemuda itu berhenti.


"Tunggu aku! maaf telah salah sangka terhadap mu, dan terima kasih telah menyelamatkan ku!"


Shin berbalik menatap gadis Elf "Aku akan memaafkan mu jika kau bisa memberitahu ku informasi yang aku inginkan!"

__ADS_1


"Informasi macam apa? Aku akan memberitahu mu jika aku mengetahuinya!" gadis Elf langsung menjawab dengan cepat.


"Baiklah, Pertama aku sama sekali tidak mengetahui nama mu! Kalau nama ku Shin"


"Ah, benar juga" Gadis Elf baru mengingat jika dia sama sekali tidak pernah berkenalan dengan Shin "Kau bisa memanggil ku Xun!"


Xun baru memperhatikan Shin lebih teliti dan menemukan jika terdapat keanehan pada tanggal nih Shin


"Kau... bukan dari ras Elf! Kau ini sebenarnya apa Shin" awalnya Xun mengira jika Shin berasal dari ras Elf, karena memang bentuk fisik mereka sama.


Namun dia baru menyadari jika telinga Shin tidak panjang dan runcing seperti Elf pada umumnya.


Ini baru pertama kalinya Xun melihat bentuk telinga seperti itu.


Pantas saja Shin tidak mengenal dirinya, karena dia yakin jika tidak ada ras Elf yang tidak mengetahui tentang dirinya.


"Apa kau bisa menebak aku berasal dari ras apa" Shin tersenyum sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kau... manusia!" mata Xun langsung melebar karena terkejut, baru menyadari asal ras Shin.


Shin juga terkejut mendengar Xun dapat mengetahui jika dia berasal dari ras manusia.


Bukankah seharusnya tidak ada yang manusia di Benua Kegelapan ini, dan tidak ada yang mengetahui tentang ras manusia, namun kenapa Xun mengetahui tentang manusia?


Xun menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat, tanpa sadar tangannya menarik telinga kanan Shin untuk melihatnya lebih dekat.


"Hei!!" Shin langsung menepis tangan Xun yang menarik telinganya.


"Kenapa kau menarik telinga ku?" wajah Shin terlihat kesal karena ini pertama kalinya ada orang lain selain ibunya yang menarik telinganya, bahkan ayahnya dulu tidak pernah melakukan hal itu.


"Ma-maaf, aku hanya penasaran dengan bentuk telinga manusia" Xun menundukkan kepalanya karena merasa bersalah, selain itu dia juga takut jika Shin marah maka akan melakukan sesuatu yang buruk padanya, bahkan tubuhnya mulai gemetaran.

__ADS_1


Shin menghela nafas "Sudahlah tidak perlu dipikirkan! Itung-itung itu sebagai bayaran karena sebelumnya aku menyentuh telinga mu!"


Shin melirik telinga Xun, keinginan untuk menyentuh telinga lembut itu kembali muncul, namun Shin segera menghilangkan pikiran itu.


Tiba-tiba dari kejauhan terdengar derap langkah kaki raksasa yang bergerak cepat kearah mereka berdua.


Tidak membutuhkan waktu lama sebelum serigala berkepala dua dengan bulu lebat terlihat berlari dengan kecepatan tinggi kearah mereka berdua.


"Siapa yang berani membuat kekacauan di wilayah ku?!" Serigala berkepala dua langsung melompat dan mendarat didepan Shin.


Xun langsung ketakutan melihat kedatangan serigala berkepala dua, Shin sendiri masih tentang, justru tersenyum lebar karena dia mengenal serigala itu.


"Yo kawan, kota bertemu lagi!" Shin melambaikan tangannya.


Mata serigala berkepala dua melebar melihat Shin "K-kau!"


"Maafkan aku jika menghancurkan wilayah mu! Tadi aku bertarung melawan High Orc untuk menyelamatkan gadis ini!" Shin menangkupkan tangannya.


"A-aaa! Tidak apa-apa, ini hanya masalah kecil, tidak perlu dipikirkan!" Serigala berkepala dua tentu tidak berani memperpanjang masalah ini, karena bisa saja dia dibunuh oleh Shin.


Sebelumnya dia memang merasakan suatu aura dari para High Orc dan satu aura lagi yang terasa tidak asing, namun dia tidak mengingat itu aura siapa karena terasa samar.


Dia melihat hutan yang menjadi wilayahnya telah hancur membuatnya menjadi marah dan mencari pelakunya.


Dia tidak menyangka ternyata itu adalah Shin.


Xun terlihat bingung melihat serigala berkepala dua yang takut pada Shin.


Apa yang telah Shin lakukan pada serigala itu sehingga membuatnya takut pada Shin?


"Tapi kebetulan sekali kau ada disini! Aku ingin menanyakan banyak hal pada mu!" Shin ingin bertanya tentang Benua Kegelapan ini.

__ADS_1


__ADS_2